Benturan keras membuat bagian depan pesawat, terutama mesin dan baling-baling, langsung terbakar. Api kemudian menjalar ke badan pesawat. Namun ekor dan kedua sayap pesawat tidak sampai hangus. Karena di sekitar bandara tidak terdapat fasilitas pemadam kebakaran, upaya pemadaman dilakukan secara manual oleh Satgas Kopasgat, aparat keamanan (Apkam), serta masyarakat menggunakan peralatan seadanya.
“Api berhasil dikendalikan meski sempat membakar sebagian besar badan pesawat,” jelasnya Kompol Mardi. Polres Puncak langsung merespons dengan mendatangi lokasi kejadian, mengamankan area sekitar, serta membantu proses evakuasi dan pemadaman.
“Kami bersama masyarakat berupaya maksimal dengan segala keterbatasan yang ada,” ujar Kompol Mardi. Pihaknya tengah menyelidiki terkait penyebab hilangnya kendali pesawat tersebut. Adapun pilot dan co pilot langsung kembali ke Timika menggunakan pesawat lain tidak lama setelah kejadian, sehingga belum bisa dimintai keterangan resmi.
Sebagai dampak kecelakaan ini, aktivitas penerbangan di Bandara Aminggaru Ilaga ditutup sementara. Penutupan dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelancaran proses penyelidikan serta pembersihan area landasan.
Kompol Mardi menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan otoritas penerbangan, TNI AU, serta pihak Aviasi Puncak untuk menyelidiki penyebab insiden.
“Yang terpenting saat ini semua selamat. Selanjutnya kita tunggu hasil investigasi resmi. Kami juga telah evakuasi pangkai badan pesawat agar tidak menggangu penerbangan selanjutnya,” tutup Kompol Mardi.