Friday, January 30, 2026
25.5 C
Jayapura

Intensifkan Pengawasan, Tak Penuhi Syarat Kembalikan ke Daerah Asal 

Upaya Balai Karantina Memastikan Penyakit Hewan dan Tumbuhan Tidak Ada di Papua

Sejumlah penyakit menular pada hewan maupun tumbuhan hingga kini masih menjadi concern, untuk dicegah jangan sampai masuk di Papua. Sebab, bila pengawasan lemah, penyakit ini bisa berdampak pada perekonomian di Papua. Lantas sejuah mana upaya pengawasan yang dilakukan instansi terkait?

Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura 

Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Papua mengaku akan terus meningkatkan  dan memperketat pengawasan lalu lintas hewan maupun tumbuh yang masuk maupun keluar daerah Papua. Meski di satu sisi tugas Balai Karantina di Papua sangat berat.

   Hal tersebut disampaikan, Episode Lamba, selaku Kasubag TU Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Papua, kepada Cenderawasih Pos, pada Rabu (4/6).

Baca Juga :  Surat yang Masuk ke Bupati Wajib Dimasukkan dalam Noken Asli

Episode Lamba mengaku kemungkinan besar persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) di Papua terbatas, kemudian kondisi geografis kemudian di Papua ada penyakit-penyakit yang bebas secara historis.

   “Itu yang membuat kami sangat-sangat intensif melakukan pengawasan terkait dengan masuk maupun keluarnya hama penyakit hewan karantina, hama penyakit ikan karantina, dan penyakit organisme pengangu pada tumbuhan,” jelas Episode.

   Ia menjelaskan, jika secara ekonomi dapat dirasakan, maka tidak menutup kemungkinan penyakit dari hewan, ikan, dan tumbuhan, juga bisa sampai ke manusia. Kondisi ini kata Episode, yang harus di awasi secara berkala meski berat dilakukan dengan berbagai kekurangan-kekurangan yang ada di karantina saat ini.

Baca Juga :  Selain Efisiensi Anggaran, Pemekaran Juga Turut Pengaruhi Hunian Hotel

   Episode juga menyampaikan, penyakit rabies di Papua tidak ada secara historis. Jika ada ia menjelaskan akan membawa dampak buruk bagi kehidupan sosial masyarakat.

Upaya Balai Karantina Memastikan Penyakit Hewan dan Tumbuhan Tidak Ada di Papua

Sejumlah penyakit menular pada hewan maupun tumbuhan hingga kini masih menjadi concern, untuk dicegah jangan sampai masuk di Papua. Sebab, bila pengawasan lemah, penyakit ini bisa berdampak pada perekonomian di Papua. Lantas sejuah mana upaya pengawasan yang dilakukan instansi terkait?

Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura 

Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Papua mengaku akan terus meningkatkan  dan memperketat pengawasan lalu lintas hewan maupun tumbuh yang masuk maupun keluar daerah Papua. Meski di satu sisi tugas Balai Karantina di Papua sangat berat.

   Hal tersebut disampaikan, Episode Lamba, selaku Kasubag TU Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Papua, kepada Cenderawasih Pos, pada Rabu (4/6).

Baca Juga :  Tak Ragu Menolak Tawaran jika Karakter Tak Cocok

Episode Lamba mengaku kemungkinan besar persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) di Papua terbatas, kemudian kondisi geografis kemudian di Papua ada penyakit-penyakit yang bebas secara historis.

   “Itu yang membuat kami sangat-sangat intensif melakukan pengawasan terkait dengan masuk maupun keluarnya hama penyakit hewan karantina, hama penyakit ikan karantina, dan penyakit organisme pengangu pada tumbuhan,” jelas Episode.

   Ia menjelaskan, jika secara ekonomi dapat dirasakan, maka tidak menutup kemungkinan penyakit dari hewan, ikan, dan tumbuhan, juga bisa sampai ke manusia. Kondisi ini kata Episode, yang harus di awasi secara berkala meski berat dilakukan dengan berbagai kekurangan-kekurangan yang ada di karantina saat ini.

Baca Juga :  Berusaha Meminimalisir Kesalahan, Siap Bawa KPU Papua Jadi Barometer 

   Episode juga menyampaikan, penyakit rabies di Papua tidak ada secara historis. Jika ada ia menjelaskan akan membawa dampak buruk bagi kehidupan sosial masyarakat.

Berita Terbaru

Persipura Dihantam Badai Cedera

Anggaran MRP 2026 Turun Signifikan

Direktur RSUD Abepura Siap Diaudit

Artikel Lainnya