Semua Aki Mobil Telah Dilepas, Mobil Diparkir Sangat Rapat
JAYAPURA-Sekretaris Dewan (Sekwan) DR Juliana Waromi meyakini jika polisi bisa mengungkap penyebab terbakarnya mobil-mobil ini.
SekwanĀ juga memastikan bahwa tidak ada peluang terjadinya korsleting dari aki karena semua aki telah dilepas sehingga tidak ada sumber listrik. Selain itu posisi mobil juga dibuat sangat rapat sehingga pintu mobil juga tidak bisa dibuka.
Sekwan juga merasa aneh jika kendaraan yang diparkir tanpa aki bisa terbakar sehingga muncul dugaan jika ada unsur kesengajaan. Namun ia masih meyakini kasus ini bisa diungkap pihak kepolisian.
āYakin saja sebab kami punya CCTV dan saat itu pintu gerbang juga terkunci,ā tambahnya.
Ditanya soal status mobil, Sekwan Juliana menjelaskan bahwa puluhan mobil ini adalah tarikan dari mantan anggota DPR Papua yang sudah tidak lagi menjabat.
Setelah KPK menyinggung terkait penertiban asset disitulah dibentuk Pansus Aset dan mulai gencar dilakukan penertiban.
āMulai penertiban itu bulan Juni kemarin dan sengaja kamiĀ parkir di belakang karena halamannya cukup luasĀ sambil menungguĀ surat atau petunjuk dari Pemprov apakah mau dilelang atau seperti apa . Ini untuk mengetahui status mobil yang semuanya tarikan sebab kami bukan pengguna melainkan hanya pengelola,ā beber Sekwan.
āTapi yah namanya musibah, belum selesai soal administrasi ternyata terbakar,ā imbuhnya.
Dan terkait kerugian kata Juliana, ia menghitung dari 13 unit ini diperkirakan kerugiannya Rp 1 miliar lebih. āKarena ada sekitar 4 unit yang kondisinyaĀ ada yang rusak,āĀ tutup Sekwan. (ade/wen)
Semua Aki Mobil Telah Dilepas, Mobil Diparkir Sangat Rapat
JAYAPURA-Sekretaris Dewan (Sekwan) DR Juliana Waromi meyakini jika polisi bisa mengungkap penyebab terbakarnya mobil-mobil ini.
SekwanĀ juga memastikan bahwa tidak ada peluang terjadinya korsleting dari aki karena semua aki telah dilepas sehingga tidak ada sumber listrik. Selain itu posisi mobil juga dibuat sangat rapat sehingga pintu mobil juga tidak bisa dibuka.
Sekwan juga merasa aneh jika kendaraan yang diparkir tanpa aki bisa terbakar sehingga muncul dugaan jika ada unsur kesengajaan. Namun ia masih meyakini kasus ini bisa diungkap pihak kepolisian.
āYakin saja sebab kami punya CCTV dan saat itu pintu gerbang juga terkunci,ā tambahnya.
Ditanya soal status mobil, Sekwan Juliana menjelaskan bahwa puluhan mobil ini adalah tarikan dari mantan anggota DPR Papua yang sudah tidak lagi menjabat.
Setelah KPK menyinggung terkait penertiban asset disitulah dibentuk Pansus Aset dan mulai gencar dilakukan penertiban.
āMulai penertiban itu bulan Juni kemarin dan sengaja kamiĀ parkir di belakang karena halamannya cukup luasĀ sambil menungguĀ surat atau petunjuk dari Pemprov apakah mau dilelang atau seperti apa . Ini untuk mengetahui status mobil yang semuanya tarikan sebab kami bukan pengguna melainkan hanya pengelola,ā beber Sekwan.
āTapi yah namanya musibah, belum selesai soal administrasi ternyata terbakar,ā imbuhnya.
Dan terkait kerugian kata Juliana, ia menghitung dari 13 unit ini diperkirakan kerugiannya Rp 1 miliar lebih. āKarena ada sekitar 4 unit yang kondisinyaĀ ada yang rusak,āĀ tutup Sekwan. (ade/wen)