Sunday, January 18, 2026
25.8 C
Jayapura

Wadah Untuk Tampilkan Karya Kreatifitas dan Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal

“Pemerintah kota melalui Dinas Pariwisata telah menerjemahkan salah satu visi dan misi Wali Kota Jayapura, yakni menjadikan kota ini beriman, maju, mandiri, dan sejahtera menuju Jayapura Emas,” lanjutnya.

Rustan menjelaskan, Festival Port Numbay merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mengembangkan ekonomi lokal yang berbasis pada sektor jasa, pariwisata, dan UMKM kearifan lokal.

“Festival ini adalah wadah bagi seluruh potensi yang kita miliki di Kota Jayapura. Dari 14 kampung yang ada, semuanya bisa menampilkan karya dan kreativitasnya. Tempat ini menjadi ajang bertemunya berbagai suku, Ondoafi, serta pelaku UMKM yang mengangkat hasil kearifan daerah,” katanya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan regulasi pelestarian budaya lokal yang akan diterapkan secara luas, termasuk dalam sektor jasa dan pelayanan publik.

Baca Juga :  Pemkot Minta Warga Secara Mandiri Perbaiki Rumah

“Ke depan, kami akan membuat regulasi agar seluruh pelaku jasa seperti perhotelan, perbankan, dan instansi pelayanan publik menggunakan atribut budaya lokal. Misalnya, laki-laki memakai topi adat Port Numbay dan perempuan menggunakan tusuk konde khas daerah. Ini bagian dari upaya kita melestarikan identitas budaya,” jelasnya.

Rustan menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jayapura akan terus berkomitmen menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah agar tidak hilang tergerus oleh pengaruh luar.
Festival seperti ini, menurutnya, menjadi ruang penting bagi generasi muda Port Numbay untuk menampilkan kreativitas mereka melalui seni tari, musik, ukiran, dan kerajinan tangan.

“Budaya harus dijaga dan dipelihara. Jika kita terus mengadakan kegiatan seperti ini, maka budaya Port Numbay akan tetap hidup dan berkembang. Ini ruang berharga untuk memperlihatkan kreativitas anak-anak Port Numbay,” ucap Rustan.

Baca Juga :  Gratis Bagi Warga Tidak Mampu, Paling Banyak Kasus Narkotika yang Didampingi

“Pemerintah kota melalui Dinas Pariwisata telah menerjemahkan salah satu visi dan misi Wali Kota Jayapura, yakni menjadikan kota ini beriman, maju, mandiri, dan sejahtera menuju Jayapura Emas,” lanjutnya.

Rustan menjelaskan, Festival Port Numbay merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mengembangkan ekonomi lokal yang berbasis pada sektor jasa, pariwisata, dan UMKM kearifan lokal.

“Festival ini adalah wadah bagi seluruh potensi yang kita miliki di Kota Jayapura. Dari 14 kampung yang ada, semuanya bisa menampilkan karya dan kreativitasnya. Tempat ini menjadi ajang bertemunya berbagai suku, Ondoafi, serta pelaku UMKM yang mengangkat hasil kearifan daerah,” katanya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan regulasi pelestarian budaya lokal yang akan diterapkan secara luas, termasuk dalam sektor jasa dan pelayanan publik.

Baca Juga :  Jaga Kuliner Asli Papua, Mendorong Kelestarian Alam Papua

“Ke depan, kami akan membuat regulasi agar seluruh pelaku jasa seperti perhotelan, perbankan, dan instansi pelayanan publik menggunakan atribut budaya lokal. Misalnya, laki-laki memakai topi adat Port Numbay dan perempuan menggunakan tusuk konde khas daerah. Ini bagian dari upaya kita melestarikan identitas budaya,” jelasnya.

Rustan menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jayapura akan terus berkomitmen menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah agar tidak hilang tergerus oleh pengaruh luar.
Festival seperti ini, menurutnya, menjadi ruang penting bagi generasi muda Port Numbay untuk menampilkan kreativitas mereka melalui seni tari, musik, ukiran, dan kerajinan tangan.

“Budaya harus dijaga dan dipelihara. Jika kita terus mengadakan kegiatan seperti ini, maka budaya Port Numbay akan tetap hidup dan berkembang. Ini ruang berharga untuk memperlihatkan kreativitas anak-anak Port Numbay,” ucap Rustan.

Baca Juga :  Dinilai Banyak Jasanya, Dorong Gelar Pahlawan Bagi Sosok Ramses Ohee

Berita Terbaru

Artikel Lainnya