Mencermati Peluang dan Perkembangan Investasi di Papua Selama Tahun 2025
Pembangunan di Papua tidak hanya bisa dilakukan pemerintah, namun juga sektor swasta yang melakukan investasi di berbagai bidang usaha. Lantas sejauh mana perkembangan investasi di Papua selama tahun 2025?
Laporan: Elfira_Jayapura
Realisasi investasi di Provinsi Papua sepanjang tahun 2025 ternyata mengalami penurunan. Total capaian investasi tercatat sebesar Rp896 miliar atau belum mencapai target Rp1 triliun. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor struktural yang hingga kini masih menjadi tantangan bagi Pemerintah Provinsi Papua.
Penurunan investasi tersebut antara lain disebabkan karen kendala keterbatasan infrastruktur dan tingginya biaya logistik. Kualitas jalan, pelabuhan, serta konektivitas antardaerah di Papua dinilai masih tertinggal dibandingkan wilayah lain di Indonesia.
Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Papua, Dr.Karsudi, SP,MSi menyebut, kondisi ini berdampak langsung pada tingginya biaya produksi dan distribusi, sehingga mengurangi daya tarik investasi.
Selain itu, keterbatasan infrastruktur juga dirasakan di daerah-daerah dengan akses sulit, yang membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana dasar untuk mendukung aktivitas ekonomi.
Mencermati Peluang dan Perkembangan Investasi di Papua Selama Tahun 2025
Pembangunan di Papua tidak hanya bisa dilakukan pemerintah, namun juga sektor swasta yang melakukan investasi di berbagai bidang usaha. Lantas sejauh mana perkembangan investasi di Papua selama tahun 2025?
Laporan: Elfira_Jayapura
Realisasi investasi di Provinsi Papua sepanjang tahun 2025 ternyata mengalami penurunan. Total capaian investasi tercatat sebesar Rp896 miliar atau belum mencapai target Rp1 triliun. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor struktural yang hingga kini masih menjadi tantangan bagi Pemerintah Provinsi Papua.
Penurunan investasi tersebut antara lain disebabkan karen kendala keterbatasan infrastruktur dan tingginya biaya logistik. Kualitas jalan, pelabuhan, serta konektivitas antardaerah di Papua dinilai masih tertinggal dibandingkan wilayah lain di Indonesia.
Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Papua, Dr.Karsudi, SP,MSi menyebut, kondisi ini berdampak langsung pada tingginya biaya produksi dan distribusi, sehingga mengurangi daya tarik investasi.
Selain itu, keterbatasan infrastruktur juga dirasakan di daerah-daerah dengan akses sulit, yang membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana dasar untuk mendukung aktivitas ekonomi.