Wednesday, January 21, 2026
27.6 C
Jayapura

Polisi Sebut Massa Ditunggangi dan Ditemukan Molotov

Kapolresta Jayapura Kota Kombes. Pol. Fredrickus W.A. Maclarimboen mengungkapkan kericuhan ini berawal saat massa aksi memaksakan untuk melakukan long march, dimana sebelumnya sudah ada kesepakatan untuk massa berkumpul di Lingkaran.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes. Pol. Fredrickus W.A. Maclarimboen

‎Lanjut Kapolresta, negosiasi bersama pihak massa aksi sempat disetujui bahwa massa akan bergeser ke lingkaran atas. Namun kata Kapolresta, massa tidak terima dengan itu dan ada yang melakukan pelemparan batu ke arah pihak kepolisian. Sebutnya ‎untuk penanganan massa aksi sudah berjalan seprti biasa dan sebelumnya, namun dari kesepakatan yang telah disepakati antara aparat dan korlap massa aksi.

“Ada provokator-provokator yang diduga tetap memaksakan kehendak untuk long march,” bebernya.

Ia menduga aksi tersebut merupakan modus dari masa aksi untuk ciptakan bentrok dengan aparat. “Dan ini sudah tidak murni mahasiswa lagi. Sudah ditunggangi KNPB,” tegasnya.

Baca Juga :  Tak Ada Pengamanan Ketat di Kediaman Lukas Enembe

Tak hanya itu dari hasil penyisiran ditemukan bom molotov. Molotov digunakan untuk membakar karena di tempat yang terbakar ditemukan beberapa sumbu. ‎Ia menegaskan, massa aksi telah menyiapkan bom molotov namun terdeteksi.

“Molotov ada karena beberapa sumbu kami temukan dari lokasi kebakaran. Ada juga yang tak sempat digunakan,” ungkap Kapolresta.

Sementara bentuk anarkis yang dilakukan pendemo yakni melakukan pembakaran kendaraan dan lapak pedagang. Dua unit mobil dinas milik Polri dirusak dan satu mobil milik PDAM Kota Jayapura dibakar. Korban berjatuhan sebanyak tiga orang akibat terkena lemparan batu dari massa aksi, dua diantaranya merupakan anggota Polri sementara satu lainnya yakni masyarakat sipil yang berprofesi sebagai pedagang bakso keliling.

Baca Juga :  Relay Otomatis Gangguan, Trafic Light Pertigaan Hamadi Sempat Padam

Tak hanya itu, salah satu grobak jualan milik warga setempat hangus terbakar. Beberapa kendaraan roda dua milik warga juga dijatuhkan masa aksi ditengah jalan, Kondisi ini menimbulkan amarah dari warga. “Kenapa kendaraan kita yang menjadi target. Kitakan tidak tahu, macam tidak ada hati,” kesal salah satu warga saat mengangkat kendaraannya. (jim/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Kapolresta Jayapura Kota Kombes. Pol. Fredrickus W.A. Maclarimboen mengungkapkan kericuhan ini berawal saat massa aksi memaksakan untuk melakukan long march, dimana sebelumnya sudah ada kesepakatan untuk massa berkumpul di Lingkaran.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes. Pol. Fredrickus W.A. Maclarimboen

‎Lanjut Kapolresta, negosiasi bersama pihak massa aksi sempat disetujui bahwa massa akan bergeser ke lingkaran atas. Namun kata Kapolresta, massa tidak terima dengan itu dan ada yang melakukan pelemparan batu ke arah pihak kepolisian. Sebutnya ‎untuk penanganan massa aksi sudah berjalan seprti biasa dan sebelumnya, namun dari kesepakatan yang telah disepakati antara aparat dan korlap massa aksi.

“Ada provokator-provokator yang diduga tetap memaksakan kehendak untuk long march,” bebernya.

Ia menduga aksi tersebut merupakan modus dari masa aksi untuk ciptakan bentrok dengan aparat. “Dan ini sudah tidak murni mahasiswa lagi. Sudah ditunggangi KNPB,” tegasnya.

Baca Juga :  Pencegahan Korupsi di Kota Jayapura dapat Rapor Merah KPK

Tak hanya itu dari hasil penyisiran ditemukan bom molotov. Molotov digunakan untuk membakar karena di tempat yang terbakar ditemukan beberapa sumbu. ‎Ia menegaskan, massa aksi telah menyiapkan bom molotov namun terdeteksi.

“Molotov ada karena beberapa sumbu kami temukan dari lokasi kebakaran. Ada juga yang tak sempat digunakan,” ungkap Kapolresta.

Sementara bentuk anarkis yang dilakukan pendemo yakni melakukan pembakaran kendaraan dan lapak pedagang. Dua unit mobil dinas milik Polri dirusak dan satu mobil milik PDAM Kota Jayapura dibakar. Korban berjatuhan sebanyak tiga orang akibat terkena lemparan batu dari massa aksi, dua diantaranya merupakan anggota Polri sementara satu lainnya yakni masyarakat sipil yang berprofesi sebagai pedagang bakso keliling.

Baca Juga :  Mentan dan Asisten Khusus Menhan  Kembali Kunker ke Merauke 

Tak hanya itu, salah satu grobak jualan milik warga setempat hangus terbakar. Beberapa kendaraan roda dua milik warga juga dijatuhkan masa aksi ditengah jalan, Kondisi ini menimbulkan amarah dari warga. “Kenapa kendaraan kita yang menjadi target. Kitakan tidak tahu, macam tidak ada hati,” kesal salah satu warga saat mengangkat kendaraannya. (jim/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya