Berbagai upaya dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, termasuk dengan menggelar patroli di sejumlah titik rawan serta meningkatkan kehadiran personel di tengah masyarakat. Kapolresta turut mengimbau warga untuk lebih waspada dan aktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
Ia menegaskan, peran serta masyarakat sangat penting dalam menekan angka kriminalitas, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan yang cukup tinggi seperti Abepura.
“Keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat dapat terus bekerja sama dengan pihak kepolisian demi menciptakan situasi yang aman dan nyaman,” ujarnya.
Sementara itu, Pakar Sosiologi Universitas Cenderawasih (Uncen) Prof. Dr. Drs. Avelinus Lefaan, BA, MS menyebut perilaku tindak pencurian tersebut terjadi karena banyak faktor, satu diantaranya adalah sulitnya mendapatkan lapangan kerja.
Oleh karenanya, Guru Besar Uncen itu berharap pemerintah harus mencari solusi, faktor penyebab dari perilaku tak menyenangkan itu di tengah masyarakat. Sehingga keluhan dan keresahan masyarakat perlahan berkurang.
“Pemerintah harus mencari faktor-faktor penyebab terjadinya kasus-kasus seperti itu (pencurian dan kenakalan remaja) di tengah masyarakat. Pemerintah harus membuat terobosan atau program khusus tentang meminimalisir kasus serupa terjadi di Kota Jayapura,” kata Prof. Avelinus kepada Cenderawasih Pos, Kamis (9/4).
Sebelumnya guru besar yang akrab disapa Prof Ave menjelaskan secara sosiologis terjadinya perbuatan pencurian di tengah masyarakat disebabkan adanya ketimpangan ekonomi, antara ekonomi tinggi dan rendah.
Menurutnya, di Kota Jayapura kasus pencurian tinggi terjadi karena adanya ketimpangan kemiskinan dan ekonomi yang cukup tinggi. Faktor lain ia sebutkan adalah adanya urbanisasi dan imigrasi. Dimana orang masuk dan keluar di Kota Jayapura tanpa maksud dan tujuan jelas dan tidak terkontrol.