Tuesday, January 13, 2026
30.9 C
Jayapura

Tuan Dusun Beserta Istri Diduga  Disandera

Satgas Operasi Damai Cartenz akan terus memburu para pelaku dan memastikan keamanan masyarakat di Papua tetap terjaga. Dan dalam upaya penanganan, tim gabungan telah dikerahkan yang terdiri dari 15 personel Polres Asmat serta 11 personel gabungan dari Satgas Tindak dan Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz.

“Tim saat ini berada di Kampung Mabul untuk mengumpulkan keterangan saksi, mendalami informasi, serta merencanakan evakuasi korban,” ujarnya.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti kasus ini secara hukum secara terukur dan profesional, serta terus menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman KKB demi terciptanya stabilitas keamanan di Papua.

Baca Juga :  Jambret Dompet dan Hanphone, Residivis Curanmor Dibekuk 

Sementara data lain menyebut jika ada 7  orang pendulang yang bisa dipastikan meninggal dunia yakni Sahrudin (luka bacok di kepala), Wawan (terkena panah), Gorontalo (terkena panah), Feri Muarakun (terkena tembakan), Stanly (tertangkap), Sanger (tertangkap) dan Aidil (dibacok leher belakang).  Lalu korban yang terpisah dengan rombongan dan belum ada kabar pasti sampai saat ini yakni Anwar Tejo,  Mustafa,  Mursaleh,  Sahmadi, Agung,  Iyan dan Ansar.

Sedangkan untuk tuan dusun dan istri diprediksi masih selamat. Dari pengakuan saksi ada yang menyebut jika ciri-ciri pelaku adalah berbadan kekar,  rambut gimbal, mengenakan ban lengan bintang kejora, ban lengan rotan di lengan, kalung taring babi dengan anyaman bintang kejora, memakai tutup kepala (kupluk merah), ada yang memakai ikat kepala bintang kejora dengan bulu burung serta menggunakan pluit.

Baca Juga :  Papeda Labu Menu Sederhana Atasi Stunting di Papua

Para pelaku ini menghabisi nyawa korban menggunakan panah, parang, dan senjata. Ada  2 pucuk senjata laras panjang yang terlihat oleh saksi. Dan saat ini  Satgas ODC masih berupaya mengevakuasi korban selamat dan selanjutnya  melakukan pengejaran. (kar/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Satgas Operasi Damai Cartenz akan terus memburu para pelaku dan memastikan keamanan masyarakat di Papua tetap terjaga. Dan dalam upaya penanganan, tim gabungan telah dikerahkan yang terdiri dari 15 personel Polres Asmat serta 11 personel gabungan dari Satgas Tindak dan Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz.

“Tim saat ini berada di Kampung Mabul untuk mengumpulkan keterangan saksi, mendalami informasi, serta merencanakan evakuasi korban,” ujarnya.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti kasus ini secara hukum secara terukur dan profesional, serta terus menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman KKB demi terciptanya stabilitas keamanan di Papua.

Baca Juga :  Ada Kompensasi untuk Warga yang Terdampak Konflik

Sementara data lain menyebut jika ada 7  orang pendulang yang bisa dipastikan meninggal dunia yakni Sahrudin (luka bacok di kepala), Wawan (terkena panah), Gorontalo (terkena panah), Feri Muarakun (terkena tembakan), Stanly (tertangkap), Sanger (tertangkap) dan Aidil (dibacok leher belakang).  Lalu korban yang terpisah dengan rombongan dan belum ada kabar pasti sampai saat ini yakni Anwar Tejo,  Mustafa,  Mursaleh,  Sahmadi, Agung,  Iyan dan Ansar.

Sedangkan untuk tuan dusun dan istri diprediksi masih selamat. Dari pengakuan saksi ada yang menyebut jika ciri-ciri pelaku adalah berbadan kekar,  rambut gimbal, mengenakan ban lengan bintang kejora, ban lengan rotan di lengan, kalung taring babi dengan anyaman bintang kejora, memakai tutup kepala (kupluk merah), ada yang memakai ikat kepala bintang kejora dengan bulu burung serta menggunakan pluit.

Baca Juga :  Kejati Papua Teken MoU Dengan Pemprov Papeg dan Pemkab 8 Kabupaten

Para pelaku ini menghabisi nyawa korban menggunakan panah, parang, dan senjata. Ada  2 pucuk senjata laras panjang yang terlihat oleh saksi. Dan saat ini  Satgas ODC masih berupaya mengevakuasi korban selamat dan selanjutnya  melakukan pengejaran. (kar/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya