Mungkin itulah sebabnya warga rela bergotong royong membongkar rumah tua itu. Papan per papan, genting per genting, dengan tangan sendiri. Mereka sadar sengketa agraria tidak selesai hanya dengan satu bangunan. Tapi rumah itu menyimpan sesuatu yang tidak kalah penting dari dokumen mana pun. Ingatan tentang sebuah desa yang sudah ada sebelum republik berdiri. Tentang seorang kepala desa yang pernah memimpin masyarakat di sana. Tentang generasi-generasi yang lahir, hidup, dan meninggal di tanah yang sama.
Karena itulah ketika papan-papan tua dilepas dan genting satu per satu diturunkan, warga tidak merasa sedang merobohkan sebuah rumah. Mereka sedang menyelamatkan sejarah. (hn)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Mungkin itulah sebabnya warga rela bergotong royong membongkar rumah tua itu. Papan per papan, genting per genting, dengan tangan sendiri. Mereka sadar sengketa agraria tidak selesai hanya dengan satu bangunan. Tapi rumah itu menyimpan sesuatu yang tidak kalah penting dari dokumen mana pun. Ingatan tentang sebuah desa yang sudah ada sebelum republik berdiri. Tentang seorang kepala desa yang pernah memimpin masyarakat di sana. Tentang generasi-generasi yang lahir, hidup, dan meninggal di tanah yang sama.
Karena itulah ketika papan-papan tua dilepas dan genting satu per satu diturunkan, warga tidak merasa sedang merobohkan sebuah rumah. Mereka sedang menyelamatkan sejarah. (hn)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q