Di tempat yang sama Plt Kepala Disnakerindag Jayawijaya Issak Hubi. S.Sos menyatakan bantuan yang ingin diserahkan saat ini adalah bantuan dari wakil presiden yang datang pada 13 dan 14 Januari ke Wamena, beliau menitipkan paket sembako ini kepada mama -mama pedagang OAP di pasar potikelek.
“Hari ini kita mau bagi tetapi mama -mama pedagang ini tak setuju untuk menerima bantuan yang ada karena alasan mereka itu yang dibutuhkan bukan bama namun modal usaha, mereka mempertanyakan kenapa Wapres tak memberikan modal usaha saat mau meninggalkan Jayawijaya,” bebernya.
Sementara itu Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan paket sembako bantuan Wapres ini sudah ada saat beliau berkunjung ke Wamena, dan rencananya akan dibagikan di pasar Potikelek pada saat itu, namun karena waktu tak memungkinkan sehingga paket sembako itu dititipkan ke Pemkab Jayawijaya untuk dibagikan.
“Sekarang paket ini kita siap salurkan kepada para pedagang pasar Potikelek sebanyak 1000 orang sesuai dengan jumlah paket yang telah disediakan, selain itu, ada 250 paket yang juga diserahkan kepada masyarakat terdampak longsor di kampung Pobiatma Distrik Asotipo,”ungkapnya di Wamena. Rabu (28/1)
Menurutnya, untuk pembagian bantuan dari Wapres RI, dikoordinir langsung oleh Disnakerindag dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayawijaya kepada mama -mama pedagang pasar potikelek dan diharapkan paket sembako ini dapat bermanfaat untuk penerima para pedagang ini.
“Titipan dari Wapres RI sudah kita sampaikan kepada penerima manfaat yakni mama -mama pedagang yang ada di pasar Potikelek,” ujar Bupati Murib.
Di tempat yang sama Plt Kepala Disnakerindag Jayawijaya Issak Hubi. S.Sos menyatakan bantuan yang ingin diserahkan saat ini adalah bantuan dari wakil presiden yang datang pada 13 dan 14 Januari ke Wamena, beliau menitipkan paket sembako ini kepada mama -mama pedagang OAP di pasar potikelek.
“Hari ini kita mau bagi tetapi mama -mama pedagang ini tak setuju untuk menerima bantuan yang ada karena alasan mereka itu yang dibutuhkan bukan bama namun modal usaha, mereka mempertanyakan kenapa Wapres tak memberikan modal usaha saat mau meninggalkan Jayawijaya,” bebernya.
Sementara itu Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan paket sembako bantuan Wapres ini sudah ada saat beliau berkunjung ke Wamena, dan rencananya akan dibagikan di pasar Potikelek pada saat itu, namun karena waktu tak memungkinkan sehingga paket sembako itu dititipkan ke Pemkab Jayawijaya untuk dibagikan.
“Sekarang paket ini kita siap salurkan kepada para pedagang pasar Potikelek sebanyak 1000 orang sesuai dengan jumlah paket yang telah disediakan, selain itu, ada 250 paket yang juga diserahkan kepada masyarakat terdampak longsor di kampung Pobiatma Distrik Asotipo,”ungkapnya di Wamena. Rabu (28/1)
Menurutnya, untuk pembagian bantuan dari Wapres RI, dikoordinir langsung oleh Disnakerindag dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayawijaya kepada mama -mama pedagang pasar potikelek dan diharapkan paket sembako ini dapat bermanfaat untuk penerima para pedagang ini.
“Titipan dari Wapres RI sudah kita sampaikan kepada penerima manfaat yakni mama -mama pedagang yang ada di pasar Potikelek,” ujar Bupati Murib.