Monday, January 12, 2026
28.3 C
Jayapura

5 Pekerja Tambang Tradisional Tewas Diserang KKB

JAKARTA– Kelompok pekerja tambang tradisional diserang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Insiden tragis ini terjadi di Kali I, Kampung Mosum II, Distrik Samboga, Kabupaten Yahukimo pada Senin (16/10), sekitar pukul 14.30 WIT.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri mengatakan, penyerangan tersebut menewaskan lima orang pekerja tambang. Petugas telah bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk membantu dalam pengambilan keputusan tegas melalui proses penegakan hukum.

“Terkait hal ini, kami sedang dalam proses pendalaman dengan mendekati para tokoh masyarakat untuk memastikan kondisi para korban. Saat ini, kami belum dapat mengirim aparat keamanan ke lokasi kejadian karena risiko yang sangat tinggi,” kata Mathius dalam keterangan tertulis, Selasa (17/10).

Baca Juga :  Sempat Cekcok, Suami Tewas Gantung Diri di Pohon Alpukat

Mathius menekankan, pihaknya tidak akan mentolerir tindakan bersenjata yang terjadi di Papua. Namun, dalam mengambil tindakan tegas, mereka berusaha untuk merencanakannya dengan matang agar tidak menimbulkan lebih banyak korban jiwa.

“Aparat Keamanan dan pihak terkait akan bekerja sama dengan seksama untuk mengungkap pelaku di balik kejahatan ini. Kami juga akan meningkatkan keamanan untuk memastikan penyelenggaraan Pemilu di Papua tidak terganggu oleh pihak-pihak yang berseberangan,” jelasnya.
Pihak berwenang saat ini masih dalam proses penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi pelaku dan memastikan keamanan wilayah tersebut. Insiden ini menunjukkan eskalasi kekerasan di wilayah Papua yang telah lama terjadi, dan langkah-langkah tegas diperlukan untuk memastikan keamanan dan stabilitas di daerah tersebut.
Sumber : Jawapos

Baca Juga :  Hanya Butuh Sembilan Hari Pembahasan

JAKARTA– Kelompok pekerja tambang tradisional diserang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Insiden tragis ini terjadi di Kali I, Kampung Mosum II, Distrik Samboga, Kabupaten Yahukimo pada Senin (16/10), sekitar pukul 14.30 WIT.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri mengatakan, penyerangan tersebut menewaskan lima orang pekerja tambang. Petugas telah bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk membantu dalam pengambilan keputusan tegas melalui proses penegakan hukum.

“Terkait hal ini, kami sedang dalam proses pendalaman dengan mendekati para tokoh masyarakat untuk memastikan kondisi para korban. Saat ini, kami belum dapat mengirim aparat keamanan ke lokasi kejadian karena risiko yang sangat tinggi,” kata Mathius dalam keterangan tertulis, Selasa (17/10).

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 3,6 T, Tapi  Tak Ada Perusda yang Sehat

Mathius menekankan, pihaknya tidak akan mentolerir tindakan bersenjata yang terjadi di Papua. Namun, dalam mengambil tindakan tegas, mereka berusaha untuk merencanakannya dengan matang agar tidak menimbulkan lebih banyak korban jiwa.

“Aparat Keamanan dan pihak terkait akan bekerja sama dengan seksama untuk mengungkap pelaku di balik kejahatan ini. Kami juga akan meningkatkan keamanan untuk memastikan penyelenggaraan Pemilu di Papua tidak terganggu oleh pihak-pihak yang berseberangan,” jelasnya.
Pihak berwenang saat ini masih dalam proses penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi pelaku dan memastikan keamanan wilayah tersebut. Insiden ini menunjukkan eskalasi kekerasan di wilayah Papua yang telah lama terjadi, dan langkah-langkah tegas diperlukan untuk memastikan keamanan dan stabilitas di daerah tersebut.
Sumber : Jawapos

Baca Juga :  Urai Masalah Tanah, Butuh Pemetaan dan Dialog dengan Pemilik Ulayat 

Berita Terbaru

Artikel Lainnya