“Dulu, Kabupaten Supiori dan Waropen belum menandatangani dokumen tersebut. Sekarang, kami sudah siap. Ini bukan membuat draf baru, tapi melanjutkan apa yang sudah ada di legislasi pusat. Presiden harus melihat keseriusan ini,” tegas FX Mote. Senada dengan itu, Bupati Supiori Heronimus Mansoben menambahkan bahwa semangat ini adalah kelanjutan dari deklarasi tahun lalu. Ia berharap dukungan tidak hanya datang dari Yan Mandenas, tetapi juga seluruh representasi Papua di DPR dan DPD RI perwakilan Papua yang ada di Parlemen.
Sementara, sebagai tuan rumah sekaligus Ketua Asosiasi Bupati Wilayah Adat Saireri, Bupati Biak Numfor Markus Mansnembra menekankan bahwa kehadiran lengkap seluruh elemen pimpinan dari empat kabupaten menunjukkan keseriusan yang luar biasa. Poin-poin Penting Hasil Pertemuan dikemukakan adalah Aksi Cepat dalam melengkapi persyaratan administrasi yang masih tersisa dalam waktu singkat.
Mengupayakan keputusan legalitas DOB Provinsi Kepulauan Papua Utara disepakati oleh Presiden pada tahun ini. Lalu terkait dukungan akar rumput dikatakan para kepala daerah juga diminta mengajak tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat Saireri untuk bersatu dalam doa dan dukungan.
“Ini adalah kebutuhan masyarakat Saireri, bukan kepentingan individu atau kelompok tertentu. Kami sudah menyampaikan aspirasi ini langsung kepada Bapak Presiden dalam pertemuan sebelumnya, dan kami akan terus mengawal proses ini hingga tuntas,” tutup Markus Mansnembra.
Pembentukan DOB Provinsi Kepulauan Papua Utara dipandang sebagai kunci pemerataan pembangunan di wilayah pesisir dan kepulauan Papua. Dengan hadirnya provinsi baru, rentang kendali pemerintahan diharapkan semakin pendek, sehingga pelayanan publik dan peningkatan ekonomi di wilayah Saireri dapat terakselerasi secara signifikan. (il/ade).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
“Dulu, Kabupaten Supiori dan Waropen belum menandatangani dokumen tersebut. Sekarang, kami sudah siap. Ini bukan membuat draf baru, tapi melanjutkan apa yang sudah ada di legislasi pusat. Presiden harus melihat keseriusan ini,” tegas FX Mote. Senada dengan itu, Bupati Supiori Heronimus Mansoben menambahkan bahwa semangat ini adalah kelanjutan dari deklarasi tahun lalu. Ia berharap dukungan tidak hanya datang dari Yan Mandenas, tetapi juga seluruh representasi Papua di DPR dan DPD RI perwakilan Papua yang ada di Parlemen.
Sementara, sebagai tuan rumah sekaligus Ketua Asosiasi Bupati Wilayah Adat Saireri, Bupati Biak Numfor Markus Mansnembra menekankan bahwa kehadiran lengkap seluruh elemen pimpinan dari empat kabupaten menunjukkan keseriusan yang luar biasa. Poin-poin Penting Hasil Pertemuan dikemukakan adalah Aksi Cepat dalam melengkapi persyaratan administrasi yang masih tersisa dalam waktu singkat.
Mengupayakan keputusan legalitas DOB Provinsi Kepulauan Papua Utara disepakati oleh Presiden pada tahun ini. Lalu terkait dukungan akar rumput dikatakan para kepala daerah juga diminta mengajak tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat Saireri untuk bersatu dalam doa dan dukungan.
“Ini adalah kebutuhan masyarakat Saireri, bukan kepentingan individu atau kelompok tertentu. Kami sudah menyampaikan aspirasi ini langsung kepada Bapak Presiden dalam pertemuan sebelumnya, dan kami akan terus mengawal proses ini hingga tuntas,” tutup Markus Mansnembra.
Pembentukan DOB Provinsi Kepulauan Papua Utara dipandang sebagai kunci pemerataan pembangunan di wilayah pesisir dan kepulauan Papua. Dengan hadirnya provinsi baru, rentang kendali pemerintahan diharapkan semakin pendek, sehingga pelayanan publik dan peningkatan ekonomi di wilayah Saireri dapat terakselerasi secara signifikan. (il/ade).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q