alexametrics
27.7 C
Jayapura
Tuesday, June 21, 2022

Pastikan Absen di Piala Menpora 

LATIHAN: Persipura memastikan absen dalam laga pra musim Piala Menpora. Penggawa Persipura, Yustinus Pae saat menjalani latihan di Stadion Mandala, Jayapura, beberapa waktu yang lalu. (FOTO: Erick Cepos)

Persipura Minta PSSI dan LIB Adil 

JAYAPURA-Meskipun pihak panitia Piala Menpora sudah melakukan drawing dan memasukkan Persipura di grup A bersama Arema FC, PSIS Semarang, Barito Putera dan PS Tira Persikabo, namun manajemen Persipura menegaskan absen di Piala Menpora.

Ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tomi Mano  sudah menegaskan bahwa pihaknya tidak ikut Piala Menpora yang akan digelar dalam waktu dekat. Manajemen Persipura juga meminta LIB dan PSSI adil kepada Persipura Jayapura.

“Kami ikuti pemberitaan dan informasi di media setelah drawing Piala Menpora 2021, dan kami kaget Organizing Comittee Piala Menpora yang juga orang – orang LIB katanya masih menunggu konfirmasi keikutsertaan Persipura Jayapura hingga minggu depan. Apa maksudnya ini?,” ungkap BTM dalam rilisnya yang diterima Cenderawasih Pos, Selasa (9/3).

BTM menegaskan bahwa Persipura ecara resmi sudah mengirim surat. Bahkan surat yang isinya penyampaian bahwa Persipura tidak bisa mengikuti Piala Menopra 2021, dilayangkan sebelum drawing.

“Kami sudah bersurat dan menyampaikan tidak bisa ikut Piala Menpora 2021. Mereka sudah tahu itu,” tegasnya.

Mengenai alasan Persipura absen di Piala Menpora 2021, BTM menyebutkan, absennya Persipura juga disebabkan oleh pihak penyelenggara. “Alasan utama kenapa Persipura Jayapura tidak ikut Piala Menpora disebabkan  mereka juga dan harusnya itu yang mereka jelaskan ke publik. Kami berdiam diri, karena masih menghargai Menpora dan PSSI sebagai federasi. Tapi kalau mereka mau, kita sangat siap untuk beberkan secara gamblang apa yang mereka lakukan kepada kami. Sejujurnya kami tidak ikut karena OC/LIB berlaku tidak adil dan tidak profesional,” bebernya.

Hal ini menurut BTM juga sudah diketahui oleh PSSI. Sebab Persipura juga sudah bersurat dan menjelaskan semua itu kepada PSSI.

“Kami dengar Ketua Umum PSSI juga sudah panggil OC dan marah soal itu. Secara lisan juga sudah kami jelaskan kepada Pak Iwan Budianto selaku Waketum PSSI, dan Pak Pieter Tanuri selaku Exco PSSI. Kalau saja sejak awal LIB berlaku adil dan saling menghargai hal ini tidak akan terjadi,” sesalnya.

“Ketika mereka menegaskan sesuatu ke klub maka klub wajib tunduk dan taat. Kalau tidak kami akan kena sanksi dan denda. Tetapi ketika klub meminta konfirmasi ke mereka, eh mereka suka-suka saja, tidak profesional, mau seenaknya sendiri. Jangan begitu dong, hargai kami dong.  Jangan dipikir karena sudah lama tidak ada sepakbola terus klub diabaikan dan didiamkan saja, nanti juga pasti ikut kok, ooh anda salah, ini Persipura bos,” sambungnya.

Baca Juga :  Tidak Ada Kelompok Jihad Masuk Kota Jayapura

Menurutnya keputusan tidak mengikuti Piala Mempora akan membuat Persipuramania sedih. Oleh sebab itu dirinya meminta maaf. BTM berharap Persipuramania dan masyarakat Papua bisa memahami keadaan Persipura. Ia menilai klub tidak bisa diremehkan.  Untuk itu Persipura harus bersikap.

“Ada yang menganggap ini intrik, untuk apa kita lakukan ini hanya untuk intrik, tidak ada gunanya. Ada yang mengira persoalan finansial, tidak. Di Piala Menpora klub tidak banyak keluarkan dana, karena banyak yang ditanggung penyelenggara,” jelasnya.

BTM menambahkan, ada juga pihak yang menganggap manajemen Persipura kesulitan mengumpulkan pemain. Tudingan tersebut diakuinya tidak mendasar. Sebab 80 persen pemain Persipura saat ini tinggal di Jayapura, sehingga tidak sulit bagi manajemen untuk mengumpulkan mereka.

“Ini soal keputusan dan sikap mereka yang jauh dari rasa keadilan dan rasa saling menghargai. Mereka berlaku tidak adil pada kami, dan mereka tidak menghargai kami, itu saja. Mereka sudah tahu ini karena kesalahan mereka, tapi mereka diam saja, seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa. Mungkin ini yang mereka anggap profesional,” pungkasnya.

Sementara itu, drawing Piala Menpora di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Senin (8/3) malam,

Dalam drawing Piala Menpora tersebut, ada dua unsur yang diperhatikan: keamanan dan fairness. Karena itu, empat tim dengan suporter besar dipisah, yakni Persebaya, Arema FC, Persija Jakarta, dan Persib Bandung. Empat tim yang juga sebagai tuan rumah tidak bisa bermain di kandang sendiri.

Semua itu bagian dari upaya menangkal suporter datang ke stadion. Karena masih pandemi Covid-19, semua laga Piala Menpora dihelat tanpa penonton.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menuturkan, drawing dilakukan secara adil dan terbuka. ”Memang ada yang menarik juga empat tim Jawa Timur di satu grup. Ya, hasilnya demikian. Tapi, saya harap betul-betul menyepakati,” ujarnya.

Direktur Madura United Haruna Soemitro menyebutkan, bertarung dengan banyak klub Jawa Timur di grup tidak menjadi masalah. ”Kami tidak lihat Jawa Timur, tapi klub Liga 1. Prinsipnya kan ini untuk (persiapan) kompetisi. Siapa pun lawannya harus siap,” paparnya.

Baca Juga :  Selesaikan Ganti Rugi Korban Terdampak Konflik Wouma

Pada turnamen ini, pihaknya lebih menekankan untuk memantau performa pemain dan kerja pelatih. ”Kami akan lihat pemain. Sebab, masih ada yang trial,” ujarnya.

Terpisah, pelatih Persebaya Aji Santoso juga bisa menerima hasil drawing tersebut. ”Bagi saya, main di mana saja dengan siapa saja tidak masalah,” katanya.

Aji menjelaskan, manajemen tidak membebani target apa pun kepadanya di Piala Menpora 2021. Apalagi, skuad yang bakal dimainkan full pemain lokal. Mayoritas masih usia muda pula.

Tapi, secara pribadi, Aji menegaskan tetap ingin meraih hasil maksimal. ”Tentu saya sebagai pelatih di setiap kompetisi targetnya pasti ingin juara,” ungkapnya.

Di grup B, ada nuansa reuni antara Evan Dimas Darmono dan Persija Jakarta. Musim lalu, yang berakhir setelah tiga pekan akibat pandemi, Evan berkostum Persija. Tapi, kemarin gelandang produk kompetisi internal Persebaya itu resmi diperkenalkan sebagai pemain Bhayangkara Solo FC yang ditransfer dari Persija.

Selain Persija dan Bhayangkara, grup ini bakal diisi Borneo FC dan PSM Makassar. Karena itu, Direktur Persija Jakarta Ferry Paulus menganggap ini grup maut. ”Tapi, Persija selalu yakin. Yang paling penting prokes (protokol kesehatan) jangan lupa,” katanya, lalu tertawa. (gin/ttg/nat)

Grafis —

Data dan Fakta Piala Menpora

Drawing

Grup A

(Stadion Manahan, Solo)

Arema FC

PSIS Semarang

Barito Putera

PS Tira Persikabo

Persipura Jayapura

Grup B

(Stadion Kanjuruhan, Kab Malang)

Persija Jakarta

Bhayangkara Solo FC

Borneo FC

PSM Makassar

Grup C

(Stadion Si Jalak Harupat, Kab Bandung)

Persebaya Surabaya

Persik Kediri

Persela Lamongan

PSS Sleman

Madura United

Grup D

(Stadion Maguwoharjo, Sleman)

Persib Bandung

Persiraja Banda Aceh

Persita Tangerang

Bali United

Hadiah

Total Rp 4,65 miliar

Juara: Rp 2 miliar

Runner-up: Rp 1 miliar

Peringkat ketiga: Rp 750 juta

Peringkat keempat: Rp 500 juta

Tim fair play, pemain terbaik, dan pencetak gol terbanyak: Rp 100 juta

Pemain muda terbaik dan wasit terbaik: Rp 50 juta

Match Fee

Setiap pertandingan: Rp 250 juta

Menang: Rp 150 juta

Imbang: Rp 125 juta

Kalah: Rp 100 juta

LATIHAN: Persipura memastikan absen dalam laga pra musim Piala Menpora. Penggawa Persipura, Yustinus Pae saat menjalani latihan di Stadion Mandala, Jayapura, beberapa waktu yang lalu. (FOTO: Erick Cepos)

Persipura Minta PSSI dan LIB Adil 

JAYAPURA-Meskipun pihak panitia Piala Menpora sudah melakukan drawing dan memasukkan Persipura di grup A bersama Arema FC, PSIS Semarang, Barito Putera dan PS Tira Persikabo, namun manajemen Persipura menegaskan absen di Piala Menpora.

Ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tomi Mano  sudah menegaskan bahwa pihaknya tidak ikut Piala Menpora yang akan digelar dalam waktu dekat. Manajemen Persipura juga meminta LIB dan PSSI adil kepada Persipura Jayapura.

“Kami ikuti pemberitaan dan informasi di media setelah drawing Piala Menpora 2021, dan kami kaget Organizing Comittee Piala Menpora yang juga orang – orang LIB katanya masih menunggu konfirmasi keikutsertaan Persipura Jayapura hingga minggu depan. Apa maksudnya ini?,” ungkap BTM dalam rilisnya yang diterima Cenderawasih Pos, Selasa (9/3).

BTM menegaskan bahwa Persipura ecara resmi sudah mengirim surat. Bahkan surat yang isinya penyampaian bahwa Persipura tidak bisa mengikuti Piala Menopra 2021, dilayangkan sebelum drawing.

“Kami sudah bersurat dan menyampaikan tidak bisa ikut Piala Menpora 2021. Mereka sudah tahu itu,” tegasnya.

Mengenai alasan Persipura absen di Piala Menpora 2021, BTM menyebutkan, absennya Persipura juga disebabkan oleh pihak penyelenggara. “Alasan utama kenapa Persipura Jayapura tidak ikut Piala Menpora disebabkan  mereka juga dan harusnya itu yang mereka jelaskan ke publik. Kami berdiam diri, karena masih menghargai Menpora dan PSSI sebagai federasi. Tapi kalau mereka mau, kita sangat siap untuk beberkan secara gamblang apa yang mereka lakukan kepada kami. Sejujurnya kami tidak ikut karena OC/LIB berlaku tidak adil dan tidak profesional,” bebernya.

Hal ini menurut BTM juga sudah diketahui oleh PSSI. Sebab Persipura juga sudah bersurat dan menjelaskan semua itu kepada PSSI.

“Kami dengar Ketua Umum PSSI juga sudah panggil OC dan marah soal itu. Secara lisan juga sudah kami jelaskan kepada Pak Iwan Budianto selaku Waketum PSSI, dan Pak Pieter Tanuri selaku Exco PSSI. Kalau saja sejak awal LIB berlaku adil dan saling menghargai hal ini tidak akan terjadi,” sesalnya.

“Ketika mereka menegaskan sesuatu ke klub maka klub wajib tunduk dan taat. Kalau tidak kami akan kena sanksi dan denda. Tetapi ketika klub meminta konfirmasi ke mereka, eh mereka suka-suka saja, tidak profesional, mau seenaknya sendiri. Jangan begitu dong, hargai kami dong.  Jangan dipikir karena sudah lama tidak ada sepakbola terus klub diabaikan dan didiamkan saja, nanti juga pasti ikut kok, ooh anda salah, ini Persipura bos,” sambungnya.

Baca Juga :  14 Unit Kamar Kos di Nabire Terbakar

Menurutnya keputusan tidak mengikuti Piala Mempora akan membuat Persipuramania sedih. Oleh sebab itu dirinya meminta maaf. BTM berharap Persipuramania dan masyarakat Papua bisa memahami keadaan Persipura. Ia menilai klub tidak bisa diremehkan.  Untuk itu Persipura harus bersikap.

“Ada yang menganggap ini intrik, untuk apa kita lakukan ini hanya untuk intrik, tidak ada gunanya. Ada yang mengira persoalan finansial, tidak. Di Piala Menpora klub tidak banyak keluarkan dana, karena banyak yang ditanggung penyelenggara,” jelasnya.

BTM menambahkan, ada juga pihak yang menganggap manajemen Persipura kesulitan mengumpulkan pemain. Tudingan tersebut diakuinya tidak mendasar. Sebab 80 persen pemain Persipura saat ini tinggal di Jayapura, sehingga tidak sulit bagi manajemen untuk mengumpulkan mereka.

