Friday, January 9, 2026
24.7 C
Jayapura

Jalur Ring Road Diperkirakan Dibuka Bertahap

JAYAPURA – Jalur Ringroad resmi ditutup total sejak Kamis malam (13/11). Penutupan dilakukan karena adanya proses penggerukan pada tebing di area longsor yang berpotensi membahayakan pengguna jalan jika tetap dilintasi. Akses Ring Road ini diperkirakan mulai dibuka Rabu (19/11) namun secara bertahap. Artinya tidak langsung dibuka penuh.

Direksi Kegiatan Ring Road dari Dinas PUPR Papua, Thomas Msiren menjelaskan, material tanah di badan jalan bukan berasal dari longsor baru. Material itu muncul akibat pekerjaan penggalian tebing untuk memulihkan kontur tanah dan mencegah longsor susulan.

“Senin (17/11) dan Rabu (18/11) kami keluarkan material dari badan jalan. Kalau lancar, akses akan dibuka satu jalur dulu mulai Rabu,” kata Thomas, Senin (17/11).

Baca Juga :  Sedih, di PON XXI Tak Ada Anak Biak yang Wakili Tinju Papua

Adapun pekerjaan utama meliputi pembentukan ulang tebing dan pengalihan aliran air di atasnya. Air yang sebelumnya menggerus tebing menjadi salah satu penyebab kerusakan di jalur Ring Road. “Setelah pekerjaan penggalian selesai, tim akan memasang besi. Selain itu mulai dilakukan pengecoran sebagai penahan,” terangnya.

Dikatakan, kontrak pekerjaan berlangsung sampai 15 Desember 2025, namun Thomas menegaskan arus lalu lintas tidak akan terganggu setelah material dibersihkan.

“Pekerjaan berikutnya akan fokus di bagian atas, sehingga akses bisa tetap digunakan,” kata Thomas.

Ia menambahkan bahwa tenaga kerja yang menangani proyek ini adalah tim yang sebelumnya juga menangani lokasi tersebut. “Mereka dijadwalkan datang pada akhir bulan untuk mengerjakan tahap lanjutan di area tebing,” pungkasnya.

Baca Juga :  Kelompok Kopi Tua Klaim Bunuh Babinsa Muda di Yahukimo

Sementara Kanit Lantas Polsek Jayapura Selatan, Iptu Oktovianus Sonda Pati, menjelaskan bahwa penutupan ini telah dilakukan sejak beberapa hari terakhir, mengikuti perkembangan pekerjaan penggerukan material besar di lokasi tebing longsor.

“Targetnya itu hari Minggu (16/11) penggerukan material besar selesai, tapi karena kendala cuaca dan materialnya cukup besar, proses penggerukannya harus lebih hati-hati,” ujar Iptu Oktovianus melalui sambungan telepon, Senin (17/11).

JAYAPURA – Jalur Ringroad resmi ditutup total sejak Kamis malam (13/11). Penutupan dilakukan karena adanya proses penggerukan pada tebing di area longsor yang berpotensi membahayakan pengguna jalan jika tetap dilintasi. Akses Ring Road ini diperkirakan mulai dibuka Rabu (19/11) namun secara bertahap. Artinya tidak langsung dibuka penuh.

Direksi Kegiatan Ring Road dari Dinas PUPR Papua, Thomas Msiren menjelaskan, material tanah di badan jalan bukan berasal dari longsor baru. Material itu muncul akibat pekerjaan penggalian tebing untuk memulihkan kontur tanah dan mencegah longsor susulan.

“Senin (17/11) dan Rabu (18/11) kami keluarkan material dari badan jalan. Kalau lancar, akses akan dibuka satu jalur dulu mulai Rabu,” kata Thomas, Senin (17/11).

Baca Juga :  Tertimpa Pohon Tumbang, Seorang ASN Pemkot Tewas

Adapun pekerjaan utama meliputi pembentukan ulang tebing dan pengalihan aliran air di atasnya. Air yang sebelumnya menggerus tebing menjadi salah satu penyebab kerusakan di jalur Ring Road. “Setelah pekerjaan penggalian selesai, tim akan memasang besi. Selain itu mulai dilakukan pengecoran sebagai penahan,” terangnya.

Dikatakan, kontrak pekerjaan berlangsung sampai 15 Desember 2025, namun Thomas menegaskan arus lalu lintas tidak akan terganggu setelah material dibersihkan.

“Pekerjaan berikutnya akan fokus di bagian atas, sehingga akses bisa tetap digunakan,” kata Thomas.

Ia menambahkan bahwa tenaga kerja yang menangani proyek ini adalah tim yang sebelumnya juga menangani lokasi tersebut. “Mereka dijadwalkan datang pada akhir bulan untuk mengerjakan tahap lanjutan di area tebing,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pengumuman Hasil Tes Bawaslu Wilayah 1 Ditunda

Sementara Kanit Lantas Polsek Jayapura Selatan, Iptu Oktovianus Sonda Pati, menjelaskan bahwa penutupan ini telah dilakukan sejak beberapa hari terakhir, mengikuti perkembangan pekerjaan penggerukan material besar di lokasi tebing longsor.

“Targetnya itu hari Minggu (16/11) penggerukan material besar selesai, tapi karena kendala cuaca dan materialnya cukup besar, proses penggerukannya harus lebih hati-hati,” ujar Iptu Oktovianus melalui sambungan telepon, Senin (17/11).

Berita Terbaru

Artikel Lainnya