Diberikan Berbagai Pembinaan Kerohanian dan Kemandirian

‘’Untuk pembinaan kepribadian disini, kita ada group rap,’’ ungkap Dewanto.

Group Rap yang beranggotakan 12 orang tersebut, jelas dia, sudah memiliki youtube sendiri dengan nama Elpama Prison. Group Rap Lapas Merauke ini, jelas Dewanto, selain mampu menciptakan lagu sendiri, juga jika ada kegiatan besar di luar Lapas Merauke mereka tampil menghibur masyarakat Merauke, seperti HUT Kota Merauke atau dalam rangka HUT 17 Agutus. ‘’Group mereka ini sudah cukup dikenal warga Kota Merauke,’’ terangnya.

Selain group Rap tersebut, juga ada vocal group rohani, sehingga mereka sering dipanggil atau tampil di kegiatan kerohanian baik di gereja maupu kegiatan rohani lainnya.
Sementara untuk pembinaan kemandirian tersebut, ungkap Dewanto, saat ini ada beberapa kegiatan yang sedang dilaksanakan. Pertama, adalah kegaitan pembuatan kripik. Untuk pembuatan kripik ini dilakukan oleh warga binaan perempuan.

Baca Juga :  Jadi Kunci Terciptanya Toleransi dan Kerukunan di Semua Tingkatan

‘’Untuk pembuatan kripik ini masih terbatas, sehingga produksinya selain untuk kalangan sendiri juga kami titipkan di kios depan Lapas Merauke,’’ jelasnya.

Lalu, usaha pencucian sepeda motor, pangkas rambut, dan bengkel las. Ada juga usaha gorengan, namun di bulan ramadan ini untuk sementara usaha gorengan tersebut ditutup dan akan dibuka setelah Idul Fitrio nanti.

Usaha ini lanjut dia dilakukan oleh 12 warga binaan yang sudah masuk assimilasi. Namun lanjut dia, tidak semua warga binaan bisa ditempatkan untuk usaha kemandirian tersebut namun harus melalui pertimbangan-pertimbangan khusus terutama masalah keamanan.

‘’Jadi ada beberapa pertimbangan. Pertama masalah keamanan. Jangan sampai ditempatkan disitu lkalu memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri. Ini yang betul-bettul diseleksi, karena mereka bekerja diluar tembok Lapas,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Hampir Setiap Hari Kena Liur Anjing, Anggap yang Penting Bukan Dosa Besar

‘’Untuk pembinaan kepribadian disini, kita ada group rap,’’ ungkap Dewanto.

Group Rap yang beranggotakan 12 orang tersebut, jelas dia, sudah memiliki youtube sendiri dengan nama Elpama Prison. Group Rap Lapas Merauke ini, jelas Dewanto, selain mampu menciptakan lagu sendiri, juga jika ada kegiatan besar di luar Lapas Merauke mereka tampil menghibur masyarakat Merauke, seperti HUT Kota Merauke atau dalam rangka HUT 17 Agutus. ‘’Group mereka ini sudah cukup dikenal warga Kota Merauke,’’ terangnya.

Selain group Rap tersebut, juga ada vocal group rohani, sehingga mereka sering dipanggil atau tampil di kegiatan kerohanian baik di gereja maupu kegiatan rohani lainnya.
Sementara untuk pembinaan kemandirian tersebut, ungkap Dewanto, saat ini ada beberapa kegiatan yang sedang dilaksanakan. Pertama, adalah kegaitan pembuatan kripik. Untuk pembuatan kripik ini dilakukan oleh warga binaan perempuan.

Baca Juga :  Libatkan 40 UMKM RI-PNG, Diharap Bisa Dongkrak Perekonomian di Perbatasan

‘’Untuk pembuatan kripik ini masih terbatas, sehingga produksinya selain untuk kalangan sendiri juga kami titipkan di kios depan Lapas Merauke,’’ jelasnya.

Lalu, usaha pencucian sepeda motor, pangkas rambut, dan bengkel las. Ada juga usaha gorengan, namun di bulan ramadan ini untuk sementara usaha gorengan tersebut ditutup dan akan dibuka setelah Idul Fitrio nanti.

Usaha ini lanjut dia dilakukan oleh 12 warga binaan yang sudah masuk assimilasi. Namun lanjut dia, tidak semua warga binaan bisa ditempatkan untuk usaha kemandirian tersebut namun harus melalui pertimbangan-pertimbangan khusus terutama masalah keamanan.

‘’Jadi ada beberapa pertimbangan. Pertama masalah keamanan. Jangan sampai ditempatkan disitu lkalu memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri. Ini yang betul-bettul diseleksi, karena mereka bekerja diluar tembok Lapas,’’ jelasnya.

Baca Juga :  "Kami juga Butuh Tambahan Gizi Seperti Teman-teman  Sekolah Lain"

Berita Terbaru

Artikel Lainnya