Saturday, January 31, 2026
31.4 C
Jayapura

Korban Tewas Karena Ditikam

Seorang Bayi Meninggal Usai Pembukaan Blokade Jalan

MIMIKA – Pemalangan yang terjadi di ruas utama Jalan Ahmad Yani Timika setelah dilakukan blokade dan terjadi kericuhan pada Rabu (28/1) akhirnya dibuka. Pantauan Cenderawasih Pos Kamis (29/1) situasi di lokasi kejadian sudah kembali normal. Masyarakat beraktivitas seperti biasanya di tengah duka yang sedang menyelimuti keluarga korban. Pemicu blokade jalan utama ternyata benar akibat adanya kasus pembunuhan seorang pemuda bernama Sudirman Letsoin.

Meski begitu aparat keamanan terlihat masih berjaga-jaga di lokasi guna memastikan situasi benar-benar kondusif. Ketua Pemuda Loorlobai Kabupaten Mimika, Arifin Letsoin yang juga merupakan paman kandung korban, menjelaskan bahwa kericuhan yang terjadi pada Rabu malam seyogyanya dipicu oleh salah paham antara kerabat dan keluarga korban dengan aparat keamanan.

Pasca insiden itu, pihak keluarga korban telah bertemu dengan Kapolres Mimika AKBP Bilyandha Hildiario Budiman di Sentra Pelayanan Polres Mimika di Jalan Cenderawasih. Dari hasil pertemuan itu, pihak keluarga korban akhirnya mempercayakan penuh penanganan kasus ini kepada kepolisian.

Baca Juga :  Satu Persatu Mulai Tinggalkan Gedung DPRP

“Sudah dimediasi sama Kapolres Mimika terkait pembukaan palang, kemudian bicara soal miskomunikasi yang mengakibatkan ada satu bayi yang meninggal dunia. Sudah bicarakan semua tadi malam,” kata Arifin saat ditemui, Kamis pagi. “Kami dari pihak keluarga percayakan teman-teman kepolisian bekerja semaksimal mungkin segera menangkap pelaku agar tidak ada hal-hal di luar dugaan kita ke depan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, kata Arifin pihaknya juga telah menyampaikan kepada seluruh keluarga korban agar tidak mengambil tindakan apapun setelah pemakaman agar polisi dapat bekerja dengan maksimal. Sebab menurutnya, jika pihak keluarga tetap melakukan tekanan berlebihan maka konsentrasi kepolisian terbagi, dan kasus ini pun akan semakin sulit untuk diungkap.

“Sehingga kami percayakan teman-teman kepolisian semoga cepat mendapat pelaku dan menindak dengan seadil-adilnya,” tegas Arifin. Jenazah mendiang Sudirman Letsoin sendiri rencananya akan dimakamkan hari ini bersama dengan satu jenazah yang merupakan bayi berusia 3 bulan yang meninggal dunia pada Rabu malam. Pemakaman akan dilakukan setelah orang tua mendiang Sudirman tiba di Mimika.

Baca Juga :  Terbaik di Indonesia

“Ini sambil menunggu orang tua korban, teman-teman kerukunan sudah mempersiapkan semua hal, tinggal kita antar ke makam,” ungkapnya. Arifin turut menjelaskan kejadian yang mengakibatkan Sudirman Letsoin meninggal dunia. Menurutnya, saat itu korban terlebih dahulu mengkonsumsi minuman keras di Kompleks Singaraja.

Malampun semakin larut, korban yang merasa lapar kemudian makan. Namun, saat itu air minum di rumahnya habis memaksa korban untuk keluar rumah untuk mencari air minum. Tiba-tiba, terjadi aksi pelemparan batu dari arah lorong SD Inpres Koperapoka. Untuk membela diri, korban pun ikut dalam baku lempar, dan dibantu oleh kurang lebih lima orang rekannya.

Seorang Bayi Meninggal Usai Pembukaan Blokade Jalan

MIMIKA – Pemalangan yang terjadi di ruas utama Jalan Ahmad Yani Timika setelah dilakukan blokade dan terjadi kericuhan pada Rabu (28/1) akhirnya dibuka. Pantauan Cenderawasih Pos Kamis (29/1) situasi di lokasi kejadian sudah kembali normal. Masyarakat beraktivitas seperti biasanya di tengah duka yang sedang menyelimuti keluarga korban. Pemicu blokade jalan utama ternyata benar akibat adanya kasus pembunuhan seorang pemuda bernama Sudirman Letsoin.

Meski begitu aparat keamanan terlihat masih berjaga-jaga di lokasi guna memastikan situasi benar-benar kondusif. Ketua Pemuda Loorlobai Kabupaten Mimika, Arifin Letsoin yang juga merupakan paman kandung korban, menjelaskan bahwa kericuhan yang terjadi pada Rabu malam seyogyanya dipicu oleh salah paham antara kerabat dan keluarga korban dengan aparat keamanan.

Pasca insiden itu, pihak keluarga korban telah bertemu dengan Kapolres Mimika AKBP Bilyandha Hildiario Budiman di Sentra Pelayanan Polres Mimika di Jalan Cenderawasih. Dari hasil pertemuan itu, pihak keluarga korban akhirnya mempercayakan penuh penanganan kasus ini kepada kepolisian.

Baca Juga :  Tiga Hari Rapid Test, 394 Pedagang Dinyatakan Reaktif

“Sudah dimediasi sama Kapolres Mimika terkait pembukaan palang, kemudian bicara soal miskomunikasi yang mengakibatkan ada satu bayi yang meninggal dunia. Sudah bicarakan semua tadi malam,” kata Arifin saat ditemui, Kamis pagi. “Kami dari pihak keluarga percayakan teman-teman kepolisian bekerja semaksimal mungkin segera menangkap pelaku agar tidak ada hal-hal di luar dugaan kita ke depan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, kata Arifin pihaknya juga telah menyampaikan kepada seluruh keluarga korban agar tidak mengambil tindakan apapun setelah pemakaman agar polisi dapat bekerja dengan maksimal. Sebab menurutnya, jika pihak keluarga tetap melakukan tekanan berlebihan maka konsentrasi kepolisian terbagi, dan kasus ini pun akan semakin sulit untuk diungkap.

“Sehingga kami percayakan teman-teman kepolisian semoga cepat mendapat pelaku dan menindak dengan seadil-adilnya,” tegas Arifin. Jenazah mendiang Sudirman Letsoin sendiri rencananya akan dimakamkan hari ini bersama dengan satu jenazah yang merupakan bayi berusia 3 bulan yang meninggal dunia pada Rabu malam. Pemakaman akan dilakukan setelah orang tua mendiang Sudirman tiba di Mimika.

Baca Juga :  Ditemukan Terkubur dan Ditutupi Dedaunan

“Ini sambil menunggu orang tua korban, teman-teman kerukunan sudah mempersiapkan semua hal, tinggal kita antar ke makam,” ungkapnya. Arifin turut menjelaskan kejadian yang mengakibatkan Sudirman Letsoin meninggal dunia. Menurutnya, saat itu korban terlebih dahulu mengkonsumsi minuman keras di Kompleks Singaraja.

Malampun semakin larut, korban yang merasa lapar kemudian makan. Namun, saat itu air minum di rumahnya habis memaksa korban untuk keluar rumah untuk mencari air minum. Tiba-tiba, terjadi aksi pelemparan batu dari arah lorong SD Inpres Koperapoka. Untuk membela diri, korban pun ikut dalam baku lempar, dan dibantu oleh kurang lebih lima orang rekannya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya