Ada Dua Warga Binaan yang Kabur

Hal tersebut disampaikan Mashudi saat meninjau langsung kondisi Lapas Merauke, menjawab pertanyaan wartawan di Merauke, Sabtu (10/10). Mashudi mengatakan, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi jajaran Pemasyarakatan, terutama terkait pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP), sistem pengamanan, serta kondisi bangunan yang sudah berusia tua. “Pertama, kami mohon maaf kepada seluruh warga binaan atas situasi dan kondisi yang terjadi seperti ini.

Ini menjadi bahan evaluasi kami dan akan segera kami tindak lanjuti,” tandas Mashudi.

Menurut Mashudi, bangunan Lapas Merauke merupakan bangunan lama yang dibangun sejak 1963. Karena itu, pihaknya akan melakukan identifikasi terlebih dahulu untuk menentukan bagian-bagian yang perlu segera diperbaiki.

“Yang pasti, kita benahi dulu kantor utama supaya bisa operasional dalam pelaksanaan tugas sehari- hari.

Baca Juga :  11 Nelayan  asal Merauke Kembali Berkumpul dengan Keluarga  

Sementara itu, untuk pegawai kita akan menggunakan bagian kanan dan kiri. Setelah dilakukan identifikasi, perbaikan akan segera dikerjakan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembenahan tidak hanya menyangkut bangunan, tetapi juga pelaksanaan SOP dan sistem pengamanan di dalam lapas. Langkah tersebut diperlukan agar kegiatan operasional dapat segera kembali berjalan.

Terkait warga binaan yang melarikan diri saat kerusuhan, Mashudi menyampaikan apresiasi kepada Sekda Papua Selatan dan Kapolres Merauke serta semua pihak yang membantu melalui pendekatan kepada pihak keluarga sehingga sebagian warga binaan bersedia kembali.

Sementara itu, saat menemui langsung warga Binaan Lapas Merauke di lapangan Lapas Merauke, Mashudi, mengajak seluruh warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Merauke untuk menjaga kebersamaan dan menjadikan peristiwa yang terjadi sebagai pelajaran untuk menatap masa depan yang lebih baik.

Baca Juga :  Tunggu Penyelesaian Pengisian 80% OAP

Mashudi menegaskan, warga binaan tetap merupakan bagian dari masyarakat yang perlu dibina dan didampingi agar dapat memperbaiki diri. Karena itu, semua pihak diharapkan tidak terus terjebak pada persoalan yang telah terjadi, tetapi bersama-sama mencari jalan ke depan.

“Kita sama-sama menjaga. Yang ada sekarang, kita lihat ke depan. Kalau ada saudara yang melakukan kesalahan, mari kita bina dan kita tanggung bersama,” kata Mashudi.

Hal tersebut disampaikan Mashudi saat meninjau langsung kondisi Lapas Merauke, menjawab pertanyaan wartawan di Merauke, Sabtu (10/10). Mashudi mengatakan, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi jajaran Pemasyarakatan, terutama terkait pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP), sistem pengamanan, serta kondisi bangunan yang sudah berusia tua. “Pertama, kami mohon maaf kepada seluruh warga binaan atas situasi dan kondisi yang terjadi seperti ini.

Ini menjadi bahan evaluasi kami dan akan segera kami tindak lanjuti,” tandas Mashudi.

Menurut Mashudi, bangunan Lapas Merauke merupakan bangunan lama yang dibangun sejak 1963. Karena itu, pihaknya akan melakukan identifikasi terlebih dahulu untuk menentukan bagian-bagian yang perlu segera diperbaiki.

“Yang pasti, kita benahi dulu kantor utama supaya bisa operasional dalam pelaksanaan tugas sehari- hari.

Baca Juga :  Pemkab Berikan Bantuan Ritual Adat 100 Hari

Sementara itu, untuk pegawai kita akan menggunakan bagian kanan dan kiri. Setelah dilakukan identifikasi, perbaikan akan segera dikerjakan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembenahan tidak hanya menyangkut bangunan, tetapi juga pelaksanaan SOP dan sistem pengamanan di dalam lapas. Langkah tersebut diperlukan agar kegiatan operasional dapat segera kembali berjalan.

Terkait warga binaan yang melarikan diri saat kerusuhan, Mashudi menyampaikan apresiasi kepada Sekda Papua Selatan dan Kapolres Merauke serta semua pihak yang membantu melalui pendekatan kepada pihak keluarga sehingga sebagian warga binaan bersedia kembali.

Sementara itu, saat menemui langsung warga Binaan Lapas Merauke di lapangan Lapas Merauke, Mashudi, mengajak seluruh warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Merauke untuk menjaga kebersamaan dan menjadikan peristiwa yang terjadi sebagai pelajaran untuk menatap masa depan yang lebih baik.

Baca Juga :  Penggali Pasir Kucing-Kucingan dengan Petugas

Mashudi menegaskan, warga binaan tetap merupakan bagian dari masyarakat yang perlu dibina dan didampingi agar dapat memperbaiki diri. Karena itu, semua pihak diharapkan tidak terus terjebak pada persoalan yang telah terjadi, tetapi bersama-sama mencari jalan ke depan.

“Kita sama-sama menjaga. Yang ada sekarang, kita lihat ke depan. Kalau ada saudara yang melakukan kesalahan, mari kita bina dan kita tanggung bersama,” kata Mashudi.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya