Thursday, April 3, 2025
27.8 C
Jayapura

Kapolda: Tak Semua Warga Oksibil Mengungsi

Kelola Pengamanan Dengan Terukur Agar Tak Semua Warga Mengungsi  dari Oksibil

WAMENA – Polda  Papua mengklaim jika tidak semua warga yang ada di wilayah Kabupaten Pengunungan Bintang mengungsi ke Jayapura, pasalnya saat ini pihaknya telah berupaya untuk mengelola situasi kamtibmas di Wilayah tersebut dengan baik supaya warga yang ada di Oksibil tak ketakutan.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri, SIK menyebut laporan dari Kapolres Pegunungan Bintang memang ada warga yang keluar namun kalau dikatakan mengungsi tidak juga, karena kepolisian masih terus berupaya untuk mengelola situasi Kamtibmas di sana dengan baik agar tak ada ketakutan bagi warga di sana (Oksibil).

“Situasi ini pernah terjadi di tahun –tahun yang lalu seperti di Puncak Jaya dan Lanny Jaya sehingga penanganannya harus dilakukan secara maksimal, Kalau TNI/Polri saja yang bekerja itu tak akan maksimal, kami berharap penjabat Bupati yang sudah ditunjuk oleh pemerintah harus berada di wilayahnya,”ungkapnya Senin (16/1) saat ditemui di Wamena.

Kapolda Menegaskan kehadiran pimpinan daerah di tempat ini dimaksudkan agar bisa mengurus atau mengelola keamanan yang ada disana bersama –sama dengan aparat TNI/Polri, diharapkan mereka ini yang terdepan menjembatani dan komunikasi  dengan keluarganya disana.

“Saya pernah sampaikan di Provinsi Papua tengah semua pelaku kejahatan yang menggunakan senjata (KKB) ini ada hubungan pertalian saudara dekat dengan Bupati –bupati sebelumnya atau masih ada hubungan keluarga saya berani ngomong ini karena saya yang mengetahui itu sehingga diharapkan mereka yang maju untuk melakukan komunikasi dengan pelaku kejahatan ini,”tegasnya.

Baca Juga :  Masyarakat Adat Welesi dan Wouma Serahkan Surat Pelepasan Tanah Adat

Jenderal Bintang dua itu menegaskan jika kemanapun mereka masih berulah akan ditindak tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku dalam Negara ini, sebab selama ini pendekatan yang sudah dilakukan aparat TNI/Polri sudah berusaha melakukan pendekatan secara shof agar tidak bias kepada masyarakat yang lain.

“Ini harus dilakukan agar anak –anak dan saudara yang bergerak dalam politik seperti KNPB, ULMWP itu mereka menggunakan isu –isu penanganan TNI/Polri untuk isu pelanggaran HAM agar upaya penindakan hukum yang dilakukan tepat sasaran dan terukur sehingga kalau mereka bermain diluar soal HAM bisa kita tunjukan faktanya,”tegas Kapolda Papua

Secara terpisah Sekda Provinsi Papua pegunungan Dr. Sumule Tumbo, SE, MM mengharapkan agar pemerintah Kabupaten Pegunungan bintang harus tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat disana apapun itu tantangannya, masalah seperti ini harus di kolaborasikan bersama dalam peningkatan kualaitas pelayanan kepada masyarakat.

“Dalam kondisi seperti ini sangat diharapkan kepada pemerintah Kabupaten Pegunungan bintang untuk tetap berada ditempat dalam melakukan koordinasi penangan konflik disana dan melaporkan secara berkala kepada TNI/ Polri dan pemerintahan diatasnya agar semua terintegrasi dengan baik,”tutupnya.

Baca Juga :  Organisasi Pers Papua Kecam Dugaan Intimidasi

Terpisah, Pj. Gubernur Papua Pegungunan, Nikolaus Kondomo  mengatakan dirinya sudah persiapkan berbagai rencana maupun program kerja untuk pembangunan di Provinsi Papua Pegungan, oleh karena itu ia sangat diharapkan agar masyarakat turut andil dalam mendukung program kerja pemerintah, guna mempercepat pembangunan di Provinsi Papua Pegungungan.

“Pembangunan di DOB sangat membutuhkan dukungan masyarakat, guna mempercepat proses pembangunan, karena DOB adalah hadiah dari pemerintah pusat untuk kita orang Papua,” ujar Niko.

Nikolaus Komdomo Juga mengungkapkan pembangunan di DOB, khususnya di Provinsi Papua Pegungan, membutuhkan kerjasama dalam hal menjaga keamanan, sebab untuk menjaga kesatuan bangsa, tentunya sangat membutuhkan kerjasama yang solid baik dari masyarakat maupun antar pemerintah itu sendiri, salah satunya dengan saling mengharai satu sama lain.

“Menjadi bangsa yang kuat, maka kita harus saling mengharai satu sama lain, karena keberadaban itu penting, sebab hal itu penting bagi kita untuk saling menjaga kebersamaan,” imbuh Nikolaus Kondomo.

Mantan Kejati itu mengatakan NKRI merupakan rumah bersama rakyat Indonesia, oleh karena itu untuk menjaga keutuhan, maka butuh kekompakan, butuh kerjasama, untuk saling bahu membahu menjaga keamanan guna meningkatkan  pemembangun terutama dalam hal membangun tanah Papua yang lebih baik.(jo/rel/wen)

Kelola Pengamanan Dengan Terukur Agar Tak Semua Warga Mengungsi  dari Oksibil

WAMENA – Polda  Papua mengklaim jika tidak semua warga yang ada di wilayah Kabupaten Pengunungan Bintang mengungsi ke Jayapura, pasalnya saat ini pihaknya telah berupaya untuk mengelola situasi kamtibmas di Wilayah tersebut dengan baik supaya warga yang ada di Oksibil tak ketakutan.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri, SIK menyebut laporan dari Kapolres Pegunungan Bintang memang ada warga yang keluar namun kalau dikatakan mengungsi tidak juga, karena kepolisian masih terus berupaya untuk mengelola situasi Kamtibmas di sana dengan baik agar tak ada ketakutan bagi warga di sana (Oksibil).

“Situasi ini pernah terjadi di tahun –tahun yang lalu seperti di Puncak Jaya dan Lanny Jaya sehingga penanganannya harus dilakukan secara maksimal, Kalau TNI/Polri saja yang bekerja itu tak akan maksimal, kami berharap penjabat Bupati yang sudah ditunjuk oleh pemerintah harus berada di wilayahnya,”ungkapnya Senin (16/1) saat ditemui di Wamena.

Kapolda Menegaskan kehadiran pimpinan daerah di tempat ini dimaksudkan agar bisa mengurus atau mengelola keamanan yang ada disana bersama –sama dengan aparat TNI/Polri, diharapkan mereka ini yang terdepan menjembatani dan komunikasi  dengan keluarganya disana.

“Saya pernah sampaikan di Provinsi Papua tengah semua pelaku kejahatan yang menggunakan senjata (KKB) ini ada hubungan pertalian saudara dekat dengan Bupati –bupati sebelumnya atau masih ada hubungan keluarga saya berani ngomong ini karena saya yang mengetahui itu sehingga diharapkan mereka yang maju untuk melakukan komunikasi dengan pelaku kejahatan ini,”tegasnya.

Baca Juga :  Digigit, Ujung Jari Manis Seorang Polisi Putus

Jenderal Bintang dua itu menegaskan jika kemanapun mereka masih berulah akan ditindak tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku dalam Negara ini, sebab selama ini pendekatan yang sudah dilakukan aparat TNI/Polri sudah berusaha melakukan pendekatan secara shof agar tidak bias kepada masyarakat yang lain.

“Ini harus dilakukan agar anak –anak dan saudara yang bergerak dalam politik seperti KNPB, ULMWP itu mereka menggunakan isu –isu penanganan TNI/Polri untuk isu pelanggaran HAM agar upaya penindakan hukum yang dilakukan tepat sasaran dan terukur sehingga kalau mereka bermain diluar soal HAM bisa kita tunjukan faktanya,”tegas Kapolda Papua

Secara terpisah Sekda Provinsi Papua pegunungan Dr. Sumule Tumbo, SE, MM mengharapkan agar pemerintah Kabupaten Pegunungan bintang harus tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat disana apapun itu tantangannya, masalah seperti ini harus di kolaborasikan bersama dalam peningkatan kualaitas pelayanan kepada masyarakat.

“Dalam kondisi seperti ini sangat diharapkan kepada pemerintah Kabupaten Pegunungan bintang untuk tetap berada ditempat dalam melakukan koordinasi penangan konflik disana dan melaporkan secara berkala kepada TNI/ Polri dan pemerintahan diatasnya agar semua terintegrasi dengan baik,”tutupnya.

Baca Juga :  Persewar Tentukan Panpel dan 32 Pemain Tandatangani Kontrak

Terpisah, Pj. Gubernur Papua Pegungunan, Nikolaus Kondomo  mengatakan dirinya sudah persiapkan berbagai rencana maupun program kerja untuk pembangunan di Provinsi Papua Pegungan, oleh karena itu ia sangat diharapkan agar masyarakat turut andil dalam mendukung program kerja pemerintah, guna mempercepat pembangunan di Provinsi Papua Pegungungan.

“Pembangunan di DOB sangat membutuhkan dukungan masyarakat, guna mempercepat proses pembangunan, karena DOB adalah hadiah dari pemerintah pusat untuk kita orang Papua,” ujar Niko.

Nikolaus Komdomo Juga mengungkapkan pembangunan di DOB, khususnya di Provinsi Papua Pegungan, membutuhkan kerjasama dalam hal menjaga keamanan, sebab untuk menjaga kesatuan bangsa, tentunya sangat membutuhkan kerjasama yang solid baik dari masyarakat maupun antar pemerintah itu sendiri, salah satunya dengan saling mengharai satu sama lain.

“Menjadi bangsa yang kuat, maka kita harus saling mengharai satu sama lain, karena keberadaban itu penting, sebab hal itu penting bagi kita untuk saling menjaga kebersamaan,” imbuh Nikolaus Kondomo.

Mantan Kejati itu mengatakan NKRI merupakan rumah bersama rakyat Indonesia, oleh karena itu untuk menjaga keutuhan, maka butuh kekompakan, butuh kerjasama, untuk saling bahu membahu menjaga keamanan guna meningkatkan  pemembangun terutama dalam hal membangun tanah Papua yang lebih baik.(jo/rel/wen)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya