Praka Farizal diketahui merupakan kader Muhammadiyah asal Kulon Progo. Hal tersebut diungkapkan oleh dosen UIN Alauddin Makassar, Haidir Fitra Siagian.Ia juga mendoakan agar amal ibadah Praka Farizal Rhomadhon diterima oleh Allah SWT. Sebab, almarhum gugur saat menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan, sebagai bentuk pengabdian dan amanah.
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI yang tengah menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, mengecam keras segala bentuk kekerasan yang terus terjadi di berbagai belahan dunia.
Duka tersebut terasa begitu dekat bagi Muhammadiyah. Karena, Praka Farizal Rhomadhon merupakan kader Muhammadiyah asal Kulon Progo, Jogjakarta. “Sepanjang karier militer, almarhum kerap menerima penghargaan dari satuan. Dedikasi dan profesionalisme yang ditunjukkan membuatnya dipercaya menjalankan berbagai tugas penting, termasuk misi internasional,” ujar Agus.
Haedar mengungkapkan, almarhum dikenal dekat dengan nilai-nilai Muhammadiyah. Bahkan, melalui akun media sosial pribadinya, Praka Farizal aktif memopulerkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), khususnya pada bulan Ramadhan 1447 H.
“Dalam beberapa postingan Instagram-nya bahkan mempopulerkan KHGT. Ini pertanda bahwa yang bersangkutan selain bertugas sebagai pasukan perdamaian, juga lekat dengan spirit Muhammadiyah,” kata Haedar dalam acara Silaturahmi Idul Fitri PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Selasa (31/3). Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) membenarkan seorang prajurit TNI tewas dalam serangan artileri Israel saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan. Dia tergabung dalam anggota Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL.
Berdasarkan informasi yang dihimpun JawaPos.com dari sejumlah sumber, seorang prajurit TNI yang gugur itu yakni Praka Farizal Rhomadhon (FR). Dia berasal dari kesatuan Yonif 113/JS Brigif 25/Suwah Dam IM. Praka FR lahir di Kulon Progo, Jogjakarta, pada 3 Januari 1998. FR meninggalkan seorang istri dan seorang anak perempuan berusia dua tahun, yang keduanya saat ini tinggal di rumah dinas yang berlokasi di Bireun, Aceh.
Praka FR sendiri adalah prajurit pilihan, dia pernah meraih dua bintang jasa, yakni SL Dharma Nusa dan SL Kesetiaan VIII Tahun. Praka FR gugur pada Minggu, 29 Maret 2026 sekitar pukul 20.44 waktu Lebanon, atau pukul Senin 30 Maret 2026 pukul 01.40 WIB. Dia gugur di Indobatt UNP 7-1 Desa Achid Alqusyar, Lebanon Selatan. Praka FR diduga terkena serangan artileri Israel Defence Forces (IDF).
Istri almarhum tampak tegar meski tak mampu menahan air mata. Sementara itu, anaknya terlihat larut dalam kesedihan saat mengantar kepergian sang ayah untuk terakhir kalinya. Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memimpin upacara pemakaman militer Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Dharmoloyo II, Magelang.