“Ini soal keputusan dan sikap mereka yang jauh dari rasa keadilan dan rasa saling menghargai. Mereka berlaku tidak adil pada kami, dan mereka tidak menghargai kami, itu saja. Mereka sudah tahu ini karena kesalahan mereka, tapi mereka diam saja, seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa. Mungkin ini yang mereka anggap profesional,” pungkasnya.

Sementara itu, drawing Piala Menpora di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Senin (8/3) malam,

Dalam drawing Piala Menpora tersebut, ada dua unsur yang diperhatikan: keamanan dan fairness. Karena itu, empat tim dengan suporter besar dipisah, yakni Persebaya, Arema FC, Persija Jakarta, dan Persib Bandung. Empat tim yang juga sebagai tuan rumah tidak bisa bermain di kandang sendiri.

Semua itu bagian dari upaya menangkal suporter datang ke stadion. Karena masih pandemi Covid-19, semua laga Piala Menpora dihelat tanpa penonton.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menuturkan, drawing dilakukan secara adil dan terbuka. ”Memang ada yang menarik juga empat tim Jawa Timur di satu grup. Ya, hasilnya demikian. Tapi, saya harap betul-betul menyepakati,” ujarnya.

Direktur Madura United Haruna Soemitro menyebutkan, bertarung dengan banyak klub Jawa Timur di grup tidak menjadi masalah. ”Kami tidak lihat Jawa Timur, tapi klub Liga 1. Prinsipnya kan ini untuk (persiapan) kompetisi. Siapa pun lawannya harus siap,” paparnya.

Baca Juga :  Kontak Tembak di Puncak, Honai dan Gereja Dikabarkan Dibakar

Pada turnamen ini, pihaknya lebih menekankan untuk memantau performa pemain dan kerja pelatih. ”Kami akan lihat pemain. Sebab, masih ada yang trial,” ujarnya.

Terpisah, pelatih Persebaya Aji Santoso juga bisa menerima hasil drawing tersebut. ”Bagi saya, main di mana saja dengan siapa saja tidak masalah,” katanya.

Aji menjelaskan, manajemen tidak membebani target apa pun kepadanya di Piala Menpora 2021. Apalagi, skuad yang bakal dimainkan full pemain lokal. Mayoritas masih usia muda pula.

Tapi, secara pribadi, Aji menegaskan tetap ingin meraih hasil maksimal. ”Tentu saya sebagai pelatih di setiap kompetisi targetnya pasti ingin juara,” ungkapnya.

Di grup B, ada nuansa reuni antara Evan Dimas Darmono dan Persija Jakarta. Musim lalu, yang berakhir setelah tiga pekan akibat pandemi, Evan berkostum Persija. Tapi, kemarin gelandang produk kompetisi internal Persebaya itu resmi diperkenalkan sebagai pemain Bhayangkara Solo FC yang ditransfer dari Persija.

Selain Persija dan Bhayangkara, grup ini bakal diisi Borneo FC dan PSM Makassar. Karena itu, Direktur Persija Jakarta Ferry Paulus menganggap ini grup maut. ”Tapi, Persija selalu yakin. Yang paling penting prokes (protokol kesehatan) jangan lupa,” katanya, lalu tertawa. (gin/ttg/nat)

Grafis —

Data dan Fakta Piala Menpora

Drawing

Grup A

(Stadion Manahan, Solo)

Arema FC

PSIS Semarang

Barito Putera

PS Tira Persikabo

Persipura Jayapura

Grup B

(Stadion Kanjuruhan, Kab Malang)

Persija Jakarta

Bhayangkara Solo FC

Borneo FC

PSM Makassar

Grup C

(Stadion Si Jalak Harupat, Kab Bandung)

Persebaya Surabaya

Persik Kediri

Persela Lamongan

PSS Sleman

Madura United

Grup D

(Stadion Maguwoharjo, Sleman)

Persib Bandung

Persiraja Banda Aceh

Persita Tangerang

Bali United

Hadiah

Total Rp 4,65 miliar

Juara: Rp 2 miliar

Runner-up: Rp 1 miliar

Peringkat ketiga: Rp 750 juta

Peringkat keempat: Rp 500 juta

Tim fair play, pemain terbaik, dan pencetak gol terbanyak: Rp 100 juta

Pemain muda terbaik dan wasit terbaik: Rp 50 juta

Match Fee

Setiap pertandingan: Rp 250 juta

Menang: Rp 150 juta

Imbang: Rp 125 juta

Kalah: Rp 100 juta

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/