“Kita telah melihat hasil daripada penggeledahan malam hari ini. Alhamdulillah, target utama kita yaitu narkoba, hasilnya nihil. Ini menunjukkan upaya pencegahan kita mulai berjalan efektif. Terkait HP, kita pun hanya menemukan casing-nya saja,” urai Sutarno melegakan.
Ungkapnya petugas gabungan berhasil mengamankan ratusan benda yang masuk kategori dilarang keras berada di dalam blok hunian karena berpotensi membahayakan nyawa dan mengganggu stabilitas keamanan. Beberapa diantaranya terlihat belasan cutter berwarna merah dan biru (lebih dari 20 buah), beberapa pisau dapur, paku-paku berukuran besar, obeng, gunting, serta potongan besi yang diasah menjadi runcing.
Sutarno menjelaskan, sebagian pisau yang ditemukan sebenarnya digunakan warga binaan untuk kegiatan kerajinan tangan. Namun, demi mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), seluruh barang berpotensi bahaya tetap disita.
“Sendok logam ini kan bisa ditajamkan, begitu juga cutter atau besi. Bisa dipakai untuk hal-hal yang tidak kita inginkan. Jadi sebagai langkah antisipasi, semuanya kita amankan,” tambahnya.
Selain itu, ditemukan termos listrik stainless steel, beberapa unit rice cooker/pemanas nasi portable berwarna pink, kabel-kabel instalasi listrik liar yang semrawut, stop kontak, hingga komponen elektronik seperti magnet speaker besar.
Sutarno berharap ke depan tidak ada lagi barang-barang terlarang ini masuk ke dalam lapas. Pihaknya berkomitmen akan terus melakukan kegiatan-kegiatan razia secara baik, secara rutin maupun insidentil.
“Kita telah melihat hasil daripada penggeledahan malam hari ini. Alhamdulillah, target utama kita yaitu narkoba, hasilnya nihil. Ini menunjukkan upaya pencegahan kita mulai berjalan efektif. Terkait HP, kita pun hanya menemukan casing-nya saja,” urai Sutarno melegakan.
Ungkapnya petugas gabungan berhasil mengamankan ratusan benda yang masuk kategori dilarang keras berada di dalam blok hunian karena berpotensi membahayakan nyawa dan mengganggu stabilitas keamanan. Beberapa diantaranya terlihat belasan cutter berwarna merah dan biru (lebih dari 20 buah), beberapa pisau dapur, paku-paku berukuran besar, obeng, gunting, serta potongan besi yang diasah menjadi runcing.
Sutarno menjelaskan, sebagian pisau yang ditemukan sebenarnya digunakan warga binaan untuk kegiatan kerajinan tangan. Namun, demi mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), seluruh barang berpotensi bahaya tetap disita.
“Sendok logam ini kan bisa ditajamkan, begitu juga cutter atau besi. Bisa dipakai untuk hal-hal yang tidak kita inginkan. Jadi sebagai langkah antisipasi, semuanya kita amankan,” tambahnya.
Selain itu, ditemukan termos listrik stainless steel, beberapa unit rice cooker/pemanas nasi portable berwarna pink, kabel-kabel instalasi listrik liar yang semrawut, stop kontak, hingga komponen elektronik seperti magnet speaker besar.
Sutarno berharap ke depan tidak ada lagi barang-barang terlarang ini masuk ke dalam lapas. Pihaknya berkomitmen akan terus melakukan kegiatan-kegiatan razia secara baik, secara rutin maupun insidentil.