Monday, January 5, 2026
25.6 C
Jayapura

Pasca Pembunuhan Pilot , Nasib Guru Belum Ada Kepastian

MIMIKA – Pasca peristiwa pembunuhan terhadap pilot berkewarganegaraan Selandia Baru, mendiang Glen Malcolm Conning di Distrik Alama, Mimika, Papua Tengah beberapa waktu lalu ternyata hingga kini dampaknya masih terasa. Tenaga guru yang ditugaskan di daerah tersebut ditarik kembali oleh Dinas Dinas Pendidikan.

Meski situasi di wilayah tersebut terbilang mulai kondusif, namun Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika belum dapat memberikan kepastian mengenai nasib para guru yang akan ditempatkan kembali disana. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Jeni O. Usmani, Senin (9/9).

ā€œArtinya begini, siapapun dia jika melaksanakan tugas maka harus merasa aman. Kita tidak bisa memaksakan mereka dan memang hingga kini belum ada tenaga pendidik yang naik ke Alama,ā€ kata Jeni.

Adapun tenaga guru yang ditarik dari Distrik Alama pasca kejadian berjumlah 6 orang termasuk Kepala Sekolah. Mereka dievakuasi ke Mimika bersama tenaga kesehatan oleh aparat keamanan dalam hal ini TNI Angkatan Udara dan otoritas keamanan lainnya. Terkait ditempatkannya kembali tenaga guru di Distrik Alama, Jeni menyebut masih menunggu koordinasi bersama pimpinan daerah.

Baca Juga :  Wapres: Tegakkan Hukum bagi Siapa Saja yang Melanggar

ā€œSaat ini mereka (guru) ada di Timika. Selanjutnya dikoordinasikan dulu karena itu kan urusan pimpinan karena disitu bukan cuman layanan pendidikan saja,ā€ ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kepilisian Resor (Kapolres) Mimika, AKBP I Komang Budiartha saat ditemui wartawan pada Kamis 29 Agustus 2024 lalu menyebutkan bahwa untuk sementara situasi di Distrik Alama kondusif.

ā€œKalau situasi (Distrik-red) Alama masih kondusif sekarang,ā€ kata Kapolres.

Kapolres menyebut, sejauh ini belum ada koordinasi dari Pemerintah Kabupaten Mimika mengenai upaya pengamanan di Distrik Alama. Saat ini, aparat keamanan yang sebelumnya ditugaskan melakukan sterilisasi di Distrik Alama sudah ditarik kembali.

Kapolres mengatakan, alasan ditariknya aparat Distrik Alama dikarenakan berdasarkan analisa kondisi di lokasi sudah kembali normal pasca peristiwa pembunuhan terhadap pilot. Meski demikian diakui masih ada sedikit kendala terutama berkaitan dengan komunikasi.

Baca Juga :  Puluhan Anggota DPR Papua Tutup Paksa Ruang Pimpinan

ā€œKalau masalah jaminan keamanan di situ, dari para tokoh disana menjamin aman. Kenapa saya sampaikan seperti itu? Karena kita komunikasi saja nggak bisa, hanya mengandalkan Single Side Band (SSB) itu pun tidak 1×24 jam,ā€ jelas Kapolres.Ā 

ā€œKalau disana low batt sudah kita putus komunikasi,ā€ pungkasnya. (mww/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSĀ  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

MIMIKA – Pasca peristiwa pembunuhan terhadap pilot berkewarganegaraan Selandia Baru, mendiang Glen Malcolm Conning di Distrik Alama, Mimika, Papua Tengah beberapa waktu lalu ternyata hingga kini dampaknya masih terasa. Tenaga guru yang ditugaskan di daerah tersebut ditarik kembali oleh Dinas Dinas Pendidikan.

Meski situasi di wilayah tersebut terbilang mulai kondusif, namun Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika belum dapat memberikan kepastian mengenai nasib para guru yang akan ditempatkan kembali disana. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Jeni O. Usmani, Senin (9/9).

ā€œArtinya begini, siapapun dia jika melaksanakan tugas maka harus merasa aman. Kita tidak bisa memaksakan mereka dan memang hingga kini belum ada tenaga pendidik yang naik ke Alama,ā€ kata Jeni.

Adapun tenaga guru yang ditarik dari Distrik Alama pasca kejadian berjumlah 6 orang termasuk Kepala Sekolah. Mereka dievakuasi ke Mimika bersama tenaga kesehatan oleh aparat keamanan dalam hal ini TNI Angkatan Udara dan otoritas keamanan lainnya. Terkait ditempatkannya kembali tenaga guru di Distrik Alama, Jeni menyebut masih menunggu koordinasi bersama pimpinan daerah.

Baca Juga :  Tiga Bulan Sudah Proses Belajar Mengajar di Anggruk Tak Berjalan Normal

ā€œSaat ini mereka (guru) ada di Timika. Selanjutnya dikoordinasikan dulu karena itu kan urusan pimpinan karena disitu bukan cuman layanan pendidikan saja,ā€ ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kepilisian Resor (Kapolres) Mimika, AKBP I Komang Budiartha saat ditemui wartawan pada Kamis 29 Agustus 2024 lalu menyebutkan bahwa untuk sementara situasi di Distrik Alama kondusif.

ā€œKalau situasi (Distrik-red) Alama masih kondusif sekarang,ā€ kata Kapolres.

Kapolres menyebut, sejauh ini belum ada koordinasi dari Pemerintah Kabupaten Mimika mengenai upaya pengamanan di Distrik Alama. Saat ini, aparat keamanan yang sebelumnya ditugaskan melakukan sterilisasi di Distrik Alama sudah ditarik kembali.

Kapolres mengatakan, alasan ditariknya aparat Distrik Alama dikarenakan berdasarkan analisa kondisi di lokasi sudah kembali normal pasca peristiwa pembunuhan terhadap pilot. Meski demikian diakui masih ada sedikit kendala terutama berkaitan dengan komunikasi.

Baca Juga :  1.028 CASN dan CPPPK Lolos Verifikasi dan Validasi

ā€œKalau masalah jaminan keamanan di situ, dari para tokoh disana menjamin aman. Kenapa saya sampaikan seperti itu? Karena kita komunikasi saja nggak bisa, hanya mengandalkan Single Side Band (SSB) itu pun tidak 1×24 jam,ā€ jelas Kapolres.Ā 

ā€œKalau disana low batt sudah kita putus komunikasi,ā€ pungkasnya. (mww/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSĀ  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya