alexametrics
31.7 C
Jayapura
Saturday, May 28, 2022

Diduga Diperkosa Sebelum Dibunuh

Perempuan Paro Baya Ditemukan Tewas Tanpa Busana, Perhiasan Emas Korban Hilang

JAYAPURA-Seorang wanita paro baya berusia 56 tahun ditemukan tak bernyawa di jalan poros Abepura-Arso tepatnya di Koya Koso, Km 9 Distrik Abepura, Selasa (18/1) kemarin.

Sebelum ditemukan tewas, korban diduga diperkosa terlebih dahulu. Kasus ini masih diselidiki penyidik Polsek Abepura dan menarik perhatian para netizen yang terus memantau perkembangan kasus dan pelakunya.

Dari informasi yang diterima Cenderawasih Pos, korban kesehariannya bekerja sebagai petani serta berjualan sirih dan pinang di Pasar Youtefa. Namun pagi kemarin saat kejadian korban disebutkan membawa buah sukun untuk dijual.

“Informasi yang saya peroleh, almarhumah ini memiliki dua anak dan setiap harinya bekerja sebagai petani maupun pedagang,” ungkap ketua Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) Provinsi Papua, H. Darwis Massi melalui ponselnya, kemarin.

Darwis mengaku memonitor kasus ini dan meminta agar pelaku segera diungkap dan diberi sanksi tegas. Dari kronologisnya disebutkan bahwa korban biasa pagi hari mengendarai motor,  pergi  ke arah Pasar Youtefa untuk berjualan sekira pukul 04.30 WIT. Namun pagi itu, korban itemukan tergeletak di semak-semak tak jauh dari jembatan.

Di sekitar posisi jenazah juga terdapat motor Honda Beat putih yang digunakan saat mau ke pasar.  “Ini perbuatan  sadis dan kami minta pihak kepolisian untuk segera mengungkap,” sambung Darwis.

Selain itu ia juga meminta masyarakat Sulawesi Selatan khususnya dari Kabupaten Bone untuk tidak melakukan hal – hal negatif. Semua perkara telah ditangani pihak kepolisian dan masyarakatnya diminta menunggu. “Jangan melakukan perbuatan yang di luar kendali dan saya meminta kita menunggu,” bebernya.

Sementara hingga siang kemarin pihak keluarga masih mendampingi korban di RS Bhayangkara. “Kami belum mintai keterangan karena keluarga juga masih di rumah sakit, nanti tunggu saja,” ucap Wakapolsek Abepura, AKP Harjaka dalam pesan singkatnya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, kemarin.

Sementara Direktur LBH Apik Jayapura, Nur Aida Duwila mengaku masih memantau kasus ini. “Saya ikuti dulu yang jelas kita menolak semua bentuk kekerasan seperti ini,” singkatnya.

Baca Juga :  Korban Tewas Akibat Benturan Keras di Kepala

Kasus ini juga mendapat perhatian salah satu anggota DPRD Kota Jayapura, Yuli Rahman. “Ini sudah keterlaluan, itukan orang tua. Kami minta ini segera diungkap,” singkatnya.

Sementara Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Gustav Urbinas kepada wartawan menyampaikan bahwa penemuan jasad perempuan paro baya itu pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.30 WIT oleh saksi bernama Lemanus, ketika hendak mengangkat kayu balok untuk membuat pondok. Ia melihat melihat adanya sosok tubuh manusia tanpa busana dengan wajah mengeluarkan darah yang tergeletak di dekat pohon pisang.

Melihat hal tersebut, kedua saksi menghadang pengendara motor yang melintas agar dapat memberitahu kepada pihak kepolisian terkait temuan tersebut. “Pihaknya yang mendapat laporan tersebut dari masyarakat awalnya dilaporkan kasus kecelakaan sehingga piket Lalu Lintas Polsek Abepura mendatangi TKP namun saat dicek ke lokasi, suami korban telah mendahului berada di lokasi yang melihat istrinya telah meninggal dunia dengan wajah mengeluarkan darah dan tubuh korban sudah ditutupi pakaian,”  jelas Kapolresta.

Dari informasi ini, piket Lakalantas langsung menghubungi pimpinan sehingga Kapolsek Abepura bersama personel yang diback up oleh Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota dan tim identifikasi mendatangi lokasi guna melakukan olah TKP. “Kami juga meminta keluarga korban dan warga menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian dan mendukung polisi  dalam pengungkapan kasus ini,” tutupnya.

Secara terpisah, Kapolsek Abepura, AKP Lintong Simanjuntak belum bisa menyimpulkan terkait dengan terbunuhnya perempuan 50-an tahun itu. Terkait kasus ini kata Kapolsek, awalnya masyarakat melaporkan adanya Lakalantas dan penemuan mayat.

“Setelah kita cek di TKP, kita melihat adanya bukti yang cukup terkait pasal unsur pidana. Bisa dibilang terjadi pencurian dengan kekerasan dan melakukan seperti pemerkosaan. Tapi untuk dugaan pemerkosaan belum bisa kita simpulkan. Nanti yang menyimpulkan dokter forensik,” kata Kapolsek kepada Cenderawasih Pos.

Terkait dengan kejadian ini menurut Kapolsek, pihaknya sudah melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan. Sementara jenazah masih berada di RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi atas persetujuan keluarga.

Baca Juga :  Akhirnya Berdamai

Lanjut Kapolsek, saat ditemukan korban tanpa busana. Sehingga masih berandai-andai apakah korban diperkosa atau sengaja dibuka bajunya. Untuk mengetahui apakah jenazah diperkosa atau tidak, maka perlu dilakukan autopsi.

“Keluarga setuju untuk autopsi, sehingga kita membuatkan surat penyataan autopsi dan  nantinya kita serahkan ke RS Bhayangkara untuk melaksanakan autopsi. Dari hasil autopsi tersebut akan diketahui penyebab jenazah meninggal,” terang Kapolsek.

Terkait dengan kejadian ini, empat orang saksi sudah diBAP, dimana dua diantaranya saksi yang pertama kali melihat jenazah di TKP.

“Mudah-mudahan kita bisa menemukan pelakunya. Sebagus apapun orang melakukan tindak pidana pasti ada yang tersisa. Berikan kesempatan pihak kepolisian untuk bekerja dan anggota saya sudah melakukan lidik di TKP,” tuturnya.

Dikatakan Kapolsek, beberapa barang milik korban hilang seperti emas dan handphone. Dari keterangan suami almarhumah, isterinya itu menggunakan emas.

“Menurut pak haji, dia (almarhumah-red) pergi ke pasar untuk menjual sukun sekalian belanja. Ia keluar rumah sekira pukul 05:00 WIT hingga ditemukan tewas sekira pukul 07:30 WIT,” jelasnya.

Terkait dengan kejadian ini, Kapolsek meminta warga dalam hal ini keluarga untuk tidak terprovokasi.

Sementara itu, Kaharudin, SH.,  Wakil Ketua I Pemuda Bone Provinsi Papua mendesak Polisi untuk bisa mengungkap kasus ini. “Kita akan kawal hingga Polisi menemukan pelakunya dan diproses hukum agar hal serupa tidak terulang lagi,” Kaharudin kepada Cenderawasih Pos.

Dikatakan, usai dilakukan autopsi di RS Bhayangkara, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Kilometer 9 dan direncanakan akan dimakamkan di Bone, Sulawesi Selatan.

“Rencana jenazah bakal dimakamkan di Bone Barat, dan untuk kasus ini. Tidak ada proses penyelesaian secara kekeluargaan,” tegasnya.

Sementara itu, setelah kejadian. Pihak keluarga mendatangi Polsek Abepura meminta Kapolsek untuk menangkap pelaku dan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku. (ade/fia/nat)

Perempuan Paro Baya Ditemukan Tewas Tanpa Busana, Perhiasan Emas Korban Hilang

JAYAPURA-Seorang wanita paro baya berusia 56 tahun ditemukan tak bernyawa di jalan poros Abepura-Arso tepatnya di Koya Koso, Km 9 Distrik Abepura, Selasa (18/1) kemarin.

Sebelum ditemukan tewas, korban diduga diperkosa terlebih dahulu. Kasus ini masih diselidiki penyidik Polsek Abepura dan menarik perhatian para netizen yang terus memantau perkembangan kasus dan pelakunya.

Dari informasi yang diterima Cenderawasih Pos, korban kesehariannya bekerja sebagai petani serta berjualan sirih dan pinang di Pasar Youtefa. Namun pagi kemarin saat kejadian korban disebutkan membawa buah sukun untuk dijual.

“Informasi yang saya peroleh, almarhumah ini memiliki dua anak dan setiap harinya bekerja sebagai petani maupun pedagang,” ungkap ketua Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) Provinsi Papua, H. Darwis Massi melalui ponselnya, kemarin.

Darwis mengaku memonitor kasus ini dan meminta agar pelaku segera diungkap dan diberi sanksi tegas. Dari kronologisnya disebutkan bahwa korban biasa pagi hari mengendarai motor,  pergi  ke arah Pasar Youtefa untuk berjualan sekira pukul 04.30 WIT. Namun pagi itu, korban itemukan tergeletak di semak-semak tak jauh dari jembatan.

Di sekitar posisi jenazah juga terdapat motor Honda Beat putih yang digunakan saat mau ke pasar.  “Ini perbuatan  sadis dan kami minta pihak kepolisian untuk segera mengungkap,” sambung Darwis.

Selain itu ia juga meminta masyarakat Sulawesi Selatan khususnya dari Kabupaten Bone untuk tidak melakukan hal – hal negatif. Semua perkara telah ditangani pihak kepolisian dan masyarakatnya diminta menunggu. “Jangan melakukan perbuatan yang di luar kendali dan saya meminta kita menunggu,” bebernya.

Sementara hingga siang kemarin pihak keluarga masih mendampingi korban di RS Bhayangkara. “Kami belum mintai keterangan karena keluarga juga masih di rumah sakit, nanti tunggu saja,” ucap Wakapolsek Abepura, AKP Harjaka dalam pesan singkatnya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, kemarin.

Sementara Direktur LBH Apik Jayapura, Nur Aida Duwila mengaku masih memantau kasus ini. “Saya ikuti dulu yang jelas kita menolak semua bentuk kekerasan seperti ini,” singkatnya.

Baca Juga :  Pigi Minta Maaf Saja Bawa Sopi Satu Botol

Kasus ini juga mendapat perhatian salah satu anggota DPRD Kota Jayapura, Yuli Rahman. “Ini sudah keterlaluan, itukan orang tua. Kami minta ini segera diungkap,” singkatnya.

Sementara Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Gustav Urbinas kepada wartawan menyampaikan bahwa penemuan jasad perempuan paro baya itu pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.30 WIT oleh saksi bernama Lemanus, ketika hendak mengangkat kayu balok untuk membuat pondok. Ia melihat melihat adanya sosok tubuh manusia tanpa busana dengan wajah mengeluarkan darah yang tergeletak di dekat pohon pisang.

Melihat hal tersebut, kedua saksi menghadang pengendara motor yang melintas agar dapat memberitahu kepada pihak kepolisian terkait temuan tersebut. “Pihaknya yang mendapat laporan tersebut dari masyarakat awalnya dilaporkan kasus kecelakaan sehingga piket Lalu Lintas Polsek Abepura mendatangi TKP namun saat dicek ke lokasi, suami korban telah mendahului berada di lokasi yang melihat istrinya telah meninggal dunia dengan wajah mengeluarkan darah dan tubuh korban sudah ditutupi pakaian,”  jelas Kapolresta.

Dari informasi ini, piket Lakalantas langsung menghubungi pimpinan sehingga Kapolsek Abepura bersama personel yang diback up oleh Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota dan tim identifikasi mendatangi lokasi guna melakukan olah TKP. “Kami juga meminta keluarga korban dan warga menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian dan mendukung polisi  dalam pengungkapan kasus ini,” tutupnya.

Secara terpisah, Kapolsek Abepura, AKP Lintong Simanjuntak belum bisa menyimpulkan terkait dengan terbunuhnya perempuan 50-an tahun itu. Terkait kasus ini kata Kapolsek, awalnya masyarakat melaporkan adanya Lakalantas dan penemuan mayat.

“Setelah kita cek di TKP, kita melihat adanya bukti yang cukup terkait pasal unsur pidana. Bisa dibilang terjadi pencurian dengan kekerasan dan melakukan seperti pemerkosaan. Tapi untuk dugaan pemerkosaan belum bisa kita simpulkan. Nanti yang menyimpulkan dokter forensik,” kata Kapolsek kepada Cenderawasih Pos.

Terkait dengan kejadian ini menurut Kapolsek, pihaknya sudah melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan. Sementara jenazah masih berada di RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi atas persetujuan keluarga.

Baca Juga :  Wanita Paro Baya, Gantung Diri di Belakang Bukit Timung Daun

Lanjut Kapolsek, saat ditemukan korban tanpa busana. Sehingga masih berandai-andai apakah korban diperkosa atau sengaja dibuka bajunya. Untuk mengetahui apakah jenazah diperkosa atau tidak, maka perlu dilakukan autopsi.

“Keluarga setuju untuk autopsi, sehingga kita membuatkan surat penyataan autopsi dan  nantinya kita serahkan ke RS Bhayangkara untuk melaksanakan autopsi. Dari hasil autopsi tersebut akan diketahui penyebab jenazah meninggal,” terang Kapolsek.

Terkait dengan kejadian ini, empat orang saksi sudah diBAP, dimana dua diantaranya saksi yang pertama kali melihat jenazah di TKP.

“Mudah-mudahan kita bisa menemukan pelakunya. Sebagus apapun orang melakukan tindak pidana pasti ada yang tersisa. Berikan kesempatan pihak kepolisian untuk bekerja dan anggota saya sudah melakukan lidik di TKP,” tuturnya.

Dikatakan Kapolsek, beberapa barang milik korban hilang seperti emas dan handphone. Dari keterangan suami almarhumah, isterinya itu menggunakan emas.

“Menurut pak haji, dia (almarhumah-red) pergi ke pasar untuk menjual sukun sekalian belanja. Ia keluar rumah sekira pukul 05:00 WIT hingga ditemukan tewas sekira pukul 07:30 WIT,” jelasnya.

Terkait dengan kejadian ini, Kapolsek meminta warga dalam hal ini keluarga untuk tidak terprovokasi.

Sementara itu, Kaharudin, SH.,  Wakil Ketua I Pemuda Bone Provinsi Papua mendesak Polisi untuk bisa mengungkap kasus ini. “Kita akan kawal hingga Polisi menemukan pelakunya dan diproses hukum agar hal serupa tidak terulang lagi,” Kaharudin kepada Cenderawasih Pos.

Dikatakan, usai dilakukan autopsi di RS Bhayangkara, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Kilometer 9 dan direncanakan akan dimakamkan di Bone, Sulawesi Selatan.

“Rencana jenazah bakal dimakamkan di Bone Barat, dan untuk kasus ini. Tidak ada proses penyelesaian secara kekeluargaan,” tegasnya.

Sementara itu, setelah kejadian. Pihak keluarga mendatangi Polsek Abepura meminta Kapolsek untuk menangkap pelaku dan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku. (ade/fia/nat)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/