JAYAPURA – Seorang pemuda bernama Rafles Fonataba (22), Warga Kota Jayapura dilaporkan tertimbun tanah longsor saat sedang melakukan penggalian di lokasi pendulangan di Polimak, Gajah Putih Jayapura Selatan Kota Jayapura, Minggu (15/2). Korban ketika itu sedang melakukan sejak siang sekira pukul 14.30 WIT dan tiba-tiba terjadi longsoran.
Korban tidak sempat menghindar dan menjauh sehingga ikut tertimbun. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura atau Basarnas, Anton Sucipto menjelaskan berdasarkan keterangan saksi di lokasi, Tambirana Woru kejadian itu terjadi Minggu siang.
“Korban sedang melakukan penambang tradisional di lokasi kejadian tiba tiba saja terjadi longsoran tanah yang menyebabkan korban tidak sempat menyelamatkan diri dan tertimbun material tanah,” jelas Anton dalam rilisnya, Minggu malam.
Keluarga dan masyarakat sempat melakukan pencarian namun belum berhasil kemudian kejadian ini dilaporkan ke kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura. Tak lama setelah mendapat laporan tersebut kata Anton Tim Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura berjumlah 11 personil langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) dengan peralatan lengkap. Hanya saja hingga pukul 00.00 WIT korban belum juga ditemukan.
JAYAPURA – Seorang pemuda bernama Rafles Fonataba (22), Warga Kota Jayapura dilaporkan tertimbun tanah longsor saat sedang melakukan penggalian di lokasi pendulangan di Polimak, Gajah Putih Jayapura Selatan Kota Jayapura, Minggu (15/2). Korban ketika itu sedang melakukan sejak siang sekira pukul 14.30 WIT dan tiba-tiba terjadi longsoran.
Korban tidak sempat menghindar dan menjauh sehingga ikut tertimbun. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura atau Basarnas, Anton Sucipto menjelaskan berdasarkan keterangan saksi di lokasi, Tambirana Woru kejadian itu terjadi Minggu siang.
“Korban sedang melakukan penambang tradisional di lokasi kejadian tiba tiba saja terjadi longsoran tanah yang menyebabkan korban tidak sempat menyelamatkan diri dan tertimbun material tanah,” jelas Anton dalam rilisnya, Minggu malam.
Keluarga dan masyarakat sempat melakukan pencarian namun belum berhasil kemudian kejadian ini dilaporkan ke kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura. Tak lama setelah mendapat laporan tersebut kata Anton Tim Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura berjumlah 11 personil langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) dengan peralatan lengkap. Hanya saja hingga pukul 00.00 WIT korban belum juga ditemukan.