alexametrics
31.7 C
Jayapura
Saturday, May 21, 2022

Tahun Ajaran Baru, Pemkot Jayapura Dorong BTM

Ujian Sekolah Bisa Tatap Muka Jika Peserta Didik Ada Kendala

JAYAPURA-Apabila kasus Covid-19 di Kota Jayapura terus mengalami penurunan, Pemkot Jayapura akan mendorong belajar tatap muka atau BTM pada tahun ajaran baru 2021/2022.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Dr. Fachruddin Pasolo, M.Si., melalui  Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Abdul Majid mengatakan, selain melihat perkembangan kasus Covid-19, kegiatan BTM bisa dilakukan apabila semua guru tenaga kependidikan telah dilakukan vaksinasi Covid-19.

“Untuk itu, saat ini terus dilakukan vaksinasi Covid-19 kepada guru tenaga kependidikan supaya setelah dilakukan vaksinasi mereka bisa mengajar di sekolah,” ungkap Abdul Majid yang dikonfirmasi Cenderawasih Pos via ponselnya, kemarin (22/4).

Dikatakan, dalan pertemuan nasional dengam Dirjen pembinaan SMP tingkat nasional dan kebijakan Wali Kota jayapura diharapkan tahun ajaran baru bisa didorong sekolah tatap muka. Pelaksanaan BTM menurut Abdul Majid tetap menerapkan prokes, dan guru tenaga kependidikan wajib dilakukan vaksinasi serta ada dukungan dari orang tua.

Baca Juga :  Sidang Sengketa Pilkada Yalimo Dilanjutkan

Sementara itu, untuk pelaksanaan ujian sekolah tingkat SMP yang dilaksanakan sejak Senin (19/4), sejumlah sekolah diperbolehkan peserta didiknya mengikuti ujian di sekolah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sekolah yang diperbolehkan menggelar ujian di sekolah menurut Abdul Majid, adalah sekolah yang anak didiknya terkendala dengan jaringan internet yang tidak maksimal serta keterbatasan handphone android.

Diakuinya, ujian sekolah tingkat SMP di Kota Jayapura bisa dilaksanakan melalui daring maupun luring atau tatap muka. Namun untuk tatap muka di sekolah diperuntukkan kepada siswa yang memang mempunyai kendala seperti tidak memiliki handphone android atau masalah jaringan yang tidak bisa maksimal di rumah dan di sekolah.

Oleh karena itu, ada kebijakan dari pemerintah,   ujian sekolah SMP bisa dilaksanakan secara tatap muka bagi mereka yang memiliki kendala.

Baca Juga :  Ditangkap di Bali, Made Jabbon Dijebloskan di Lapas Abepura

 “Memang ujian sekolah tingkat SMP di Kota Jayapura diikuti 4.535 orang peserta didik, dan 48 sekolah negeri/swasta dan MTs. Dari jumlah peserta didik tersebut memang ada yang mengikuti ujian sekolah tatap muka namun tidak banyak contohnya di SMPN 5 ada 21 orang dan di SMPN 9 ada 21 orang. Peserta didik tersebut tidak bisa mengikuti ujian sekolah online karena keterbatasan handphone android dan ini juga hasil kesepakatan dari orang tua peserta didik maupun sekolah untuk tetap mengikuti protokol kesehatan juga tetap dilakukan dengan maksimal,” jelasnya.

Ditambahkan, hal sama juga nanti dilakukan pada saat ujian sekolah SD tanggal 3 Mei 2021. Dimana sekolah bisa melakukan ujian tatap muka bagi peserta didik yang mengalami kendala. “Namun yang penting tetap menerapkan Prokes dan ada izin dari orang tua, karena memang terkendala apakah soal jaringan atau tidak memiliki handphone android,” pungkasnya.(dil/nat)

Ujian Sekolah Bisa Tatap Muka Jika Peserta Didik Ada Kendala

JAYAPURA-Apabila kasus Covid-19 di Kota Jayapura terus mengalami penurunan, Pemkot Jayapura akan mendorong belajar tatap muka atau BTM pada tahun ajaran baru 2021/2022.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Dr. Fachruddin Pasolo, M.Si., melalui  Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Abdul Majid mengatakan, selain melihat perkembangan kasus Covid-19, kegiatan BTM bisa dilakukan apabila semua guru tenaga kependidikan telah dilakukan vaksinasi Covid-19.

“Untuk itu, saat ini terus dilakukan vaksinasi Covid-19 kepada guru tenaga kependidikan supaya setelah dilakukan vaksinasi mereka bisa mengajar di sekolah,” ungkap Abdul Majid yang dikonfirmasi Cenderawasih Pos via ponselnya, kemarin (22/4).

Dikatakan, dalan pertemuan nasional dengam Dirjen pembinaan SMP tingkat nasional dan kebijakan Wali Kota jayapura diharapkan tahun ajaran baru bisa didorong sekolah tatap muka. Pelaksanaan BTM menurut Abdul Majid tetap menerapkan prokes, dan guru tenaga kependidikan wajib dilakukan vaksinasi serta ada dukungan dari orang tua.

Baca Juga :  Lima Tambahan Positif Covid-19 di Boven Digoel

Sementara itu, untuk pelaksanaan ujian sekolah tingkat SMP yang dilaksanakan sejak Senin (19/4), sejumlah sekolah diperbolehkan peserta didiknya mengikuti ujian di sekolah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sekolah yang diperbolehkan menggelar ujian di sekolah menurut Abdul Majid, adalah sekolah yang anak didiknya terkendala dengan jaringan internet yang tidak maksimal serta keterbatasan handphone android.

Diakuinya, ujian sekolah tingkat SMP di Kota Jayapura bisa dilaksanakan melalui daring maupun luring atau tatap muka. Namun untuk tatap muka di sekolah diperuntukkan kepada siswa yang memang mempunyai kendala seperti tidak memiliki handphone android atau masalah jaringan yang tidak bisa maksimal di rumah dan di sekolah.

Oleh karena itu, ada kebijakan dari pemerintah,   ujian sekolah SMP bisa dilaksanakan secara tatap muka bagi mereka yang memiliki kendala.

Baca Juga :  Harus Ada Name Tag agar Tidak Keliru

 “Memang ujian sekolah tingkat SMP di Kota Jayapura diikuti 4.535 orang peserta didik, dan 48 sekolah negeri/swasta dan MTs. Dari jumlah peserta didik tersebut memang ada yang mengikuti ujian sekolah tatap muka namun tidak banyak contohnya di SMPN 5 ada 21 orang dan di SMPN 9 ada 21 orang. Peserta didik tersebut tidak bisa mengikuti ujian sekolah online karena keterbatasan handphone android dan ini juga hasil kesepakatan dari orang tua peserta didik maupun sekolah untuk tetap mengikuti protokol kesehatan juga tetap dilakukan dengan maksimal,” jelasnya.

Ditambahkan, hal sama juga nanti dilakukan pada saat ujian sekolah SD tanggal 3 Mei 2021. Dimana sekolah bisa melakukan ujian tatap muka bagi peserta didik yang mengalami kendala. “Namun yang penting tetap menerapkan Prokes dan ada izin dari orang tua, karena memang terkendala apakah soal jaringan atau tidak memiliki handphone android,” pungkasnya.(dil/nat)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/