Dibangun Sejak Zaman Penjajahan Belanda Oleh Saudagar dari Maluku Tenggara
Suasana dalam Masjid Jami yang terlihat adem karena telah dipasangi AC. (foto:Sulo/Cepos)
Menelisik Sejarah Masjid Jami Merauke, Masjid Tertua di Kota Merauke
Bagi masyarakat Merauke khususnya umat Muslim yang ada di Kota tidak merasa asing lagi dengan keberadaan Masjid Jami’. Karena Masjid yang berdiri di Jalan Raya Mandala-Jalan Sumatera Merauke itu dibangun sejak zaman penjajahan Belanda.
Laporan Yulius Sulo, Merauke.
Masjid Jami merupakan salah satu tempat ibadah bagi Umat Muslim yang ada di Kota Merauke. Tempatnya, yang berada di jantung Kota Merauke, membuat masjid yang kubahnya menyerupai Masjid Demak ini mudah dijangkau dan menjadi salah satu pilihan bagi Umat Muslim di bulan Ramadan ini untuk melaksanakan salat tarawih maupun salat subuh.
Fauzan, salah satu cucu pendiri dari masjid Jami’ ini sekaligus menjadi Sekretaris DKM Masjid Jami ditemui di sela-sela mempersiapkan buka puasa bersama menjelaskan sejarah dari masjid tersebut. Menurutnya, Masjid Jami’ merupakan masjid yang dibangun para saudagar dari Maluku Tenggara sekira tahun 1940.
‘’Masjid ini dibangun oleh Tete Haji Jalis dan tete Raba Buang sekeluarga sekitar tahun 1940,’’ kata Fauzan.
Fauzan (foto:Sulo/cepos)
Saat itu, guru-guru dari Maluku Tenggara dikirim ke Merauke oleh Belanda dengan berbagai latar belakang agama. Katolik, Protestan maupun Islam. Namun saat tiba di Merauke, belum ada masjid sebagai tempat ibadah. Sehingga Tete Haji Jalis, Tete Raba Buang sekelurga dari Maluku Tenggara kemudian membangun masjid dengan ukuran yang masih kecil berbahan kayu saat itu.
‘’Dulunya masjid yang dibangun masih ukuran kecil. Pakai kayu, balok-balok besar itu,’’ jelasnya.
Menelisik Sejarah Masjid Jami Merauke, Masjid Tertua di Kota Merauke
Bagi masyarakat Merauke khususnya umat Muslim yang ada di Kota tidak merasa asing lagi dengan keberadaan Masjid Jami’. Karena Masjid yang berdiri di Jalan Raya Mandala-Jalan Sumatera Merauke itu dibangun sejak zaman penjajahan Belanda.
Laporan Yulius Sulo, Merauke.
Masjid Jami merupakan salah satu tempat ibadah bagi Umat Muslim yang ada di Kota Merauke. Tempatnya, yang berada di jantung Kota Merauke, membuat masjid yang kubahnya menyerupai Masjid Demak ini mudah dijangkau dan menjadi salah satu pilihan bagi Umat Muslim di bulan Ramadan ini untuk melaksanakan salat tarawih maupun salat subuh.
Fauzan, salah satu cucu pendiri dari masjid Jami’ ini sekaligus menjadi Sekretaris DKM Masjid Jami ditemui di sela-sela mempersiapkan buka puasa bersama menjelaskan sejarah dari masjid tersebut. Menurutnya, Masjid Jami’ merupakan masjid yang dibangun para saudagar dari Maluku Tenggara sekira tahun 1940.
‘’Masjid ini dibangun oleh Tete Haji Jalis dan tete Raba Buang sekeluarga sekitar tahun 1940,’’ kata Fauzan.
Fauzan (foto:Sulo/cepos)
Saat itu, guru-guru dari Maluku Tenggara dikirim ke Merauke oleh Belanda dengan berbagai latar belakang agama. Katolik, Protestan maupun Islam. Namun saat tiba di Merauke, belum ada masjid sebagai tempat ibadah. Sehingga Tete Haji Jalis, Tete Raba Buang sekelurga dari Maluku Tenggara kemudian membangun masjid dengan ukuran yang masih kecil berbahan kayu saat itu.
‘’Dulunya masjid yang dibangun masih ukuran kecil. Pakai kayu, balok-balok besar itu,’’ jelasnya.