Proposalnya Ditolak ITS, Eh Malah Raih S3 di Berlin

Tidak ada kewajiban mengikuti kuliah, namun mahasiswa diminta fokus pada penelitian dan publikasi. Kolaborasi antarpeneliti lintas jurusan dan bahkan lintas negara sangat ditekankan. Tantangan yang ia hadapi di Jerman lebih pada penyesuaian budaya dan waktu ibadah. Perubahan waktu salat yang drastis, antara musim panas dan dingin. Sehingga harus disiplin dan cermat dalam mengatur jadwal. Culture shock sempat dia rasakan saat harus menyesuaikan pola komunikasi dengan orang Jerman.

Juga saat mencari bahan makanan halal. Namun, semuanya kini sudah bisa diatasi. Menjadi mahasiswa dan ibu secara bersamaan juga menjadi tantangan tersendiri. Saat ini, suami dan anaknya masih tinggal di Indonesia, sambil menunggu proses visa. Dita memanfaatkan waktu dengan baik, mengerjakan riset di rumah, berkomunikasi intensif dengan keluarga, serta berdiskusi dengan suami untuk brainstorming ide penelitian.

Baca Juga :  Beasisiwa Mahasiswa Harus Jadi Urusan Bangsa

’’Selama dua tahun ini, saya tiga kali pulang ke Indonesia. Suami serta anak saya sempat berkunjung ke Jerman saat bulan puasa kemarin,’’ ucap Dosen Universitas Telkom Bandung tersebut. (wen/jif)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Tidak ada kewajiban mengikuti kuliah, namun mahasiswa diminta fokus pada penelitian dan publikasi. Kolaborasi antarpeneliti lintas jurusan dan bahkan lintas negara sangat ditekankan. Tantangan yang ia hadapi di Jerman lebih pada penyesuaian budaya dan waktu ibadah. Perubahan waktu salat yang drastis, antara musim panas dan dingin. Sehingga harus disiplin dan cermat dalam mengatur jadwal. Culture shock sempat dia rasakan saat harus menyesuaikan pola komunikasi dengan orang Jerman.

Juga saat mencari bahan makanan halal. Namun, semuanya kini sudah bisa diatasi. Menjadi mahasiswa dan ibu secara bersamaan juga menjadi tantangan tersendiri. Saat ini, suami dan anaknya masih tinggal di Indonesia, sambil menunggu proses visa. Dita memanfaatkan waktu dengan baik, mengerjakan riset di rumah, berkomunikasi intensif dengan keluarga, serta berdiskusi dengan suami untuk brainstorming ide penelitian.

Baca Juga :  Raup Ratusan Juta, Gelar Beragam Festival

’’Selama dua tahun ini, saya tiga kali pulang ke Indonesia. Suami serta anak saya sempat berkunjung ke Jerman saat bulan puasa kemarin,’’ ucap Dosen Universitas Telkom Bandung tersebut. (wen/jif)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya