Wednesday, May 29, 2024
24.7 C
Jayapura

Tak Pernah Bertemu Pembeli, Transaksi Biasa Menggunakan Tanda Khusus

Pengakuan Residivis Pengguna dan Pengedar Sabu yang Merupakan Pemain Lama

Peredaran narkoba di Kota Jayapura makin mengkhawatirkan. Tak hanya ganja  tetapi juga sudah menyentuh sabu. Polisi menciduk satu pengguna dan pengedar berinisial HN. Berikut pengakuannya.

Laporan: Abdel Gamel Naser – Jayapura

Tak membutuhkan waktu lama untuk bisa membekuk salah satu pengguna dan pengedar narkotika jenis Sabu berinisial HN (34). Pemuda ini memang sudah cukup lama ditandai oleh Satuan Resnarkoba Polresta Jayapura Kota. Pasalnya ia merupakan pemain lama yang memang hanya berkutat dengan sabu.

  Dan kecurigaan polisi terbukti dimana pada 9 Mei lalu, ia terbaca mengambil paket di Lion Parcel kemudian pada 11 Mei ia terciduk. Paket yang diambil merupakan sabu – sabu dan ternyata diperoleh dari luar Papua.

Baca Juga :  Jadikan Koya Timur Lumbung Budidaya Ikan Nila

“Jadi memang sudah lama HN kami tandai,  karena sebelumnya ia juga pernah terlibat kasus yang sama beberapa tahun lalu dan kini ia mengulang kembali,” kata Kasat Narkoba Polresta, AKP Irene Aronggear di ruang kerjanya, Senin (13/5).

   Polisi masih terus mendalami keterangan HN mengingat baru 2 hari ia diamankan dan ada indikasi jika HN juga bermain dengan salah satu oknum TNI yang sudah dipecat yang juga pemain lama. Hanya saja, hingga kemarin HN masih belum mau terbuka menceritakan semuanya.

   “Jadi setelah ditangkap kemarin ia masih enggan untuk bercerita, makanya kami terus berupaya menggali,” kata Irene.

   Ia mencontohkan saat ditangkap HN tidak dalam menguasai barang bukti sabu, namun setelah didesak akhirnya iapun mengaku menyimpan sabu tersebut di salah satu bangunan tak jauh dari Hotel Fox Paldam.

Baca Juga :  Titik Ibukota Sudah Ada, Kantor Bupati Diusulkan Jadi Kantor Gubernur Sementara

   Dari hasil ini, polisi terus mendesak dan akhirnya terungkap bahwa masih ada barang bukti lain di kos – kosannya sehingga total ada 16 paket. Paket sabu ini, kata Irene, selain dijual ternyata HN juga sebagai pengguna. Itu diketahui setelah dilakukan tes urine. “Memang sudah menjadi target, namun karena licin akhirnya ia lolos terus,” bebernya.

Pengakuan Residivis Pengguna dan Pengedar Sabu yang Merupakan Pemain Lama

Peredaran narkoba di Kota Jayapura makin mengkhawatirkan. Tak hanya ganja  tetapi juga sudah menyentuh sabu. Polisi menciduk satu pengguna dan pengedar berinisial HN. Berikut pengakuannya.

Laporan: Abdel Gamel Naser – Jayapura

Tak membutuhkan waktu lama untuk bisa membekuk salah satu pengguna dan pengedar narkotika jenis Sabu berinisial HN (34). Pemuda ini memang sudah cukup lama ditandai oleh Satuan Resnarkoba Polresta Jayapura Kota. Pasalnya ia merupakan pemain lama yang memang hanya berkutat dengan sabu.

  Dan kecurigaan polisi terbukti dimana pada 9 Mei lalu, ia terbaca mengambil paket di Lion Parcel kemudian pada 11 Mei ia terciduk. Paket yang diambil merupakan sabu – sabu dan ternyata diperoleh dari luar Papua.

Baca Juga :  Sat Binmas Polres Supiori Bantu Peralatan Olahraga Voli

“Jadi memang sudah lama HN kami tandai,  karena sebelumnya ia juga pernah terlibat kasus yang sama beberapa tahun lalu dan kini ia mengulang kembali,” kata Kasat Narkoba Polresta, AKP Irene Aronggear di ruang kerjanya, Senin (13/5).

   Polisi masih terus mendalami keterangan HN mengingat baru 2 hari ia diamankan dan ada indikasi jika HN juga bermain dengan salah satu oknum TNI yang sudah dipecat yang juga pemain lama. Hanya saja, hingga kemarin HN masih belum mau terbuka menceritakan semuanya.

   “Jadi setelah ditangkap kemarin ia masih enggan untuk bercerita, makanya kami terus berupaya menggali,” kata Irene.

   Ia mencontohkan saat ditangkap HN tidak dalam menguasai barang bukti sabu, namun setelah didesak akhirnya iapun mengaku menyimpan sabu tersebut di salah satu bangunan tak jauh dari Hotel Fox Paldam.

Baca Juga :  Kerahkan 2/3 Kekuatan Lakukan Pengamanan Pemilu

   Dari hasil ini, polisi terus mendesak dan akhirnya terungkap bahwa masih ada barang bukti lain di kos – kosannya sehingga total ada 16 paket. Paket sabu ini, kata Irene, selain dijual ternyata HN juga sebagai pengguna. Itu diketahui setelah dilakukan tes urine. “Memang sudah menjadi target, namun karena licin akhirnya ia lolos terus,” bebernya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya