Monday, January 5, 2026
27.3 C
Jayapura

Total Kerugian Capai Rp 1 M Lebih

Semua Aki Mobil Telah Dilepas, Mobil Diparkir Sangat Rapat

JAYAPURA-Sekretaris Dewan (Sekwan) DR Juliana Waromi meyakini jika polisi bisa mengungkap penyebab terbakarnya mobil-mobil ini.

SekwanĀ  juga memastikan bahwa tidak ada peluang terjadinya korsleting dari aki karena semua aki telah dilepas sehingga tidak ada sumber listrik. Selain itu posisi mobil juga dibuat sangat rapat sehingga pintu mobil juga tidak bisa dibuka.

Sekwan juga merasa aneh jika kendaraan yang diparkir tanpa aki bisa terbakar sehingga muncul dugaan jika ada unsur kesengajaan. Namun ia masih meyakini kasus ini bisa diungkap pihak kepolisian.

ā€œYakin saja sebab kami punya CCTV dan saat itu pintu gerbang juga terkunci,ā€ tambahnya.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Pelanggaran HAM di Nduga Diserahkan ke MRP

Ditanya soal status mobil, Sekwan Juliana menjelaskan bahwa puluhan mobil ini adalah tarikan dari mantan anggota DPR Papua yang sudah tidak lagi menjabat.

Setelah KPK menyinggung terkait penertiban asset disitulah dibentuk Pansus Aset dan mulai gencar dilakukan penertiban.

ā€œMulai penertiban itu bulan Juni kemarin dan sengaja kamiĀ  parkir di belakang karena halamannya cukup luasĀ  sambil menungguĀ  surat atau petunjuk dari Pemprov apakah mau dilelang atau seperti apa . Ini untuk mengetahui status mobil yang semuanya tarikan sebab kami bukan pengguna melainkan hanya pengelola,ā€ beber Sekwan.

ā€œTapi yah namanya musibah, belum selesai soal administrasi ternyata terbakar,ā€ imbuhnya.

Dan terkait kerugian kata Juliana, ia menghitung dari 13 unit ini diperkirakan kerugiannya Rp 1 miliar lebih. ā€œKarena ada sekitar 4 unit yang kondisinyaĀ  ada yang rusak,ā€Ā  tutup Sekwan. (ade/wen)

Baca Juga :  TPNPB Benarkan Telah Menembak Mati Satu TNI dan Satu Polisi di Ilu

Semua Aki Mobil Telah Dilepas, Mobil Diparkir Sangat Rapat

JAYAPURA-Sekretaris Dewan (Sekwan) DR Juliana Waromi meyakini jika polisi bisa mengungkap penyebab terbakarnya mobil-mobil ini.

SekwanĀ  juga memastikan bahwa tidak ada peluang terjadinya korsleting dari aki karena semua aki telah dilepas sehingga tidak ada sumber listrik. Selain itu posisi mobil juga dibuat sangat rapat sehingga pintu mobil juga tidak bisa dibuka.

Sekwan juga merasa aneh jika kendaraan yang diparkir tanpa aki bisa terbakar sehingga muncul dugaan jika ada unsur kesengajaan. Namun ia masih meyakini kasus ini bisa diungkap pihak kepolisian.

ā€œYakin saja sebab kami punya CCTV dan saat itu pintu gerbang juga terkunci,ā€ tambahnya.

Baca Juga :  Putri Asli Papua Lulus Akpol

Ditanya soal status mobil, Sekwan Juliana menjelaskan bahwa puluhan mobil ini adalah tarikan dari mantan anggota DPR Papua yang sudah tidak lagi menjabat.

Setelah KPK menyinggung terkait penertiban asset disitulah dibentuk Pansus Aset dan mulai gencar dilakukan penertiban.

ā€œMulai penertiban itu bulan Juni kemarin dan sengaja kamiĀ  parkir di belakang karena halamannya cukup luasĀ  sambil menungguĀ  surat atau petunjuk dari Pemprov apakah mau dilelang atau seperti apa . Ini untuk mengetahui status mobil yang semuanya tarikan sebab kami bukan pengguna melainkan hanya pengelola,ā€ beber Sekwan.

ā€œTapi yah namanya musibah, belum selesai soal administrasi ternyata terbakar,ā€ imbuhnya.

Dan terkait kerugian kata Juliana, ia menghitung dari 13 unit ini diperkirakan kerugiannya Rp 1 miliar lebih. ā€œKarena ada sekitar 4 unit yang kondisinyaĀ  ada yang rusak,ā€Ā  tutup Sekwan. (ade/wen)

Baca Juga :  Ada APK Paslon Dipasang Tidak pada Tempatnya

Berita Terbaru

Artikel Lainnya