Wednesday, January 28, 2026
25.6 C
Jayapura

Anggap Protes MBG Hanya Karena Khawatir

JAYAPURA – Makan Bergizi Gratis atau yang dikenal sebagai program MBG masih menjadi topik yang terus diperbincangkan di tengah masyarakat. Sering ada keputusan yang pro kontra dari program tersebut.

Sejak resmi dijalankan tanggal 6 Januari 2025 hingga saat ini (Februari 2026), sudah banyak temuan yang merugikan terkait program MBG yang dirasakan oleh masyarakat. Baik oleh siswa, masyarakat, ataupun guru. Bahkan jika ditarik soal sistem penganggarannya ternyata untuk 1 hari mencapai Rp 1,2 triliun.

Angka yang sejatinya bisa memperbaiki wajah pendidikan Indonesia ketimbang berkutat dengan program yang terkesan hanya menguntungkan koorporate. Di Papua isu MBG terus menjadi sorotan utama di media massa maupun media sosial. Linimasa pemberitaan menunjukkan peningkatan tajam setelah muncul sejumlah kasus keracunan massal di beberapa daerah.

Baca Juga :  Polda Papua Hati-hati Sikapi Masalah Yalimo

Menangapi itu Kepala Badan Gizi Nasional Papua, Djimmy Yomaiwi Douw justru menyatakan respon positif. Ia mengaku telah mengunjungi sekolah-sekolah di daerah terpencil Papua. Respons masyarakat terutama orang tua terhadap program tersebut sangat baik dan mendukung. Diakuinya kebanyakan penolakan dari orang tua timbul dari kekwatiran akan terjadi yang tidak diinginkan kepada anak dari makanan bergizi itu.

JAYAPURA – Makan Bergizi Gratis atau yang dikenal sebagai program MBG masih menjadi topik yang terus diperbincangkan di tengah masyarakat. Sering ada keputusan yang pro kontra dari program tersebut.

Sejak resmi dijalankan tanggal 6 Januari 2025 hingga saat ini (Februari 2026), sudah banyak temuan yang merugikan terkait program MBG yang dirasakan oleh masyarakat. Baik oleh siswa, masyarakat, ataupun guru. Bahkan jika ditarik soal sistem penganggarannya ternyata untuk 1 hari mencapai Rp 1,2 triliun.

Angka yang sejatinya bisa memperbaiki wajah pendidikan Indonesia ketimbang berkutat dengan program yang terkesan hanya menguntungkan koorporate. Di Papua isu MBG terus menjadi sorotan utama di media massa maupun media sosial. Linimasa pemberitaan menunjukkan peningkatan tajam setelah muncul sejumlah kasus keracunan massal di beberapa daerah.

Baca Juga :  Lukas Enembe Tolak Berobat di RSPAD

Menangapi itu Kepala Badan Gizi Nasional Papua, Djimmy Yomaiwi Douw justru menyatakan respon positif. Ia mengaku telah mengunjungi sekolah-sekolah di daerah terpencil Papua. Respons masyarakat terutama orang tua terhadap program tersebut sangat baik dan mendukung. Diakuinya kebanyakan penolakan dari orang tua timbul dari kekwatiran akan terjadi yang tidak diinginkan kepada anak dari makanan bergizi itu.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya