Monday, January 12, 2026
32 C
Jayapura

Sang Profesor Menganggap Otsus Belum Optimal

“Kemiskinan tertinggi masyarakat Papua ada di kampung artinya itu orang Papua. Sementara di pesisir atau di kota pasti banyak masyarakat pendatang (Non Oap),” ucap sang Profesor.

Ia mengatakan hal ini mengingat konsentrasi masyarakat asli Papua pada umumnya terdapat di kampung dan angka kemiskinan dan lainnya juga ada di kampung. Kondisi ini menurutnya menjadi pertanyaan, kenapa hal ini terjadi?. Untuk itu ia berharap kedepan, jika pemerintah ingin memperbaiki, lakukan pembangunan mulai dari kampung.

“Kalau bisa program ini (Otsus) harus didesain lagi, mulai dari kampung. Karena konsentrasi masyarakat ada di kampung. Jadi harus mulai dari kampung, kemudian di kota,” terangngnya.

Ditempat yang mantan Menteri Lingkungan Hidup era Pemerintahan SBY itu blak-blakan mempertanyakan, apakah kedepan pelaksanaan Otsus itu akan bejan dengan baik atau malah justru sebaliknya?.

Baca Juga :  Befa : DOB Mau Dikasi Haleluya, Tidak Dikasih Juga Haleluya

Dengan begitu Prof Kambuaya mengatakan dirinya mengkonsenpkan ‘Sistem Kesatuan Ekonomi di wilayah Papua’. Dengan begitu enam provinsi di Tanah Papua ini tergabung dalam konsep satu kesatuan ekonomi. Sehingga tidak adalagi daerah-daerah yang tertinggal.

“Papua ini tidak merata dari sisi ekonomi, ada wilayah yang yang kaya, ada juga yang tidak kaya. Jadi musti tergabung dalam satu kesatuan ekonomi. Meskipun berbeda-beda tetapi kita tetap satu dalam pembangunan ekonomi, saling membantu,” jelas Prof Kambuaya.

Besar harapan profesor dukungan kuat dari pemerintah dan komitmen dari semua pihak untuk membangun Papua yang lebih maju dan kuat dari sisi ekonomi. (jim/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

Baca Juga :  Nama Kopi Tua Dikaitkan Dengan Peristiwa di Anggruk dan Pendulangan

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

“Kemiskinan tertinggi masyarakat Papua ada di kampung artinya itu orang Papua. Sementara di pesisir atau di kota pasti banyak masyarakat pendatang (Non Oap),” ucap sang Profesor.

Ia mengatakan hal ini mengingat konsentrasi masyarakat asli Papua pada umumnya terdapat di kampung dan angka kemiskinan dan lainnya juga ada di kampung. Kondisi ini menurutnya menjadi pertanyaan, kenapa hal ini terjadi?. Untuk itu ia berharap kedepan, jika pemerintah ingin memperbaiki, lakukan pembangunan mulai dari kampung.

“Kalau bisa program ini (Otsus) harus didesain lagi, mulai dari kampung. Karena konsentrasi masyarakat ada di kampung. Jadi harus mulai dari kampung, kemudian di kota,” terangngnya.

Ditempat yang mantan Menteri Lingkungan Hidup era Pemerintahan SBY itu blak-blakan mempertanyakan, apakah kedepan pelaksanaan Otsus itu akan bejan dengan baik atau malah justru sebaliknya?.

Baca Juga :  Mahasiswi Asal Sentani Lulus Cumlaude di China

Dengan begitu Prof Kambuaya mengatakan dirinya mengkonsenpkan ‘Sistem Kesatuan Ekonomi di wilayah Papua’. Dengan begitu enam provinsi di Tanah Papua ini tergabung dalam konsep satu kesatuan ekonomi. Sehingga tidak adalagi daerah-daerah yang tertinggal.

“Papua ini tidak merata dari sisi ekonomi, ada wilayah yang yang kaya, ada juga yang tidak kaya. Jadi musti tergabung dalam satu kesatuan ekonomi. Meskipun berbeda-beda tetapi kita tetap satu dalam pembangunan ekonomi, saling membantu,” jelas Prof Kambuaya.

Besar harapan profesor dukungan kuat dari pemerintah dan komitmen dari semua pihak untuk membangun Papua yang lebih maju dan kuat dari sisi ekonomi. (jim/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

Baca Juga :  Terlibat Judi Online, Anggota Berisiko Dipecat

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya