“Rumah sakit ini menjadi tempat rujukan dari berbagai wilayah, sehingga beban pelayanan yang ada tidak sebanding dengan kapasitas yang tersedia.”kata Ribka sambil melakukan evaluasi.
Saat ini, RSUD Yowari masih berstatus rumah sakit tipe C dengan sekitar 130 tempat tidur. Padahal, untuk naik menjadi tipe B, dibutuhkan setidaknya 250 tempat tidur, lengkap dengan peningkatan sarana dan prasarana lainnya. Hal ini menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Tak hanya soal fasilitas, persoalan BPJS Kesehatan juga menjadi perhatian serius. Dalam hasil uji petik di Instalasi Gawat Darurat, ditemukan masih banyak pasien yang seharusnya berhak mendapatkan layanan, namun terkendala karena status kepesertaan yang tidak aktif.
“Ini menjadi catatan penting. Kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah agar masyarakat yang berhak bisa kembali mendapatkan layanan BPJS.”tegas Ribka.
Untuk itu, pemerintah membentuk tim forum group discussion (FGD) yang akan bekerja mencari solusi bersama, mengurai masalah yang selama ini menjadi penghambat pelayanan kesehatan.
Di sisi lain, Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan besar-besaran. Ia menyadari bahwa berbagai persoalan yang muncul belakangan ini, termasuk yang ramai dibicarakan di media sosial, harus dijadikan bahan evaluasi.
“Ini menjadi evaluasi bagi kita semua, kita akan membenahi kekurangan yang ada di rumah sakit.” jelasnya sembari berusaha memperbaiki pelayanan kesehatan di Kabupaten Jayapura.
Menurut Yunus, kualitas dokter dan perawat di RSUD Yowari sebenarnya sudah sangat baik. Namun, hal itu perlu didukung dengan fasilitas yang memadai serta sistem pelayanan yang lebih optimal.
Ia pun menargetkan dalam satu tahun ke depan, berbagai persoalan yang ada dapat diselesaikan secara bertahap. Fokus utama saat ini adalah pembenahan Instalasi Gawat Darurat (UGD), sebagai pintu pertama pelayanan bagi masyarakat. “Kalau UGD kita kuat, maka pelayanan kepada masyarakat akan lebih cepat dan maksimal,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Yowari, Maryen Braweri, menyambut baik perhatian yang diberikan pemerintah. Baginya, kunjungan ini menjadi dorongan besar bagi rumah sakit untuk terus berbenah.
Ia mengungkapkan bahwa sejak kunjungan awal Wakil Menteri sebelumnya, pihak rumah sakit telah mulai melakukan berbagai perbaikan, terutama pada fasilitas yang bisa segera dibenahi.
“Kami tidak tinggal diam, apa yang bisa kami lakukan, sudah kami upayakan untuk memperbaiki pelayanan.”katanya dengan semangat.
Menurutnya, melalui rapat dan diskusi bersama, berbagai kendala kini bisa dibahas secara terbuka. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten untuk mencari solusi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Di tengah berbagai persoalan yang ada, harapan pun perlahan muncul. Bahwa dengan perhatian dan langkah nyata dari berbagai pihak, pelayanan kesehatan di RSUD Yowari dapat berubah menjadi lebih baik.
Pagi yang awalnya berjalan seperti biasa itu pun menjadi titik awal dari sebuah upaya besar upaya untuk memperbaiki sistem, membenahi pelayanan, dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit yang menjadi harapan banyak orang. (*/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q