Friday, April 4, 2025
28.7 C
Jayapura

Hiswana Migas: Harga BBM di Puncak Jaya Stabil

JAYAPURA – Terkait isu kenaikan harga BBM di Puncak Jaya, khusus BBM subsidi,  dibantah Hiswana Migas Papua Maluku.

Ketua DPD Hiswana Migas Papua Maluku, Ledryk J Lekenila (Ongen) mengatakan, terkait harga jual BBM di daerah pegunungan seperti Kab. Puncak Jaya dan Provinsi Papua Tengah tetap sama dengan harga jual BBM yang ada di Jayapura.

“Apalagi penyaluran BBM subsidi ini melalui SPBU Kompak atau SPBU BBM Satu Harga, tidak mungkin ada kecurangan dan itu bisa kita pastikan. Lain cerita jika pembeli menjual kembali, tetapi rata-rata untuk daerah pegunungan sangat sulit peluangnya untuk BBM disalahgunakan,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (11/1) kemarin.

Diakuinya, untuk penyalur penjualan seperti PT Alda Christ Papua normal dari awal bulan sampai dengan saat ini.

Baca Juga :  BPS Papua:  Jumlah Penumpang Kapal Laut Meningkat

“Setiap hari menjual 3.000 liter Pertalite dan 800 liter solar. Ini data rutin yang dilakukan dari Senin sampai Sabtu, penjualan ini juga sudah sesuai alokasi Pertamina, “ujarnya.

Bahkan untuk tahun baru, permintaan BBM di Puncak Jaya alami peningkatan, sehingga ada permintaan penambahan kuota BBM yakni 3.600 liter per hari.

Lanjutnya, meski ada penambahan kuota harga jual tetap sama dengan harga di Jayapura yaitu Rp 10.000/liter untuk Pertalite dan Solar Rp 6.800/liter, diluar dari harga tersebut biasanya dilakukan oleh penjual BBM eceran.

“Kami juga mengharapkan agar penggunaan BBM untuk indrustri dan proyek tidak mengantri di SPBU, ” pungkasnya. (ana/ary)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

Baca Juga :  Bulan Ramadan dan Idul Fitri, Bank Mandiri Siapkan Rp 653 M

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

JAYAPURA – Terkait isu kenaikan harga BBM di Puncak Jaya, khusus BBM subsidi,  dibantah Hiswana Migas Papua Maluku.

Ketua DPD Hiswana Migas Papua Maluku, Ledryk J Lekenila (Ongen) mengatakan, terkait harga jual BBM di daerah pegunungan seperti Kab. Puncak Jaya dan Provinsi Papua Tengah tetap sama dengan harga jual BBM yang ada di Jayapura.

“Apalagi penyaluran BBM subsidi ini melalui SPBU Kompak atau SPBU BBM Satu Harga, tidak mungkin ada kecurangan dan itu bisa kita pastikan. Lain cerita jika pembeli menjual kembali, tetapi rata-rata untuk daerah pegunungan sangat sulit peluangnya untuk BBM disalahgunakan,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (11/1) kemarin.

Diakuinya, untuk penyalur penjualan seperti PT Alda Christ Papua normal dari awal bulan sampai dengan saat ini.

Baca Juga :  Pemerintah Harus Jamin Stok dan Harga Telur Lokal Stabil

“Setiap hari menjual 3.000 liter Pertalite dan 800 liter solar. Ini data rutin yang dilakukan dari Senin sampai Sabtu, penjualan ini juga sudah sesuai alokasi Pertamina, “ujarnya.

Bahkan untuk tahun baru, permintaan BBM di Puncak Jaya alami peningkatan, sehingga ada permintaan penambahan kuota BBM yakni 3.600 liter per hari.

Lanjutnya, meski ada penambahan kuota harga jual tetap sama dengan harga di Jayapura yaitu Rp 10.000/liter untuk Pertalite dan Solar Rp 6.800/liter, diluar dari harga tersebut biasanya dilakukan oleh penjual BBM eceran.

“Kami juga mengharapkan agar penggunaan BBM untuk indrustri dan proyek tidak mengantri di SPBU, ” pungkasnya. (ana/ary)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

Baca Juga :  Harga Minyak Dunia Melemah Dipicu Kekhawatiran Kurangnya Permintaan

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya