Friday, February 27, 2026
25.2 C
Jayapura

Dalam Sehari, Polisi Tangani Tiga Temuan Mayat

Salah Satu Korban Wanita Diduga Bunuh Diri

SENTANI – Tim Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Jayapura menerima dua laporan penemuan mayat dalam satu hari yang sama, Senin (23/2). Yang pertama di wilayah Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura. Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Alamsyah Ali menjelaskan bahwa pendataan sudah dilakukan langsung di tempat kejadian perkara (TKP).

1- evakuasi mayat1
Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP korban yang diduga meninggal dengan cara bunuh diri di Doyo Baru, Senin (23/2) lalu). (foto:Humas for Cepos)

“Benar, kami menerima dua laporan penemuan mayat di lokasi berbeda di wilayah Doyo Baru. Keduanya sudah dilakukan olah TKP oleh anggota kami,” ujarnya, Selasa (24/2).

Untuk kasus pertama, korban diketahui berjenis kelamin perempuan dengan inisial M (48), karyawan swasta, lahir di Trenggalek dan berdomisili di Blok C Nomor 6 BTN Doyo.

Baca Juga :  Kasus Pembunuhan Sipil Berpotensi Hambat Pembangunan

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di TKP, korban diduga meninggal dunia karena bunuh diri. Dari lokasi kejadian, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Jenazah telah dievakuasi dan rencananya dimakamkan oleh pihak keluarga pada hari yang sama. “Dugaan sementara korban meninggal karena bunuh diri, dengan motif terlilit utang di koperasi sebesar Rp 30 juta, Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan saat olah TKP,” jelas Alamsyah.

Sementara itu, pada malam harinya sekitar pukul 22.30 WIT, polisi kembali menerima laporan penemuan mayat kedua. Korban berjenis kelamin laki-laki dengan inisial H (45).

Alamat terakhir korban tercatat di Tanah Hitam, Abepura, Kota Jayapura, namun ditemukan meninggal dunia di BTN Doyo Grand Jalur 5A. Dari keterangan saksi, korban sebelumnya sempat mengeluh sakit. Pada Jumat dan Sabtu, korban dilaporkan mengalami penurunan kondisi kesehatan dan sempat meminta tolong kepada saksi untuk membelikan obat jenis Bodrex dan Paracetamol pada Sabtu, 21 Februari.

Baca Juga :  Kondisi HAM di Papua Masuki Fase Darurat

“Hasil olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal dunia karena sakit, kemungkinan gagal jantung,” ungkapnya.

Polres Jayapura memastikan kedua kasus tersebut masih dalam pendalaman lebih lanjut, namun dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan indikasi tindak pidana pada kedua peristiwa tersebut.

Salah Satu Korban Wanita Diduga Bunuh Diri

SENTANI – Tim Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Jayapura menerima dua laporan penemuan mayat dalam satu hari yang sama, Senin (23/2). Yang pertama di wilayah Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura. Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Alamsyah Ali menjelaskan bahwa pendataan sudah dilakukan langsung di tempat kejadian perkara (TKP).

1- evakuasi mayat1
Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP korban yang diduga meninggal dengan cara bunuh diri di Doyo Baru, Senin (23/2) lalu). (foto:Humas for Cepos)

“Benar, kami menerima dua laporan penemuan mayat di lokasi berbeda di wilayah Doyo Baru. Keduanya sudah dilakukan olah TKP oleh anggota kami,” ujarnya, Selasa (24/2).

Untuk kasus pertama, korban diketahui berjenis kelamin perempuan dengan inisial M (48), karyawan swasta, lahir di Trenggalek dan berdomisili di Blok C Nomor 6 BTN Doyo.

Baca Juga :  Jelang Natal Polres Sarmi Gelar Patroli Santa

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di TKP, korban diduga meninggal dunia karena bunuh diri. Dari lokasi kejadian, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Jenazah telah dievakuasi dan rencananya dimakamkan oleh pihak keluarga pada hari yang sama. “Dugaan sementara korban meninggal karena bunuh diri, dengan motif terlilit utang di koperasi sebesar Rp 30 juta, Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan saat olah TKP,” jelas Alamsyah.

Sementara itu, pada malam harinya sekitar pukul 22.30 WIT, polisi kembali menerima laporan penemuan mayat kedua. Korban berjenis kelamin laki-laki dengan inisial H (45).

Alamat terakhir korban tercatat di Tanah Hitam, Abepura, Kota Jayapura, namun ditemukan meninggal dunia di BTN Doyo Grand Jalur 5A. Dari keterangan saksi, korban sebelumnya sempat mengeluh sakit. Pada Jumat dan Sabtu, korban dilaporkan mengalami penurunan kondisi kesehatan dan sempat meminta tolong kepada saksi untuk membelikan obat jenis Bodrex dan Paracetamol pada Sabtu, 21 Februari.

Baca Juga :  Partai Demokrat Bantah Ada Ketegangan

“Hasil olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal dunia karena sakit, kemungkinan gagal jantung,” ungkapnya.

Polres Jayapura memastikan kedua kasus tersebut masih dalam pendalaman lebih lanjut, namun dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan indikasi tindak pidana pada kedua peristiwa tersebut.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya