Saturday, March 28, 2026
27 C
Jayapura

Ekonom: Perekonomian Papua Diprediksi Membaik

JAYAPURA – Dosen Ekonomi kampus STIE Port Numbay Jayapura Dr. John Agustinus, SE., MM menilai pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua pada tahun 2026 mendatang akan diproyeksikan tumbuh lebih baik dengan inflasi terkendali di kisaran 2,5 persen.

Pertumbuhan tersebut didorong dari sinergi lintas sektor, pengembangan potensi unggulan (kelautan, pariwisata), dan fokus infrastruktur.

Sementara itu, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2026 diproyeksikan Rp 2,03 triliun dengan defisit Rp 239,1 miliar, menekankan efisiensi belanja dan kemandirian fiskal.

Hal ini ia sampaikan ketika melihat kilas balik capaian eknomi Provinsi Papua pada Tahun 2025 dapat dilihat terdapat capaian stabilitas dan peningkatan dengan pertumbuhan Ekonomi Provinsi Papua Triwulan III-2025 tumbuh 3,89% (y-on-y), didorong sektor administrasi pemerintahan (7,50%) dan konstruksi (19%).

Baca Juga :  Buntut Lakalantas, Dogiyai Bergejolak

“Realisasi anggaran mencapai 78% pada November 2025. Proyeksi ekonomi Papua 2025 berkisar 3,50%-4,50%, dengan populasi mencapai 1,07 juta jiwa,” jelasnya.

Maka, dapat diprediksi Ekonomi Provinsi Papua tahun 2026 diproyeksikan tumbuh lebih baik dengan inflasi terkendali di kisaran 2,5, didorong sinergi lintas sektor, pengembangan potensi unggulan (kelautan, pariwisata), dan fokus infrastruktur.

Ungkapnya Indikator-indikator penting perkiraan ekonomi Provinsi Papua tahun 2026 sebagai berikut; Pertumbuhan dan Inflasi, kemudian diperkuat juga dengan pendapat Bank Indonesia yang memproyeksikan ekonomi Provinsi Papua akan lebih tangguh pada Tahun 2026.

Ini didukung oleh pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan penguatan ekonomi kerakyatan. “Inflasi diperkirakan tetap terkendali dalam sasaran nasional. APBD dan Fiskal dimana APBD Provinsi Papua untuk tahun 2026 diperkirakan mencapai Rp 2,03 triliun,” prediksinya berdasarkan uraian diatas.

Baca Juga :  Ancam Tak Berikan Pelayanan Rawat Jalan

JAYAPURA – Dosen Ekonomi kampus STIE Port Numbay Jayapura Dr. John Agustinus, SE., MM menilai pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua pada tahun 2026 mendatang akan diproyeksikan tumbuh lebih baik dengan inflasi terkendali di kisaran 2,5 persen.

Pertumbuhan tersebut didorong dari sinergi lintas sektor, pengembangan potensi unggulan (kelautan, pariwisata), dan fokus infrastruktur.

Sementara itu, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2026 diproyeksikan Rp 2,03 triliun dengan defisit Rp 239,1 miliar, menekankan efisiensi belanja dan kemandirian fiskal.

Hal ini ia sampaikan ketika melihat kilas balik capaian eknomi Provinsi Papua pada Tahun 2025 dapat dilihat terdapat capaian stabilitas dan peningkatan dengan pertumbuhan Ekonomi Provinsi Papua Triwulan III-2025 tumbuh 3,89% (y-on-y), didorong sektor administrasi pemerintahan (7,50%) dan konstruksi (19%).

Baca Juga :  Ada 500 KKB di Papua, 106 Masuk Dalam DPO Polda Papua

“Realisasi anggaran mencapai 78% pada November 2025. Proyeksi ekonomi Papua 2025 berkisar 3,50%-4,50%, dengan populasi mencapai 1,07 juta jiwa,” jelasnya.

Maka, dapat diprediksi Ekonomi Provinsi Papua tahun 2026 diproyeksikan tumbuh lebih baik dengan inflasi terkendali di kisaran 2,5, didorong sinergi lintas sektor, pengembangan potensi unggulan (kelautan, pariwisata), dan fokus infrastruktur.

Ungkapnya Indikator-indikator penting perkiraan ekonomi Provinsi Papua tahun 2026 sebagai berikut; Pertumbuhan dan Inflasi, kemudian diperkuat juga dengan pendapat Bank Indonesia yang memproyeksikan ekonomi Provinsi Papua akan lebih tangguh pada Tahun 2026.

Ini didukung oleh pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan penguatan ekonomi kerakyatan. “Inflasi diperkirakan tetap terkendali dalam sasaran nasional. APBD dan Fiskal dimana APBD Provinsi Papua untuk tahun 2026 diperkirakan mencapai Rp 2,03 triliun,” prediksinya berdasarkan uraian diatas.

Baca Juga :  RPJMD Kepala Daerah Wajib Mengacu pada KLHS

Berita Terbaru

Artikel Lainnya