Aparat kepolisian saat membuat blokade pengamanan sesaat sebelum situasi di Stadion Lukas Enembe pecah (Erik - Cepos)
Sementara itu sejak peluit awal dibunyikan, tim tuan rumah tampil agresif dan berusaha mendominasi permainan. Dukungan penuh dari ribuan pendukungnya yang memadati Stadion Lukas Enembe menjadi energi tambahan bagi skuad Mutiara Hitam untuk terus menekan lawan.
Namun rapatnya lini pertahanan Adhyaksa FC membuat Persipura kesulitan menciptakan peluang bersih. Serangan demi serangan yang dibangun belum mampu menembus pertahanan lawan yang bermain disiplin dan efektif. Petaka datang di penghujung babak pertama. Adhyaksa FC berhasil memecah kebuntuan melalui gol Adilson Da Silva pada menit 45+2. Gol di masa injury time itu menjadi pukulan telak bagi Persipura sekaligus menjadi satu-satunya gol yang menentukan hasil pertandingan.
Memasuki babak kedua, Persipura mencoba bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan. Pergantian pemain dan perubahan pola permainan dilakukan untuk mengejar ketertinggalan. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, upaya menyamakan kedudukan tak membuahkan hasil. Adapun kekalahan ini menjadi pukulan berat, bukan hanya bagi para pemain dan tim pelatih, tetapi juga bagi ribuan pendukung setia yang datang membawa harapan besar melihat klub kebanggaan Papua kembali ke pentas tertinggi sepak bola nasional.
Suasana haru menyelimuti stadion usai pertandingan. Para pemain Persipura tampak terduduk lemas di lapangan, beberapa saling berpelukan sambil meneteskan air mata. Di tribun, ribuan suporter yang sebelumnya penuh optimisme hanya bisa menyaksikan dengan rasa kecewa mendalam. Tak ada press confrence dari laga ini karena semua pemain dan official langsung dievakuasi. (ans/ana/ade)
Sementara itu sejak peluit awal dibunyikan, tim tuan rumah tampil agresif dan berusaha mendominasi permainan. Dukungan penuh dari ribuan pendukungnya yang memadati Stadion Lukas Enembe menjadi energi tambahan bagi skuad Mutiara Hitam untuk terus menekan lawan.
Namun rapatnya lini pertahanan Adhyaksa FC membuat Persipura kesulitan menciptakan peluang bersih. Serangan demi serangan yang dibangun belum mampu menembus pertahanan lawan yang bermain disiplin dan efektif. Petaka datang di penghujung babak pertama. Adhyaksa FC berhasil memecah kebuntuan melalui gol Adilson Da Silva pada menit 45+2. Gol di masa injury time itu menjadi pukulan telak bagi Persipura sekaligus menjadi satu-satunya gol yang menentukan hasil pertandingan.
Memasuki babak kedua, Persipura mencoba bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan. Pergantian pemain dan perubahan pola permainan dilakukan untuk mengejar ketertinggalan. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, upaya menyamakan kedudukan tak membuahkan hasil. Adapun kekalahan ini menjadi pukulan berat, bukan hanya bagi para pemain dan tim pelatih, tetapi juga bagi ribuan pendukung setia yang datang membawa harapan besar melihat klub kebanggaan Papua kembali ke pentas tertinggi sepak bola nasional.
Suasana haru menyelimuti stadion usai pertandingan. Para pemain Persipura tampak terduduk lemas di lapangan, beberapa saling berpelukan sambil meneteskan air mata. Di tribun, ribuan suporter yang sebelumnya penuh optimisme hanya bisa menyaksikan dengan rasa kecewa mendalam. Tak ada press confrence dari laga ini karena semua pemain dan official langsung dievakuasi. (ans/ana/ade)