JAKARTA – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat segera membangun tiga pos Brimob di wilayah Moskona, Kabupaten Teluk Bintuni, guna mencegah gangguan keamanan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Kepala Polda Papua Barat Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir di Manokwari, Rabu, mengatakan keberadaan tiga pos Brimob akan mempertebal pengamanan wilayah yang cenderung mendapat gangguan KKB.
“Wilayah Moskonan Utara dan Moskona Utara Jauh masih terus kami pantau. Tahun ini, kami mulai bangun tiga pos Brimob,” ucap Johnny.
Selain itu, kata dia, Polda Papua Barat juga terus berkoordinasi dengan Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari seiring adanya penempatan personel bawah kendali operasi (BKO) dari Batalyon Infanteri 401/Alugoro.
Polda Papua Barat selama 2025 telah melakukan Operasi AB Moskona karena terjadi penembakan dari KKB kepada personel TNI-Polri pada 27 April 2025 di Sungai Rawara. Pada 11 Oktober 2025 juga ada penembakan yang dilakukan KKB di Kampung Moyeba, Moskona. Akibatnya, satu personel Batalyon 402 gugur dan senjatanya direbut KKB.
JAKARTA – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat segera membangun tiga pos Brimob di wilayah Moskona, Kabupaten Teluk Bintuni, guna mencegah gangguan keamanan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Kepala Polda Papua Barat Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir di Manokwari, Rabu, mengatakan keberadaan tiga pos Brimob akan mempertebal pengamanan wilayah yang cenderung mendapat gangguan KKB.
“Wilayah Moskonan Utara dan Moskona Utara Jauh masih terus kami pantau. Tahun ini, kami mulai bangun tiga pos Brimob,” ucap Johnny.
Selain itu, kata dia, Polda Papua Barat juga terus berkoordinasi dengan Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari seiring adanya penempatan personel bawah kendali operasi (BKO) dari Batalyon Infanteri 401/Alugoro.
Polda Papua Barat selama 2025 telah melakukan Operasi AB Moskona karena terjadi penembakan dari KKB kepada personel TNI-Polri pada 27 April 2025 di Sungai Rawara. Pada 11 Oktober 2025 juga ada penembakan yang dilakukan KKB di Kampung Moyeba, Moskona. Akibatnya, satu personel Batalyon 402 gugur dan senjatanya direbut KKB.