Friday, January 30, 2026
26.9 C
Jayapura

Miliki Dua Akses Masuk, Permukaan Kolam Dipenuhi Eceng Gondok

Dalam video yang tersebar juga terdengar suara seorang pria yang menunjuk posisi sang anak di atas pohon kelapa.  Komentar netizenpun beragam. Ada yang menyarankan orang tua Ica untuk mencari orang pintar agar Ica segera ditemukan. Apalagi  dikatakan bahwa disekitar lokasi ditemukan sandal korban. Warga semakin percaya bahwa Ica hilang dibawa mahluk goib.

Namun siapa sangka esok harinya tubuh mungil itu ditemukan disebuah kolam yang permukaannya dipenuhi  dengan tumbuhan teratai. Cenderawasih Pos sempat menyambangi lokasi ini dan menemukan sisa-sisa cerita pilu tersebut. Beberapa saksi  kepada Cenderawasih Pos menceritakan bahwa korban memiliki karakter periang, cepat akrab dan kerap melemparkan senyum.

Baca Juga :  Pencaker Perlu Upaya Kemandirian Untuk Bekerja

“Saya terakhir bertemu dengan korban itu pada Sabtu (29/3), sebelum kembali ke Arso sehari sebelum dia hilang,” ucap seorang wanita yang  enggan namanya dikorankan. Wanita ini nampaknya cukup sering ke Koya Barat sehingga cukup mengenal karakter korban. Di matanya, Ica adalah anak yang periang dan cepat akrab. Meski begitu Ica yang memiliki karakter menggemaskan ini nampaknya jarang diperhatikan oleh orang tuanya.

Saat bermain misalkan, orang tuanya memilih berada di dalam lapak sembari main Hp, sedangkan Ica dibiarkan begitu saja di luar tanpa pengawasan. Ini tentunya bukan pengakuan sepihak melainkan ada beberapa orang yang Cenderawasih Pos temui juga menuturkan hal serupa.

Baca Juga :  Cek Pelayanan Kesehatan, Walikota Sidak Puskesmas Kotaraja

Kebanyakan menyebut jika Ica lebih sering bermain sendiri ketimbang ditemani orang tuanya. Nanti setelah sang anak tidak terlihat barulah kedua orang tuanya heboh  mencari kesana kemari. Warga sekitar memang tak menampik jika saat itu di lokasi sedang ramai yang berbelanja untuk berbuka puasa. Namun ini juga yang menjadi aneh mengingat jika ramai mengapa tak ada yang melihat jika Ica  tidak lagi bermain di tempat pertamanya.

Dalam video yang tersebar juga terdengar suara seorang pria yang menunjuk posisi sang anak di atas pohon kelapa.  Komentar netizenpun beragam. Ada yang menyarankan orang tua Ica untuk mencari orang pintar agar Ica segera ditemukan. Apalagi  dikatakan bahwa disekitar lokasi ditemukan sandal korban. Warga semakin percaya bahwa Ica hilang dibawa mahluk goib.

Namun siapa sangka esok harinya tubuh mungil itu ditemukan disebuah kolam yang permukaannya dipenuhi  dengan tumbuhan teratai. Cenderawasih Pos sempat menyambangi lokasi ini dan menemukan sisa-sisa cerita pilu tersebut. Beberapa saksi  kepada Cenderawasih Pos menceritakan bahwa korban memiliki karakter periang, cepat akrab dan kerap melemparkan senyum.

Baca Juga :  Anggap TPU Tanah Hitam Berjasa, Rasa Kehilangan Jika Pindah ke Tempat Lain

“Saya terakhir bertemu dengan korban itu pada Sabtu (29/3), sebelum kembali ke Arso sehari sebelum dia hilang,” ucap seorang wanita yang  enggan namanya dikorankan. Wanita ini nampaknya cukup sering ke Koya Barat sehingga cukup mengenal karakter korban. Di matanya, Ica adalah anak yang periang dan cepat akrab. Meski begitu Ica yang memiliki karakter menggemaskan ini nampaknya jarang diperhatikan oleh orang tuanya.

Saat bermain misalkan, orang tuanya memilih berada di dalam lapak sembari main Hp, sedangkan Ica dibiarkan begitu saja di luar tanpa pengawasan. Ini tentunya bukan pengakuan sepihak melainkan ada beberapa orang yang Cenderawasih Pos temui juga menuturkan hal serupa.

Baca Juga :  Selama 2025, Tercatat 68 Ribu Kasus Malaria di Kota Jayapura

Kebanyakan menyebut jika Ica lebih sering bermain sendiri ketimbang ditemani orang tuanya. Nanti setelah sang anak tidak terlihat barulah kedua orang tuanya heboh  mencari kesana kemari. Warga sekitar memang tak menampik jika saat itu di lokasi sedang ramai yang berbelanja untuk berbuka puasa. Namun ini juga yang menjadi aneh mengingat jika ramai mengapa tak ada yang melihat jika Ica  tidak lagi bermain di tempat pertamanya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya