JAYAPURA – Kekayaan keanekaragaman hayati (biodiversitas) Papua kembali mendapat perhatian serius. Universitas Cenderawasih (Uncen) bersama PT SMART Tbk (Sinar Mas Agribusiness and Food) resmi memulai kolaborasi strategis berbasis ilmiah untuk memetakan dan melindungi populasi serta habitat burung-burung endemik di Bumi Cenderawasih.
Langkah konkret ini ditandai dengan digelarnya seminar bertajuk “Burung Cenderawasih di Lanskap Produksi Papua: Pendekatan Ilmiah dan Kolaboratif” yang diselenggarakan di Gedung Sains dan Kemitraan Universitas Cenderawasih, Selasa (23/6).
Kegiatan dibuka oleh Gubernur Papua yang di wakili oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Suzana D. Wanggai. Kepada Cenderawasih Pos, Suzana menegaskan, biodiversitas merupakan salah satu kekayaan strategis Papua yang perlu dijaga melalui kerja sama seluruh pihak. Hal ini ia sampaikan mengingat Papua memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang luar biasa.
“Upaya pelestariannya membutuhkan keterlibatan pemerintah, akademisi, masyarakat, dan dunia usaha secara bersama-sama. Kami menyambut baik berbagai inisiatif yang mendorong penelitian, edukasi, dan kolaborasi dalam mendukung perlindungan biodiversitas Papua untuk generasi mendatang,” ungkapnya.
Menurutnya, seminar ini menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan hasil kajian mengenai biodiversitas Papua, khususnya spesies burung endemik yang memiliki nilai ekologis dan budaya yang penting. Salah satu kajian yang dipaparkan merupakan hasil kolaborasi antara Pusat Studi Biodiversitas dan Konservasi Universitas Cenderawasih dan Sinar Mas Agribusiness and Food yang dilakukan di Distrik Kaureh, Kabupaten Jayapura.
Kajian tersebut mencakup identifikasi jenis burung, karakteristik vegetasi habitat, serta aspek sosial yang berkaitan dengan persepsi dan interaksi masyarakat terhadap keberadaan burung endemik Papua. Disaat yang sama, Ketua Tim Peneliti Pusat Studi Biodiversitas dan Konservasi Universitas Cenderawasih, Dr. Basa T. Rumahorbo, M.Si., menjelaskan bahwa penelitian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat basis data dan pemahaman mengenai biodiversitas Papua.
“Papua memiliki kekayaan biodiversitas yang sangat tinggi dan unik, termasuk berbagai spesies burung endemik yang memiliki nilai ekologis dan budaya penting bagi masyarakat Papua. Melalui kajian ini, kami berupaya memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi habitat, keberadaan spesies burung, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam upaya pelestarian biodiversitas,” jelasnya.
Kajian tersebut menunjukkan pentingnya penguatan upaya konservasi melalui penelitian, edukasi, dan kolaborasi berbagai pihak untuk menjaga keberlanjutan habitat satwa endemik Papua.Karena itu ia berharap temuan dan pembelajaran yang dihasilkan dapat menjadi masukan dalam mendukung pengelolaan kawasan bernilai konservasi dan perlindungan biodiversitas secara berkelanjutan.
Sementara itu, Dr. Haskarlianus Pasang, Head Operations Sustainability Sinar Mas Agribusiness and Food, menegaskan bahwa kolaborasi dengan Universitas Cenderawasih merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab dan berbasis ilmu pengetahuan.
Melalui seminar ini, para pemangku kepentingan berharap hasil penelitian dan pertukaran pengetahuan yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi dalam mendukung perlindungan habitat, penguatan program konservasi, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kekayaan hayati Papua untuk generasi mendatang.
Inisiatif ini juga sejalan dengan implementasi Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (KSLG) yang mendorong pengelolaan usaha secara bertanggung jawab dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan keberlanjutan jangka panjang. (jim/ade)