“Kalau kita lihat rata-rata tilang ini, cukup tinggi ada di bulan Januari, Juli dan Oktober. Itu karena anak sekolah selesai libur sehingga pelangaran sangat banyak,” ujarnya.
Suhardi menjelaskan terkait dengan data lakalantas pada periode yang sama (Januari – November) Ditlantas Polda Papua mencatat sebanyak 2031 lakalantas. Jumlah tersebut terdiri dari Meninggal dunia sebanyak 266, luka berat 1063, luka ringan 1974 dan total korban 3303 orang.
Kota Jayapura menjadi kota dengan catatan korban lakalantas paling banyak dengan jumlah sebagian berikut; Jumlah lakalantas 982 kecelakaan, meninggal dunia 48 orang, luka berat 366 orang, luka ringan sebanyak 1160 orang dan jumlah korban sebanyak 1.590 korban.
Kasubagminopsnal Polda Papua itu menyebut korban lebih banyak dari kalangan remaja. Hal itu ia sampaikan berdasarkan data yang ia dapat dari lapangan. “Kebanyakan korban dari kalangan remaja dimana mereka mengendara kendaraannya masih dalam pengaruh minuman keras, kemudian tidak mengunakan Helm,”ungkapnya.
Lebih lanjut, Suhardi mengaku pengunaan electronic traffic law enforcement (ETLE) yang telah dipasang di beberapa tempat di Kota Jayapura belum difungsikan maksimal selama satu tahun ini (2024), karena berbagai macam kendala, namun ia tidak menyebutkan secara detail.
Tetapi dia berharap pengunaan ETLE di tahun 2025 mendatang dapat dimaksimalkan.
“Untuk E-TLE belum digunakan semaksimal selama satu tahun ini, tetapi saya berharap kita bisa menggunakannya pada tahun 2025 mendatang,” pungkasnya. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos