Dikira Mata-mata, Seorang Pemuda Dibacok di Leher

ODC Bantah Korban Sebagai Intelejend

JAYAPURA– Aksi pembacokan kembali terjadi di Yahukimo setelah sekian lama situasi di kabupaten ini cukup kondusif. Seorang pria bernama Adit nyaris tewas usai lehernya dibacok. Nyaris tewas lantaran bekas sayatan tersebut berada persis di bawah leher.

Pihak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo mengklaim bertanggung jawab atas aksi yang terjadi di Kali Bonto, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Kamis (20/8) itu. Aksi tersebut diduga dilakukan karena sudah lama menargetkan korban untuk dieksekusi karena menganggap yang bersangkutan sebagai anggota intelejend yang bertugas memantau keberadaan kelompok bersenjata di wilayah Yahukimo.

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom, kelompok tersebut mengklaim aksi itu merupakan operasi yang telah direncanakan terhadap seseorang yang mereka tuduh sebagai agen intelijen pemerintah Indonesia. Sebby menyebut operasi tersebut dipimpin Kombi Yemberenge dan berlangsung sekitar pukul 06.23 WIT hingga 07.00 WIT.

Baca Juga :  Pemerintah Pusat Berkontribusi Memelihara Kekerasan Bersenjata

Ia mengklaim korban telah diidentifikasi sebagai agen intelijen yang dituduh memberikan informasi kepada aparat terkait keberadaan pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo. Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Informasi dari kelompok tersebut juga menyebut korban telah meninggal, sementara keterangan aparat menyatakan korban masih hidup dan sedang menjalani perawatan medis.

ODC Bantah Korban Sebagai Intelejend

JAYAPURA– Aksi pembacokan kembali terjadi di Yahukimo setelah sekian lama situasi di kabupaten ini cukup kondusif. Seorang pria bernama Adit nyaris tewas usai lehernya dibacok. Nyaris tewas lantaran bekas sayatan tersebut berada persis di bawah leher.

Pihak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo mengklaim bertanggung jawab atas aksi yang terjadi di Kali Bonto, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Kamis (20/8) itu. Aksi tersebut diduga dilakukan karena sudah lama menargetkan korban untuk dieksekusi karena menganggap yang bersangkutan sebagai anggota intelejend yang bertugas memantau keberadaan kelompok bersenjata di wilayah Yahukimo.

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom, kelompok tersebut mengklaim aksi itu merupakan operasi yang telah direncanakan terhadap seseorang yang mereka tuduh sebagai agen intelijen pemerintah Indonesia. Sebby menyebut operasi tersebut dipimpin Kombi Yemberenge dan berlangsung sekitar pukul 06.23 WIT hingga 07.00 WIT.

Baca Juga :  Merampok di Mess Guru, Remaja Gasak Uang Rp 18 Juta

Ia mengklaim korban telah diidentifikasi sebagai agen intelijen yang dituduh memberikan informasi kepada aparat terkait keberadaan pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo. Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Informasi dari kelompok tersebut juga menyebut korban telah meninggal, sementara keterangan aparat menyatakan korban masih hidup dan sedang menjalani perawatan medis.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya