Saat kejadian berlangsung, pemilik rumah, Utrek Ap bersama keluarganya diketahui tidak berada di tempat. Mereka disebut-sebut telah mengungsi ke lokasi lain sejak insiden pembakaran yang terjadi di hotel Abepura.
“Saya dengar setelah kejadian di hotel itu, orang tua Y dan anak-anaknya langsung mengungsi karena mungkin takut terjadi hal seperti ini. Jadi saat kebakaran tadi tidak ada orang di dalam rumah, termasuk penghuni kos-kosan yang juga sudah kosong sejak kejadian itu,” tambah Roby.
Sementara itu, Kabag Ops Polresta Jayapura Kota, Kompol I Nengah S. Gapar, mengatakan pihak kepolisian telah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi pembakaran tersebut.
“Ketiga orang tersebut saat ini sedang dimintai keterangan oleh penyidik Satreskrim Polresta Jayapura Kota,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, ketiga pelaku mengaku merupakan keluarga dari korban yang disiram bensin kemudian dibakar. Mereka mendatangi rumah tersebut dengan tujuan membalas perbuatan pelaku.
Menurut Gapar, rombongan pertama yang datang berjumlah sekitar 10 orang dengan menggunakan mobil pick-up. Mereka sempat melakukan pembakaran awal yang kemudian berhasil dipadamkan oleh petugas.
“Tidak lama kemudian muncul rombongan lain menggunakan kendaraan roda dua dan kembali melakukan pembakaran pada rumah yang sama,” jelasnya.
Polisi berhasil mengamankan tiga orang pelaku di area RSUD Dok II saat mereka hendak meninggalkan lokasi kejadian. Dari tangan para pelaku, petugas juga menyita sejumlah senjata tajam jenis parang.
“Untuk pelaku pembakaran yang kedua, kami sudah mengantongi identitasnya. Hal ini akan kami dalami lagi berdasarkan keterangan dari ketiga pelaku yang telah diamankan,” tambahnya. Saat ini situasi di lokasi kejadian terpantau kondusif. Aparat kepolisian masih melakukan penjagaan ketat di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi susulan.
Sementara pantauan Cenderawasih Pos, setelah sempat mendapat penanganan medis, korban Yoram dinyatakan meninggal dunia pada, Kamis (12/3) sekira pukul 07.00 WIT.
Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya setelah sempat dinyatakan kritis akibat luka bakar disetengah tubuhnya. “Iya benar, korban telah meninggal dunia hari ini (Kamis, 13 Maret 2026) sekitar pukul 07.00 WIT,” kata Maklon (31), keluarga almarhum kepada Cenderawasih via telepon, Kamis (13/3).
Adapun jenazah korban nantinya akan dibawa ke kampung halamannya di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang pada hari ini (Kamis, 13 Maret 2026). Atas peristiwa tersebut, besar harapan keluarga kepada aparat penegak hukum untuk memberikan hukuman setimpalnya kepada pelaku JY (31) yang merupakan istri dari almarhum. Tak hanya itu, keluarga korban juga meminta polisi segera menangkap VT yang diduga merupakan selingkuh pelaku.