Ketiganya Bergelimang Tanda Jasa, Gugur Saat Kendaraan Dinas Meledak

Menyimak Suasana Pemakaman Tiga Prajurit TNI yang gugur di Lebanon

Laporan: Anom Bagaskoro, Kulon Progo–Diwan Sapta Nurmawan, Bandung–Naila Nihayah, Magelang

Sekitar setengah jam setelah ditenangkan, Fafa Nur Azila, mendekat lagi ke pusara sang suami Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon. Ia duduk dan mencium foto pria yang telah memberinya seorang putri berusia dua tahun itu.

Sebelumnya, Fafa diberi kesempatan pertama untuk menaburkan bunga. Radar Jogja Grup Jawa Pos melansir, tangis sempat tertahan, sebelum kemudian pecah saat tangan lemah perempuan 25 tahun itu menaburkan bunga di liang lahat sang suami yang gugur di Lebanon sebagai bagian dari pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) itu. Kesempatan penaburan bunga juga diberikan kepada orang tua dan keluarga.

Baca Juga :  Sambut HUT TNI ke 79, Gabungan Aparat TNI, Bersih-bersih di Kota Biak

Keharuan semakin menyeruak saat Shanaya Almahyra Elshanu, putri Farizal dan Fafa yang digendong sang kakek ikut menaburkan bunga. Sang kakek, ayah Farizal, tampak memandu cucunya menaburkan bunga ke liang lahat sang ayah yang bertugas di lingkungan Kodam I Iskandar Muda tersebut.

“Almarhum gugur mengemban misi perdamaian. Almarhum mendapat kenaikan pangkat menjadi Kopda Anumerta,” kata Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo. Di pemakaman Mayor Infanteri (Anm) Zulmi Aditya Iskandar di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung, Panglima TNI Agus Subiyanto yang bertindak sebagai inspektur upacara menyebut, almarhum salah satu prajurit terbaik yang dimiliki TNI, khususnya di satuan elite Kopassus.

Almarhum meninggal bersamaan dengan Sertu Muhammad Nur Ichwan saat kendaraan dinas yang mereka naiki meledak di Lebanon Selatan. Agus, seperti dilansir Radar Bandung, menilai, sosok personel UNIFIL itu bukan hanya prajurit tangguh, tetapi juga teladan dalam setiap penugasan yang diemban selama berdinas.

Baca Juga :  Gratis Bagi Warga Tidak Mampu, Paling Banyak Kasus Narkotika yang Didampingi

Menyimak Suasana Pemakaman Tiga Prajurit TNI yang gugur di Lebanon

Laporan: Anom Bagaskoro, Kulon Progo–Diwan Sapta Nurmawan, Bandung–Naila Nihayah, Magelang

Sekitar setengah jam setelah ditenangkan, Fafa Nur Azila, mendekat lagi ke pusara sang suami Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon. Ia duduk dan mencium foto pria yang telah memberinya seorang putri berusia dua tahun itu.

Sebelumnya, Fafa diberi kesempatan pertama untuk menaburkan bunga. Radar Jogja Grup Jawa Pos melansir, tangis sempat tertahan, sebelum kemudian pecah saat tangan lemah perempuan 25 tahun itu menaburkan bunga di liang lahat sang suami yang gugur di Lebanon sebagai bagian dari pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) itu. Kesempatan penaburan bunga juga diberikan kepada orang tua dan keluarga.

Baca Juga :  Gratis Bagi Warga Tidak Mampu, Paling Banyak Kasus Narkotika yang Didampingi

Keharuan semakin menyeruak saat Shanaya Almahyra Elshanu, putri Farizal dan Fafa yang digendong sang kakek ikut menaburkan bunga. Sang kakek, ayah Farizal, tampak memandu cucunya menaburkan bunga ke liang lahat sang ayah yang bertugas di lingkungan Kodam I Iskandar Muda tersebut.

“Almarhum gugur mengemban misi perdamaian. Almarhum mendapat kenaikan pangkat menjadi Kopda Anumerta,” kata Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo. Di pemakaman Mayor Infanteri (Anm) Zulmi Aditya Iskandar di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung, Panglima TNI Agus Subiyanto yang bertindak sebagai inspektur upacara menyebut, almarhum salah satu prajurit terbaik yang dimiliki TNI, khususnya di satuan elite Kopassus.

Almarhum meninggal bersamaan dengan Sertu Muhammad Nur Ichwan saat kendaraan dinas yang mereka naiki meledak di Lebanon Selatan. Agus, seperti dilansir Radar Bandung, menilai, sosok personel UNIFIL itu bukan hanya prajurit tangguh, tetapi juga teladan dalam setiap penugasan yang diemban selama berdinas.

Baca Juga :  Diduga Miliki Foto Aparat, Seorang Karyawan Jayakarta Disandera KKB

Berita Terbaru

Artikel Lainnya