Suasana ibadah berlangsung khidmat. Doa dan pujian mengalun di tengah hembusan angin laut Teluk Youtefa, seolah menghubungkan masa lalu dan masa kini dalam satu perjalanan iman yang panjang. Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena masyarakat masih dapat merayakan 116 tahun masuknya Injil di Pulau Metu Debi. Menariknya, peringatan ini juga berdekatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Jayapura ke-116 yang diperingati pada 7 Maret 2026.
Menurutnya, kehadiran Injil di tanah Papua, khususnya di Kota Jayapura, menjadi tanda kasih Kristus yang terus menyertai kehidupan masyarakat hingga saat ini. “Dengan masuknya Injil, itu menunjukkan bahwa kasih Kristus terus ada dan tinggal bersama kita semua di tanah Papua, khususnya di Kota Jayapura,” ujarnya.
Selain sebagai kepala daerah, Abisai Rollo juga dikenal sebagai majelis jemaat di Gereja Kristen Injili di Tanah Papua (GKI) Jemaat Getsemani Kotaraja. Ia berharap perayaan Pekabaran Injil di masa mendatang dapat dilaksanakan secara bergiliran di berbagai kampung di Kota Jayapura, agar semangat pemberitaan Injil terus hidup dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Para leluhur kita telah menerima Injil dan kini telah mendahului kita. Tugas kita saat ini adalah melanjutkan dan memberitakan Injil kebenaran Tuhan kepada generasi yang akan datang,” katanya. Sementara itu, Ketua Klasis GKI Port Numbay, Andris Tjoe, menekankan pentingnya menjaga kerukunan hidup di tengah keberagaman masyarakat Kota Jayapura.
Ia mengingatkan bahwa kota ini dihuni oleh berbagai suku, agama, dan paguyuban yang hidup berdampingan. Karena itu, moderasi beragama dan sikap saling menghormati harus terus dijaga. “Kota Jayapura dihuni oleh masyarakat yang beragam. Karena itu kita harus menjaga moderasi kehidupan beragama, kerukunan, serta hidup berdampingan dengan berbagai suku dan agama yang ada,” ujarnya.
Menurutnya, selama 116 tahun perjalanan Pekabaran Injil di Tanah Tabi telah membawa banyak perubahan positif bagi kehidupan masyarakat. Nilai-nilai kasih, persaudaraan, dan kepedulian menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-116 Pekabaran Injil, Klasis GKI Port Numbay juga melaksanakan kegiatan penanaman pohon di sejumlah lokasi, di antaranya di sepanjang Pantai Holtekamp dan kawasan Bhayangkara.