Masih Bungkam Soal Asal Amunisi

JAYAPURA – Meski sudah diamankan dan dipertemukan dengan dua pelaku lainnya, ketua KNPB (Komite Nasional Papua Barat) Kabupaten Mimika berinisil YA masih belum mau mengungkapkan dari mana ia mendapatkan amunisi (peluru) yang kemudian dijual kepada BK yang memang menyiapkan uang untuk membeli peluru. Direskrimsus Polda Papua, Kombes Pol Faisal menyampaikan bahwa ketiganya kini masih diperiksa di Polres Mimika.

“Tapi belum ada pengakuan. YA yang menyerahkan peluru ini belum mau bicara darimana ia mendapatkan amunisi tersebut,” kata Faisal kepada Cenderawasih Pos di Polda Papua, Senin (26/9).

Meski masih bungkam, kata Faisal penyidik masih akan mencari bukti lain termasuk satu pelaku yang dalam pengejaran. “Ia ada 1 pelaku lagi yang dalam penyelidikan. Jadi semuanya ada 4 orang,” tambahmya.

Baca Juga :  Argentina Juara Piala Dunia

YA sendiri bungkam karena ia juga tidak dapat begitu saja melainkan ada rangkaian.

“Inikan rangkaian  jadi semisal YA dapat darimana hingga sampai ke tangan dia ini yang masih ditutupi,”  jelas Faisal.

Selain itu dikatakan masih ada satu jenis peluru V2 Sabhara yang belum terungkap. Sementara terkait pendanaan untuk membeli amunisi ini kata Kombes Faisal informasi sementara uang ini diperoleh dari kelompok KKB Undinus Kogoya  namun penyidik masih mencaritahu darimana saja aliran dananya.

  Sedangkan untuk pelaku dijelaskan bahwa  BK, MN dan YA semua masih di Timika. “Kami pikir disana mampu menangani yang begini – begini,” imbuhnya. (ade/wen)

Baca Juga :  Mantan Bupati Jadi Tersangka, Rice Cooker dan Mesin Cuci Jadi Barang Bukti

JAYAPURA – Meski sudah diamankan dan dipertemukan dengan dua pelaku lainnya, ketua KNPB (Komite Nasional Papua Barat) Kabupaten Mimika berinisil YA masih belum mau mengungkapkan dari mana ia mendapatkan amunisi (peluru) yang kemudian dijual kepada BK yang memang menyiapkan uang untuk membeli peluru. Direskrimsus Polda Papua, Kombes Pol Faisal menyampaikan bahwa ketiganya kini masih diperiksa di Polres Mimika.

“Tapi belum ada pengakuan. YA yang menyerahkan peluru ini belum mau bicara darimana ia mendapatkan amunisi tersebut,” kata Faisal kepada Cenderawasih Pos di Polda Papua, Senin (26/9).

Meski masih bungkam, kata Faisal penyidik masih akan mencari bukti lain termasuk satu pelaku yang dalam pengejaran. “Ia ada 1 pelaku lagi yang dalam penyelidikan. Jadi semuanya ada 4 orang,” tambahmya.

Baca Juga :  Jual Pontih, Dua Warga Diamankan Polisi 

YA sendiri bungkam karena ia juga tidak dapat begitu saja melainkan ada rangkaian.

“Inikan rangkaian  jadi semisal YA dapat darimana hingga sampai ke tangan dia ini yang masih ditutupi,”  jelas Faisal.

Selain itu dikatakan masih ada satu jenis peluru V2 Sabhara yang belum terungkap. Sementara terkait pendanaan untuk membeli amunisi ini kata Kombes Faisal informasi sementara uang ini diperoleh dari kelompok KKB Undinus Kogoya  namun penyidik masih mencaritahu darimana saja aliran dananya.

  Sedangkan untuk pelaku dijelaskan bahwa  BK, MN dan YA semua masih di Timika. “Kami pikir disana mampu menangani yang begini – begini,” imbuhnya. (ade/wen)

Baca Juga :  Tak Pulang Sejak Oktober, Warga Kaget Ada Mayat Tinggal Tulang

Berita Terbaru

Artikel Lainnya