Monday, February 23, 2026
25.2 C
Jayapura

Elsham: Makin Banyak Pasukan Papua Terasa Makin Mencekam

JAYAPURA– Hingga saat ini sudah tak terhitung lagi berapa pasukan yang didatangkan dari luar Papua dan ditempatkan ke daerah-daerah rawan. Berbagai satuan dan satgas juga dihadirkan dengan berbagai kepentingan. Ada yang menindaklanjuti situasi keamanan ada juga yang mengamankan program pemerintah pusat yang dijalankan di Tanah Papua.

Penambahan pasukan keamanan ke tanah Papua kembali menjadi sorotan. Bagaimana tidak, sampai saat ini, konflik bersenjata dan pembunuhan masih saja terjadi di atas tanah ini. Terbaru, pembunuhan Kapten Pilot Egon Irawan dan Kopilot Baskoro di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Rabu (11/2). Keduanya saat itu sedang mengantar penumpang ke daerah tersebut.

Baca Juga :  Operasi di Papua Belum Memutus Mata Rantai Kekerasan

Manajemen Elsham Papua menilai kebijakan pengiriman personel TNI-Polri yang terus dilakukan pemerintah belum mampu menghentikan konflik bersenjata. Sebaliknya, korban jiwa disebut masih terus berjatuhan, baik dari kalangan TNI-Polri maupun masyarakat sipil yang tidak terlibat langsung dalam konflik.

Manajer Elsham Papua, Pdt Matheus Adadikam, mengatakan secara logika semakin banyak aparat keamanan ditempatkan di suatu wilayah, maka situasi seharusnya semakin aman dan kondusif. Namun, menurutnya, kondisi di Papua menunjukkan hal berbeda.

“Secara logika, ketika aparat keamanan banyak, daerah itu mestinya aman. Tetapi di Papua, pasukan terus didatangkan, baik TNI non-organik maupun dari Polri, sementara konflik bersenjata tidak berkurang dan korban sipil justru terus meningkat,” ujarnya, kepada Cenderawasih Pos, Rabu (18/2).

Baca Juga :  Jajaran Kapolres Polda Papua Dirombak   

JAYAPURA– Hingga saat ini sudah tak terhitung lagi berapa pasukan yang didatangkan dari luar Papua dan ditempatkan ke daerah-daerah rawan. Berbagai satuan dan satgas juga dihadirkan dengan berbagai kepentingan. Ada yang menindaklanjuti situasi keamanan ada juga yang mengamankan program pemerintah pusat yang dijalankan di Tanah Papua.

Penambahan pasukan keamanan ke tanah Papua kembali menjadi sorotan. Bagaimana tidak, sampai saat ini, konflik bersenjata dan pembunuhan masih saja terjadi di atas tanah ini. Terbaru, pembunuhan Kapten Pilot Egon Irawan dan Kopilot Baskoro di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Rabu (11/2). Keduanya saat itu sedang mengantar penumpang ke daerah tersebut.

Baca Juga :  Sejak 2018, 15 orang Meninggal Karena Tenggelam

Manajemen Elsham Papua menilai kebijakan pengiriman personel TNI-Polri yang terus dilakukan pemerintah belum mampu menghentikan konflik bersenjata. Sebaliknya, korban jiwa disebut masih terus berjatuhan, baik dari kalangan TNI-Polri maupun masyarakat sipil yang tidak terlibat langsung dalam konflik.

Manajer Elsham Papua, Pdt Matheus Adadikam, mengatakan secara logika semakin banyak aparat keamanan ditempatkan di suatu wilayah, maka situasi seharusnya semakin aman dan kondusif. Namun, menurutnya, kondisi di Papua menunjukkan hal berbeda.

“Secara logika, ketika aparat keamanan banyak, daerah itu mestinya aman. Tetapi di Papua, pasukan terus didatangkan, baik TNI non-organik maupun dari Polri, sementara konflik bersenjata tidak berkurang dan korban sipil justru terus meningkat,” ujarnya, kepada Cenderawasih Pos, Rabu (18/2).

Baca Juga :  Ketua LMA Tersinggung Jika Danramil Disanksi

Berita Terbaru

Artikel Lainnya