Monday, January 26, 2026
25.8 C
Jayapura

Dijamin Lebih Higenis dan Diharapkan Jadi Gaya Hidup Baru

   Untuk membiasakan diri, bagi Rocky Bebena memang butuh konsistensi dan juga kesadaran masing-masing orang. “Awal-awalnya memang susah-susah gampang, tapi kalau kita sudah komitmen pasti akan jadi kebiasaan. Dan di satu sisi, pimpinan (walikota dan wakil walikota) saja sudah kasih contoh, setiap hari bawa Tumbler, maka kita juga harus bisa menyesuaikan,” ungkapnya.

  Di kesempatan yang sama, Matias B. Mano menjelaskan, penggunaan tumbler ini justru menimbulkan gairah baru, yang mana bukan saja sebagai simbol peduli lingkungan namun juga sebagai fashion.

“Karena sudah terbiasa, tidak lagi sekadar memilih tumbler untuk fungsinya, tetapi juga untuk tampil stylish atau mode gaya hidup baru,” ujar mantan Kadis Pariwisata Kota Jayapura itu.

Baca Juga :  Pansel Kantongi 9 Nama Calon DPRK

  Bagi Matias B. Mano, membawa tumbler malah justru menambahkan rasa percaya diri saat bepergian. “Saat kita jalan dan bawa tumbler justru terlihat keren, karena hal itu menunjukkan bahwa kita peduli terhadap lingkungan,” jelasnya.

   Selain fashion, banyak juga manfaat dari tumbler ini seperti mengingatkan kita untuk selalu minum air dan nyaman saat dibutuhkan.”Misalnya kita bepergian, saat kita haus tinggal dibuka saja lalu diminum, jadi tidak lagi perlu gunakan gelas yang ada di situ, yang kita sendiri tidak tahu sudah berapa orang yang menggunakannya, dalam artian, dari segi higienis baik itu air yang kita minum maupun tumblernya, sudah dipastikan aman dan bersih, karena kita sendiri yang siapkan,” tuturnya.

Baca Juga :  Langkah Bijak Untuk Cegah Potensi Perpecahan

  Bagi Bentar Mano sapaan akrabnya, apa yang sudah diinstruksikan oleh walikota dan wakil walikota itu merupakan suatu kebijakan yang perlu diterjemahkan oleh seluruh lapisan masyarakat khususnya dalam membiasakan diri untuk menggunakan tumbler.

  “Jika semua masyarakat Kota Jayapura melakukan hal ini, saya yakin pencemaran lingkungan karena dampak sampah plastik ini pasti perlahan kita bisa kurangi,” bebernya.

   Untuk membiasakan diri, bagi Rocky Bebena memang butuh konsistensi dan juga kesadaran masing-masing orang. “Awal-awalnya memang susah-susah gampang, tapi kalau kita sudah komitmen pasti akan jadi kebiasaan. Dan di satu sisi, pimpinan (walikota dan wakil walikota) saja sudah kasih contoh, setiap hari bawa Tumbler, maka kita juga harus bisa menyesuaikan,” ungkapnya.

  Di kesempatan yang sama, Matias B. Mano menjelaskan, penggunaan tumbler ini justru menimbulkan gairah baru, yang mana bukan saja sebagai simbol peduli lingkungan namun juga sebagai fashion.

“Karena sudah terbiasa, tidak lagi sekadar memilih tumbler untuk fungsinya, tetapi juga untuk tampil stylish atau mode gaya hidup baru,” ujar mantan Kadis Pariwisata Kota Jayapura itu.

Baca Juga :  Bangun Budaya Siaga Sejak Dini, Untuk Kurangi Risiko dan Dampak Bencana

  Bagi Matias B. Mano, membawa tumbler malah justru menambahkan rasa percaya diri saat bepergian. “Saat kita jalan dan bawa tumbler justru terlihat keren, karena hal itu menunjukkan bahwa kita peduli terhadap lingkungan,” jelasnya.

   Selain fashion, banyak juga manfaat dari tumbler ini seperti mengingatkan kita untuk selalu minum air dan nyaman saat dibutuhkan.”Misalnya kita bepergian, saat kita haus tinggal dibuka saja lalu diminum, jadi tidak lagi perlu gunakan gelas yang ada di situ, yang kita sendiri tidak tahu sudah berapa orang yang menggunakannya, dalam artian, dari segi higienis baik itu air yang kita minum maupun tumblernya, sudah dipastikan aman dan bersih, karena kita sendiri yang siapkan,” tuturnya.

Baca Juga :  Jalan Rusak Masuk SMK 8 Dianggarkan Tahun 2026

  Bagi Bentar Mano sapaan akrabnya, apa yang sudah diinstruksikan oleh walikota dan wakil walikota itu merupakan suatu kebijakan yang perlu diterjemahkan oleh seluruh lapisan masyarakat khususnya dalam membiasakan diri untuk menggunakan tumbler.

  “Jika semua masyarakat Kota Jayapura melakukan hal ini, saya yakin pencemaran lingkungan karena dampak sampah plastik ini pasti perlahan kita bisa kurangi,” bebernya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya