Ditemukan dengan Kondisi Kurus Setelah 20 Hari Bertahan

Demerina ditemukan bersama seorang rekannya, Yosina. Namun, saat ditemukan, Yosina telah meninggal dunia akibat kondisi fisik yang sangat lemah. Menurut Yusuf, kedua korban telah bertahan sekitar 20 hari di tengah kondisi yang sangat sulit. Demerina kemudian mendapat pertolongan dan perawatan dari masyarakat Kampung Bela.

“Adik Uamang ini tidak sendirian. Pada saat ditemukan tanggal 7 September, bersama seorang rekannya, yaitu adik Yosina. Namun sangat disayangkan, adik Yosina ditemukan telah meninggal dunia karena kondisinya sangat kurus dan tidak mendapat asupan makanan,” ungkapnya.

Upaya evakuasi Demerina sempat tertunda selama beberapa hari akibat cuaca buruk. Helikopter yang disiapkan untuk menjemput korban tidak dapat mencapai lokasi. “Empat hari yang lalu kita sama sekali tidak bisa masuk ke lokasi karena faktor cuaca yang buruk, sehingga helikopter kita tidak bisa menembus ke sana,” ujarnya.

Baca Juga :  Berulah Lagi di Yahukimo, OTK Bunuh Pekerja Meubel

Setelah kondisi cuaca memungkinkan pada Senin pagi, tim langsung bergerak menuju Kampung Bela 1. Demerina kemudian berhasil dijemput dan diterbangkan ke Timika. Korban tiba di Landasan Heli Mako Yon B Pelopor Sat Brimobda Papua Tengah sekitar pukul 09.08 WIT. Selanjutnya, Demerina dibawa ke RS Bhayangkara Timika untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan penanganan medis.

“Kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara yang ada di Timika untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan untuk mendukung fisiknya agar kembali menjadi baik dan stabil. Sekarang masih dalam proses pemulihan,” jelas Yusuf. Ia menyebut, kondisi Demerina masih lemah dan mengalami syok sehingga belum dapat dimintai keterangan terkait peristiwa yang dialaminya.

Baca Juga :  Kebakaran di Mapurujaya Km 8 Dua Unit Bangunan Ludes

Demerina ditemukan bersama seorang rekannya, Yosina. Namun, saat ditemukan, Yosina telah meninggal dunia akibat kondisi fisik yang sangat lemah. Menurut Yusuf, kedua korban telah bertahan sekitar 20 hari di tengah kondisi yang sangat sulit. Demerina kemudian mendapat pertolongan dan perawatan dari masyarakat Kampung Bela.

“Adik Uamang ini tidak sendirian. Pada saat ditemukan tanggal 7 September, bersama seorang rekannya, yaitu adik Yosina. Namun sangat disayangkan, adik Yosina ditemukan telah meninggal dunia karena kondisinya sangat kurus dan tidak mendapat asupan makanan,” ungkapnya.

Upaya evakuasi Demerina sempat tertunda selama beberapa hari akibat cuaca buruk. Helikopter yang disiapkan untuk menjemput korban tidak dapat mencapai lokasi. “Empat hari yang lalu kita sama sekali tidak bisa masuk ke lokasi karena faktor cuaca yang buruk, sehingga helikopter kita tidak bisa menembus ke sana,” ujarnya.

Baca Juga :  Masing-masing Pimpinan Telah Kendalikan Anak Buahnya

Setelah kondisi cuaca memungkinkan pada Senin pagi, tim langsung bergerak menuju Kampung Bela 1. Demerina kemudian berhasil dijemput dan diterbangkan ke Timika. Korban tiba di Landasan Heli Mako Yon B Pelopor Sat Brimobda Papua Tengah sekitar pukul 09.08 WIT. Selanjutnya, Demerina dibawa ke RS Bhayangkara Timika untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan penanganan medis.

“Kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara yang ada di Timika untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan untuk mendukung fisiknya agar kembali menjadi baik dan stabil. Sekarang masih dalam proses pemulihan,” jelas Yusuf. Ia menyebut, kondisi Demerina masih lemah dan mengalami syok sehingga belum dapat dimintai keterangan terkait peristiwa yang dialaminya.

Baca Juga :  Diduga Pelaku dari KKB Wilayah Nduga

Berita Terbaru

Artikel Lainnya