Pihaknya memberikan peringatan keras kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa perang untuk merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua pada 1 Desember 1961 akan tetap dilakukan hingga negara Indonesia mengakuinya dan keluar dari Tanah Papua. Jika tidak maka, perang akan terus berlanjut dan seluruh agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang beroperasi di ranah sipil akan ditembak mati.
“Jika memasuki wilayah konflik bersenjata di Yahukimo Korowai, Intan Jaya, Nduga, Pengunungan Bintang, Puncak, Puncak Jaya, Maybrat, Nabire dan seterusnya. Ini juga sebagai peringatan penting bagi imigran Indonesia untuk keluar dari wilayah konflik,” tutupnya. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Pihaknya memberikan peringatan keras kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa perang untuk merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua pada 1 Desember 1961 akan tetap dilakukan hingga negara Indonesia mengakuinya dan keluar dari Tanah Papua. Jika tidak maka, perang akan terus berlanjut dan seluruh agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang beroperasi di ranah sipil akan ditembak mati.
“Jika memasuki wilayah konflik bersenjata di Yahukimo Korowai, Intan Jaya, Nduga, Pengunungan Bintang, Puncak, Puncak Jaya, Maybrat, Nabire dan seterusnya. Ini juga sebagai peringatan penting bagi imigran Indonesia untuk keluar dari wilayah konflik,” tutupnya. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q