Tak Hanya Pemerintah, Paguyuban dan Warga Berlomba-lomba Garap Event Kemerdekaan

Lebih jauh disampaikan bahwa keputusan tua-tua adat adalah siapa yang tinggal di wilayah adat Buyakha maka itu bagin dari masyarakat di Sentani sehingga mari sama-sama menjaga. “Mari dijaga bersama sebab kami sudah memberi tempat.Kalau berdomisili di Kabupaten Jayapura silahkan ikut aturan main, kalau tidak minta maaf kami juga akan lakukan perintah dewan adat,” pungkasnya.

Dalam acara ini dihadiri sekitar 500 orang bahkan yang menyaksikan tidak hanya dari Kabupaten Jayapura melainkan kabupaten lain. Ditempat yang sama, Ketua DRP Kabupaten Jayapura, Ruddy Bakaunang menyampaikan bahwa semarak HUT RI ke 81 tahun ini ternyata memiliki banyak ragam budaya dan ini justru menjadi kekayaan. “Ini hal positif dan ke depan harus diperkuat kerukunan antar budaya. Ini harus terus dirawat sebab menjadi kekuatan di Kabupaten Jayapura,” jelasnya.

Baca Juga :  Festival Sejuta Hiloy, Bukan Sekadar Hiburan Tapi Ruang Edukasi

“Kami secara khusus dari paguyuban Kawanua memberi penghargaan dan rasa hormat setinggi-tingginya kepada masyarakat suku Sentani yang sudah memberi ruang dan menerima masyarakat Kawanua dan kami berpedoman dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung,” imbuhnya. Disinggung soal adanya aksi demo, Ruddy menjelaskan bahwa aspirasi disampaikan lewat koridor yang sudah ditentukan. Memang dilindungi undang-undang tapi bukan berarti mengganggu ketertiban.

Diakhir kegiatan, Ondoafi Bambar, Orgenes Kawai mengaku bersyukur karena moment ini baru pertamakali di Kabupaten Jayapura.

“Kita masih bisa membangun keberagaman dan sebagian masyarakat sudah mengambil bagian dan paguyuban juga hadir. Ke depan kita akan bergadeng tangan untuk menggelar event serupa yang lebih besar. Selama Papua dalam bingkai NKRI maka semua event begini kami dukung penuh. Jika Festibal Danau Sentani bisa jalan masak yang kecil begini tidak bisa dilakukan. Saya titip ketua DPR agar event kebegaraman ini bisa tetap digelar,” pintanya.

Baca Juga :  Sempat Tak Percaya Saat Disuruh Main Baki Sore

Orgenes juga menambahkan bahwa pagelaran seni budaya ini tak ada kaitan dengan aksi demo karena sudah dipesiapkan jauh-jauh hari. “Salah kalau bilang ini tandingan, ini sudah kami rencanakan jauh sebelum ada demo sekarang dan warga juga mendukung dan kami sangat mengapresiasi,” tutupnya. (ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Lebih jauh disampaikan bahwa keputusan tua-tua adat adalah siapa yang tinggal di wilayah adat Buyakha maka itu bagin dari masyarakat di Sentani sehingga mari sama-sama menjaga. “Mari dijaga bersama sebab kami sudah memberi tempat.Kalau berdomisili di Kabupaten Jayapura silahkan ikut aturan main, kalau tidak minta maaf kami juga akan lakukan perintah dewan adat,” pungkasnya.

Dalam acara ini dihadiri sekitar 500 orang bahkan yang menyaksikan tidak hanya dari Kabupaten Jayapura melainkan kabupaten lain. Ditempat yang sama, Ketua DRP Kabupaten Jayapura, Ruddy Bakaunang menyampaikan bahwa semarak HUT RI ke 81 tahun ini ternyata memiliki banyak ragam budaya dan ini justru menjadi kekayaan. “Ini hal positif dan ke depan harus diperkuat kerukunan antar budaya. Ini harus terus dirawat sebab menjadi kekuatan di Kabupaten Jayapura,” jelasnya.

Baca Juga :  Warga di Daerah Rawan Bencana Harus Waspada dan Tetap Jaga Lingkungan

“Kami secara khusus dari paguyuban Kawanua memberi penghargaan dan rasa hormat setinggi-tingginya kepada masyarakat suku Sentani yang sudah memberi ruang dan menerima masyarakat Kawanua dan kami berpedoman dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung,” imbuhnya. Disinggung soal adanya aksi demo, Ruddy menjelaskan bahwa aspirasi disampaikan lewat koridor yang sudah ditentukan. Memang dilindungi undang-undang tapi bukan berarti mengganggu ketertiban.

Diakhir kegiatan, Ondoafi Bambar, Orgenes Kawai mengaku bersyukur karena moment ini baru pertamakali di Kabupaten Jayapura.

“Kita masih bisa membangun keberagaman dan sebagian masyarakat sudah mengambil bagian dan paguyuban juga hadir. Ke depan kita akan bergadeng tangan untuk menggelar event serupa yang lebih besar. Selama Papua dalam bingkai NKRI maka semua event begini kami dukung penuh. Jika Festibal Danau Sentani bisa jalan masak yang kecil begini tidak bisa dilakukan. Saya titip ketua DPR agar event kebegaraman ini bisa tetap digelar,” pintanya.

Baca Juga :  Proposalnya Ditolak ITS, Eh Malah Raih S3 di Berlin

Orgenes juga menambahkan bahwa pagelaran seni budaya ini tak ada kaitan dengan aksi demo karena sudah dipesiapkan jauh-jauh hari. “Salah kalau bilang ini tandingan, ini sudah kami rencanakan jauh sebelum ada demo sekarang dan warga juga mendukung dan kami sangat mengapresiasi,” tutupnya. (ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya