Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan, melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Markus Axel Panggabean, menyampaikan bahwa setelah menerima laporan sekitar pukul 17.16 WIT, personel piket Polsek Sentani Kota yang dipimpin Kanit P
Pemakaman tersebut dilakukan setelah Polresta Jayapura Kota berkomunikasi intens dengan keluarga korban di Kabupaten Yahukimo. Alhasil pada Selasa (24/2) keluarga korban tiba di Jayapura dan pada Rabu (25/2) korban atasn
Untuk kasus pertama, korban diketahui berjenis kelamin perempuan dengan inisial M (48), karyawan swasta, lahir di Trenggalek dan berdomisili di Blok C Nomor 6 BTN Doyo.
Kapolsek Kuala Kencana, AKP Djemi Reinhard saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Kata AKP Djemi, informasi mengenai adanya temuan jenazah tersebut diterima dari tukang ojek yang merupakan binaan Polsek sekitar puku
Sudah hampir satu pekan, identitas mayat wanita yang ditemukan di Kampung Hulu Atas, Distrik Airu, Kabupaten Jayapura, masih belum diketahui identitasnya.
Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Alamsyah Ali, S.H., M.H., memb
Diketahui, peristiwa ini terjadi pada Minggu, (5/10) di dalam sebuah indekos yang beralamat di RT 10, Jalan Maleo, Distrik Mimika Baru sekira pukul 09.00 WIT. Informasi yang dihimpun Cenderawasih Pos, pada saat jenazah d
Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Alamsyah Ali, S.H., M.H membenarkan bahwa tim identifikasi bersama personel piket Reskrim telah diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan masyar
"Kita hendak buang air kecil di lokasi kemudian Aldo melihat sesosok tubuh tergeletak di semak-semak," kata saksi dalam keterangan yang diterima Cenderawasih Pos, Selasa (23/9). Karena kaget dengan temuan tersebut, kedua
Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Alamsyah Ali, S.H., M.H., membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, Tim Inafis Polres Jayapura segera bergerak cepat setelah menerima laporan masyar
Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Orpa Wenda (55) saat hendak berjualan pinang di lokasi sekira pukul 11.25 WIT. Menurut keterangan saksi, korban ditemukan dalam posisi tidur menyamping, me
Kapolsek Muara Tami, AKP Zaka, mengatakan penyelidikan dilakukan untuk mengungkap peristiwa ini secara terang benderang. Beberapa langkah awal sudah dilakukan, di antaranya olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim
"Sekitar pukul 21.45 WIT, keduanya tiba di lokasi dan mulai memancing. Tak lama kemudian, pada pukul 21.55 WIT, mereka melihat sesosok tubuh bayi dalam kondisi membusuk, sebagian tertutup pasir pantai, dan dalam posisi t
Namun pada Kamis 7 Agustus 2025 sekira pukul 11.30 WIT, saksi mengecek rumah kost korban karena dalam 2-3 hari tidak pernah lagi melihat korban. Namun saat mendekati rumah kost korban, saksi mencium aroma busuk dari dala
Kapten Laut (T) Edy Prasojo, PGS Pasarharmat Satrol Lantamal X Jayapura, menjelaskan bahwa awalnya seorang perempuan warga Kampung Enggros hendak ke Jayapura dengan menggunakan perahu.
Mayat laki-laki berinisial PE itu ditemukan di belakang rumah milik salah satu warga. Tim piket bersama Unit Inafis Polres Keerom yang dipimpin IPDA Leo Andreas Purba Polres Keerom yang dipimpin IPDA Leo Andreas Purba sa
Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota, AKP I Dewa Gede Ditya, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika sejumlah warga, termasuk pelaku berinisial DM alias Hengki, mendengar suara benturan keras di sekitar Jembatan Merah
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Jan Makatita, mengungkapkan bahwa kejadian memilukan ini diduga kuat dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK). “Personel Polres Mamberamo Tengah tengah menangai kasus tersebut, diduga d
Almarhum diketahui merupakan cucu dari Ondoafi Stenis Chilong Tanfa. Hanya saja, penyebab korban meninggal dan ditemukan di wilayah Otonom Abepura, belum diketahui pasti. Polresta Jayapura Kota, melalui Polsek Abepura ma
Adapun saksi dalam penemuan mayat tersebut sebanyak tiga orang yakni masing-masing berinisial MI (32), HI (42) dan BM (27). Kepada Cenderawasih Pos saksi MI (32) mengatakan bahwa penemuan mayat tanpa identitas tersebut b
Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria menyebutkan, hal ini lantaran sejak ditemukannya mayat tersebut dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika untuk proses visum, belum ada orang yang melaporkan terkait de
Lucky mengatakan hingga kini belum ada satupun orang yang mendatangi RSUD Mimika untuk mengkonfirmasi terkait dengan mayat pria terseut. “Sampai saat ini belum ada identitas atau keluarganya,” ujarnya.
Penemuan mayat tersebut berawal dari laporan masyarakat yang melihat adanya jenazah mengapung di Perairan Holtekamp. Setelah menerima laporan, pihak kepolisian langsung menuju lokasi dan mengevakuasi jenazah ke Rumah Sak
"Korban ditemukan dalam posisi tergantung di pohon. Setelah melihat kejadian itu, saksi langsung melaporkannya kepada warga sekitar yang kemudian meneruskan laporan ke pihak kepolisian," terang Rachman dalam keterangan t
Saat itu, sekira pukul 09.00 WIT ada seorang warga yang melintas di lokasi, ia melihat keberadaan mayat tersebut. Yang bersangkutan kemudian bergegas menemui saudari perempuannya beserta seseorang lainnya dan menceritakan tentang keberadaan mayat itu. “Mereka pun kembali ke TKP dan salah seorang dari mereka pun bilang agar melaporkan itu ke polsek, mereka pun melaporkannya,” ungkap Kapolsek.
Adapun identitas ketiga korban yakni masing-masing berinisial FRK (23), MB (49) dan MIL. Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria mengatakan, proses penanganan kasus tersebut cukup lama karena minimnya saksi serta para pelaku yang diduga lebih dari satu orang.
Humas RSUD Mimika, Lucky Mahakena mengatakan, sebelumnya pada Senin malam ada orang yang datang ke ruang jenazah dan melaporkan bahwa jenazah tersebut merupakan anggota keluarganya.
Pantauan media ini di lapangan, pihak Kepolisian telah berada di lokasi untuk mengevakuasi jenazah. Terlihat, setelah dikeluarkan dari dalam sungai, tim Inavis Sat Reskrim Polres Mimika kemudian membungkus jenazah tanpa identitas tersebut dengan menggunakan kantong jenazah berwarna oranye.
Kapolres Jayapura, AKBP Umar Nasatekay, S.I.K., mengonfirmasi bahwa korban ditemukan dalam kondisi sudah membusuk di dalam kamar yang terkunci dari dalam. "Penemuan mayat ini bermula dari laporan warga yang mencium bau menyengat dari dalam kamar korban sejak beberapa hari sebelumnya"ujar Kapolres
"Awalnya Saksi keluar dari kamar kos Untuk mengambil handuk dan melihat korban telah terbaring di TKP, sehingga Saksi berpikir korban sedang dalam keadaan mabuk," kata Kompol Komarul melalui keterangan tertulisnya.
Kapolres Jayapura, AKBP Umar Nasatekay, S.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP Arrya Nusa Hindrawan,S.I.K., CPHR., CBA menyampaikan Korban tersebut berinisial PK (61), yang diketahui berprofesi sebagai petugas kebersihan, ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tubuh bersimbah darah.
‘’Dugaan sementara karena laka tunggal. Kemarin dilakukan olah TKP oleh Satlantas. Tapi tadi pagi dilakukan olah TKP ulang dengan melibatkan Inafis dari Reskrim Polres Merauke. Jadi untuk sementara masih dalam penyelidikan,’’ tandas Kapolres
Kejadian ini terjadi di seberang Gereja Marampa Kelurahan Waymhorock Distrik Abepura. Dan hasil olah TKP ditemukan sebilah pisau dan batu serta ada bercak darah disekitar lokasi kejadian yakni di dalam kamar kos milik korban.
Saat ditemukan, korban tergeletak dengan kondisi terdapat luka potong di bagian leher kanan, pipi kanan tembus hidung, dan mulut. Diduga korban mengalami 3 kali bacokan. Korban kedua yakni MB (49) ditemukan tewas Kamis (19/12/2024) sekitar pukul 06.00 WIT dalam kondisi tengkurap dan bersimbah darah di jalan depan Kantor Klasis Mimika tembusan Jalan WR Supratman.
Karena belum ada keluarga yang mengecek atau melapor kehilangan, sehingga jenasah tersebut masih berstatus mister X atau tanpa identitas. "Identitasnya juga belum tau, namun dipastikan jenazah berjenis kelamin laki-laki," bebernya.
"Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat kondisi bayi yang dibuang secara tidak manusiawi, dan diharapkan segera ditemukan titik terang mengenai kejadian tragis ini,"imbuhnya.
Warga kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian. Setelah menerima laporan, polisi langsung menuju ke kediaman korban untuk dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika serta melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Jenazah awalnya ditemukan oleh beberapa anak yang sedang bermain di sekitar lokasi. Kemudian salah satu anak memberitahukan peristiwa tersebut ke saksi bernama Yahya yang sedang masuk ke ATM di sekitar TKP. Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian.
Ipda Alex Soumilena mengatakan, ditemukannya sosok mayat tersebut sempat membuat geger warga sekitar. Dia menyebut, mayat yang diketahui berinisial YM (37) tersebut, langsung direspon personel dari Polsek Kawasan Pelabuhan Poumako dipimpin Kanit Binmas Aiptu I Made Budiarta Gunawan.
Penemuan tersebut kemudian direkam menggunakan ponsel seorang warga kemudian dibagikan melalui media sosial whatsapp dan telah beredar luas. Kapolsek Mimika Barat, Ipda Jalimiluddin membenarkan jika pihaknya telah menerima informasi serta rekaman video penemuan mayat tersebut.
Kronologi singkatnya kata AKP Fajar, dari tetangga korban curiga bahwa korban tidak pernah keluar dari tempat tinggalnya dalam beberapa waktu terakhir. Pada saat ditemukan, tubuh korban sudah dalam keadaan tidak utuh namun bukan karena kekerasan namun diduga digigit oleh binatang. “Untuk hasil visumnya kami belum terima namun hasil sementara yang bersangkutan diduga kuat meninggal karena sakit,” ungkap AKP Fajar.
Kasat Reserse Kriminal Polres Merauke AKP Haris Baltasar Nasution, STK, SIK, saat memimpin langsung oleh TKP mengungkapkan bahwa kasus penemuan jenasah tersebut diduga pembunuhan. Pasalnya, di tubuh korban ditemukan banyak bekas pemukulan benda tumpul baik di kepala maupun tubuhnya. Tak hanya itu, korban juga sebelum dibunuh diduga terlebih dahulu diperkosa.
Pihak rumah sakit dalam hal ini RS Bhayangkara tempat jenazah disimpan, juga belum bisa melakukan autopsi. Sebab menurut kaur Pelayanan Dokpol RS Bhayangkara jayapura, dr. Annisa R. Alkatiry, pihaknya masih menunggu permintaan penyidik.
Kapolsek Abepura melalui Kanit Reskrim Ipda Arman, SH., mengungkapkan, penemuan mayat itu berawal dari laporan seorang saksi kepada warga sekitar yang melihat ada sesosok mayat dalam posisi telentang dengan muka dan dan tubuhnya ditutupi kain sarung di bawah kolong jembatan Kali Acai.
Kaur Pelayanan Dokpol RS Bhayangkara dr. Annisa R Alkatiry mengungkapkan dari hasil autopsi jazad bayi perempuan itu lahir dalam keadaan hidup, diperkirakan usia jabang bayi sudah 40 minggu.
Selang satu hari, sesosok mayat bayi kembali ditemukan di lokasi wisata Pantai Kampung Holtekamp, Distrik Abepura pada Senin (27/5). Hingga kini, Polisi belum mengetahui siapa ibu yang tega membuang darah dagingnya sendiri.
Anggota Polres Jayapura dan masyarakat saat mengevakuasi sesosok mayat berjenis kelamin laki - laki yang ditemukan mengapung di Danau Sentani, lebih tepatnya di Kampung Doyo Lama, Kabupaten Jayapura, Rabu (29/5). (FOTO:Polres Humas Polres for Cepos)
Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus Maclarimboen, S.IK., MH melalui Kasat Reskrim AKP Aryya Nusa Hindrawan S.IK., CPHR., CBA membenarkan adanya penemuan jenazah pria dalam keadaan mengapung di danau.
Peristiwa tersebut dibenarkan Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon melalui Kapolsek Abepura Kompol Komarul Huda. Kapolsek Komarul mengatakan kejadian tersebut diketahui Senin sore sekitar Pukul 15.30 WIT.
Si penemu bernama Ayub langsung melaporkan hal tersebut dan tak lama personel Polsek Jayapura Selatan tiba di lokasi kejadian. Janin bayi ini bisa dibilang sudah waktunya lahir, sebab seluruh anggota tubuhnya sudah lengkap.
Kapolres Jayawijaya melalui kasi humas Ipda M Suryanto membenarkan adanya penemuan jenazah seorang pria tanpa identitas di depan lapangan sepak bola sinapuk Distrik Wesaput, korban pertama kali di temukan oleh warga yang melintas di jalan tersebut bersama dengan barang bukti sebuah karung yang berisi pakian baru.
Kapolres Keerom AKBP Christian Aer, melalui Kasat Reskrim Polres Keerom AKP Jetny L Sohilait, menjelaskan bahwa setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung merespon, dimana Unit Identifikasi Satuan Reskrim Polres Keerom langsung melakukan olah TKP.
Kapolres menjelaskan bahwa setelah ditemukan, kemudian Kapolsek Okaba Iptu Syam Tidore beserta anggotanya bersama Tim Sar, Koramil dan Puskemas Okaba dan warga bergerak menuju lokasi yang berjarak sekitar 60 km dari ibukota Distrik Okaba.
Dimana sekitar pukul 12.50 WIT, Joni bersama temannya Geissler ICK (25) memancing ikan di talud tepi danau Kampung Yoka. Saat memancing Joni melihat dari kejauhan sesosok mayat yang dalam keadaan terapung.
Kapolsek Abepura AKP. Soeparmanto, mengatakan pasca ditemukannya tidak ada satupun anggota keluarganya datang melapor di Mapolsek Abepura. Karena itu, jenazah dari korban tersebut belum dapat disemayamkan.
Kapolresta Jayapura AKBP Fredrickus Maclarimboen melalui Kasat Reskrim AKP Sugarda A.B. Trenggoro, mengatakan, sampai saat ini Satreskrim Polres Jayapura masih melakukan penyelidikan terkait kasus penemuan mayat bayi yang ditemukan di bak tempat pembuangan sampah melalui CCTV yang ada disekitaran TKP.
Kapolresta Jayapura AKBP Fredrickus Maclarimboen melalui Kasat Reskrim AKP Sugarda A.B. Trenggoro, mengatakan, pihaknya saat ini belum mengetahui siapa yang sengaja membuang mayat bayi di bak pembuangan sampah di Jalan Tabita, Sentani.
Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., MH melalui Kasat Reskrim AKP Sugarda A.B. Trenggoro, S.TK., MH saat dikonfirmasi membenarkan kasus penemuan mayat bayi yang diduga sengaja dibuang di tempat sampah.
Kapolsek Abepura, AKP. Soeparmanto mengatakan identitas mayat berjenis kelamin laki laki itu diungkapkan pihak keluarga. Dimana dari keterangan keluarga mengakui bahwa mayat yagn ditemukan ini adalah Goleat Dewapa.
Polisi yang menerima laporan penemuan mayat tersebut, langsung ke tempat kejadian melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban. Identitas korban ini diketahui setelah kakak kandungnya, bernama Julianus Jikwa melapor ke Polsek.
Dari pantauan media ini di TKP, ratusan warga sekitar TKP datang untuk menyaksikan evakuasi jenazah korban tersebut. Evakuasi dilakukan oleh petugas Kamar Jenasah RSUD Merauke dengan menggunakan mobil jenazah. Namun sebelum jenazah korban dievakuasi, dari Inafis Polres Merauke terlebih dahulu melakukan identifikasi dan olah TKP.
Dimana dari hasil olah TKP, diduga kuat korban mengalami kecelakaan lalu lintas. Pasalnya dari lokasi kejadian juga ditemukan sepeda motor milik korban.
Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, S.IK saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan jenazah berjenis kelamin perempuan yang diketahui beridentitas Leni Mabel (40) berasal dari Distrik Kurulu. jenazah ditemukan pada pukul 08.00 Wit di samping pagar di bawah pohon pisang.
Belum diketahui penyebab kematian korban tersebut. Selama ini juga belum ada laporan ke Polisi terkait adanya warga yang kehilangan anggota keluarganya. Namun jenazah korban pertama kalinya ditemukan oleh seorang scurity PT Tunas Jaya Andri Rahayaam (32).
Kristo, salah satu anak yang pertama kali menemukan jenazah tersebut mengaku bahwa pihaknya menemukan saat sedang mandi-mandi di pantai sambil bermain umpet-umpetan. ‘’Ketika kita masuk ke dalam pohon-pohon bakau ini kita menemukan orang tersebut,’’ katanya.
Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, S.IK saat dikonfirmasi membenarkan adanya temuan jenazah seorang laki –laki dengan posisi terlentang diatas rerumputan tak jauh dari jalan dan perkebunan milik warga.
Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, SIK menyatakan hingga saat ini pihaknya masih menyelidiki terkait adanya kasus penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki di Jalan Yos Sudarso Wamena tepatnya di gang lumut samping Kodim 1702/Jayawijaya kemarin
Penemuan mayat ini bermula saat saksi sedang duduk di depan rumahnya yang berhadapan dengan TKP. Ketika itu saksi mencium bau menyengat yang berasal dari rumah yang ditempati korban.
Anggota Polsek Muara Tami ketika mendatangi lokasi temuan jenasah yang tersisa tulang belulang di Koya, Sabtu (26/11) kemarin. Polisi sedang mengaitkan dengan laporan orang hilang yang dilaporkan Oktober 2022 lalu.
Sosok mayat benama Nobryan Vilfredo Werimon yang merupakan anggota TNI Kodim 1715/Yahukimo ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa didalam got, tepatnya dibawah jembatan, jalan masuk Perumahan Grand Talend Kotaraja, Distrik Abepura, Jumat (18/11)