alexametrics
23.7 C
Jayapura
Friday, May 27, 2022

Agustina Mengaku Tak Ada Kontak Tembak Saat Dirinya Ditembak

Danrem173/PVB: Agustina Ditembak di Lokasi yang Biasa Ada Gangguan dari KST

JAYAPURA-Agustina, korban penembakan yang diduga dilakukan oknum anggota TNI di Kabupaten Intan Jaya, Selasa (9/11) lalu masih berjuang untuk sembuh dari luka tembak yang menembus tubuhnya.

Komnas HAM Papua bersama Ketua Komnas HAM RI sudah sempat menjenguk Agustina saat mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Mimika, pada 9 November lalu. 

Saat menjenguk Agustina, Komnas HAM melihat luka tembak pada bagian perut Agustina dan pelipis matanya.

“Kita belum bisa mintai keterangan hingga tuntas. Tetapi fakta yang kita temukan, terdapat luka tembak pada perut sebelah kanan dan luka tembak pada bagian mata sebelah kanan,”  ungkap ketua Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, Jumat (19/11).

Lanjut Frits, terhadap kondisinya,  Agustina belum bisa diambil tindakan di Rumah Sakit Mimika. Untuk itu Komnas HAM telah meminta kepada Pemda Intan Jaya untuk mengirim yang bersangkutan ke rumah sakit lain.

Baca Juga :  Soal Papua Movement, Gubernur Tegaskan Tak Tahu Menahu

“Dari kesaksian keterangan yang bersangkutan (Agustina-red) tidak ada kontak tembak saat kejadian, tetapi dia ditembak. Selain menjenguk Agustina, kita juga mengunjugi balita Ferdinan (6) yang juga korban penembakan di Intan Jaya pada 26 Oktober lalu,” terang Frits.

Terkait penembakan terhadap Agustina ini, Komnas HAM kata Frits sudah bertemu dengan Kodam dan Kodam sendiri mengirim tim untuk melakukan investigasi termasuk meminta keterangan kepada anggotanya.

Sementara tim dari Komnas HAM sendiri lanjut Frits, belum tiba ke tempat kejadian perkara (TKP) lantaran faktor keamanan.

“Tim yang kami kirim belum tiba di lapangan karena faktor keamanan. Seluruh penerbangan menuju Intan Jaya untuk mengangkut bahan makanan dan aparat,” kata Frits. 

Kondisi Agustina sendiri menurut keterangan dokter, ada benda asing dalam matanya. Untuk itu, Agustina bakal dikirim ke rumah sakit di Makassar untuk penanganan medis yang lebih lanjut.

Baca Juga :  Pembatasan Layanan Pesawat Penumpang Masih Berlaku

“Kami belum bisa menggali panjang dari keterangan Agustina, karena dia dalam keadaan kesakitan. Sejauh ini, Komnas baru mendapat keterangan dari versi Agustina bahwa dia lewat dan ditembak,” ucapnya.

Secara terpisah, Danrem 173/PVB, Brigjen TNI Taufan Gestoro menyampaikan Agustina ditembak di lokasi yang biasa ada gangguan dari KST. “Saya tidak tahu persis, karena saya tidak dekat dengan lokasi saat kejadian itu,” kata Danrem saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (19/11).

Lanjut Danrem, pihaknya belum bisa membuktikan kalau yang tembak Agustina adalah TNI. Sebab butuh saksi lain selain dari Agustina.

“Harus ada saksi lain selain Agustina, itu yang lebih menguatkan kalau memang itu betul. Kita juga tidak tahu tembakan dari mana? Ini perlu dibuktikan dengan saksi lain,” kata Danrem. (fia/nat)

Danrem173/PVB: Agustina Ditembak di Lokasi yang Biasa Ada Gangguan dari KST

JAYAPURA-Agustina, korban penembakan yang diduga dilakukan oknum anggota TNI di Kabupaten Intan Jaya, Selasa (9/11) lalu masih berjuang untuk sembuh dari luka tembak yang menembus tubuhnya.

Komnas HAM Papua bersama Ketua Komnas HAM RI sudah sempat menjenguk Agustina saat mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Mimika, pada 9 November lalu. 

Saat menjenguk Agustina, Komnas HAM melihat luka tembak pada bagian perut Agustina dan pelipis matanya.

“Kita belum bisa mintai keterangan hingga tuntas. Tetapi fakta yang kita temukan, terdapat luka tembak pada perut sebelah kanan dan luka tembak pada bagian mata sebelah kanan,”  ungkap ketua Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, Jumat (19/11).

Lanjut Frits, terhadap kondisinya,  Agustina belum bisa diambil tindakan di Rumah Sakit Mimika. Untuk itu Komnas HAM telah meminta kepada Pemda Intan Jaya untuk mengirim yang bersangkutan ke rumah sakit lain.

Baca Juga :  Fokus Kelanjutan Pengamanan Pemilu

“Dari kesaksian keterangan yang bersangkutan (Agustina-red) tidak ada kontak tembak saat kejadian, tetapi dia ditembak. Selain menjenguk Agustina, kita juga mengunjugi balita Ferdinan (6) yang juga korban penembakan di Intan Jaya pada 26 Oktober lalu,” terang Frits.

Terkait penembakan terhadap Agustina ini, Komnas HAM kata Frits sudah bertemu dengan Kodam dan Kodam sendiri mengirim tim untuk melakukan investigasi termasuk meminta keterangan kepada anggotanya.

Sementara tim dari Komnas HAM sendiri lanjut Frits, belum tiba ke tempat kejadian perkara (TKP) lantaran faktor keamanan.

“Tim yang kami kirim belum tiba di lapangan karena faktor keamanan. Seluruh penerbangan menuju Intan Jaya untuk mengangkut bahan makanan dan aparat,” kata Frits. 

Kondisi Agustina sendiri menurut keterangan dokter, ada benda asing dalam matanya. Untuk itu, Agustina bakal dikirim ke rumah sakit di Makassar untuk penanganan medis yang lebih lanjut.

Baca Juga :  Pembatasan Layanan Pesawat Penumpang Masih Berlaku

“Kami belum bisa menggali panjang dari keterangan Agustina, karena dia dalam keadaan kesakitan. Sejauh ini, Komnas baru mendapat keterangan dari versi Agustina bahwa dia lewat dan ditembak,” ucapnya.

Secara terpisah, Danrem 173/PVB, Brigjen TNI Taufan Gestoro menyampaikan Agustina ditembak di lokasi yang biasa ada gangguan dari KST. “Saya tidak tahu persis, karena saya tidak dekat dengan lokasi saat kejadian itu,” kata Danrem saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (19/11).

Lanjut Danrem, pihaknya belum bisa membuktikan kalau yang tembak Agustina adalah TNI. Sebab butuh saksi lain selain dari Agustina.

“Harus ada saksi lain selain Agustina, itu yang lebih menguatkan kalau memang itu betul. Kita juga tidak tahu tembakan dari mana? Ini perlu dibuktikan dengan saksi lain,” kata Danrem. (fia/nat)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/